Api Asian Games 2018 Sambangi 18 Provinsi

 Api Asian Games 2018 Sambangi 18 Provinsi

erick tohir–foto istimewa

erick tohir–foto istimewa

Menjelang  digelarnya  Asian Games 2018, INASGOC kini tengah mempersiapkan perjalanan api Asian Games 2018 yang rencananya akan menyambangi 18 Provinsi di Indonesia. Ketua INASGOC Erick Tohir seusai memberikan pembekalan kepada kader partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Aula Kihajar Dewantoro, Akademi Bela Negara (ABN) di Jalan Pancoran Timur II/1 Jakarta Selatan, mengatakan,  perjalanan api Asian Games 2018 itu harus memberikan makna bagi masayarakat Indonesia dan dunia.

”Api Asian Games 2018 akan diambil dari Mrapen, Jateng kemudian akan diarak keliling ke 18 Provinsi di Indonesia. Setiap kota dari 18 provinsi yang dilewati perjalanan api Asian Games 2018 itu tentu harus menyambutnya dengan penuh optimisme.  Apalagi slogan Asian Games 2018 ini adalah ”Energy of Asia”,” kata Erick yang didampingi Gubernur ABN, IGK Manila .

Mengenai persiapan ke-18 Provinsi yang akan dilewati api Asian Games 2018 itu, Erick menjelaskan bahwa INASGOC telah menyurati masing-masing Gubernur. Intinya, lanjut Erick, gaung Asian Games 2018 ini tak hanya di Jakarta dan Palembang sebagai kota penyelenggara juga ke seluruh pelosok desa di Tanah Air.

Bahkan gaungnya juga akan diembuskan ke seluruh negara-negara Asia peserta Asian Games 2018 yang jumlahnya ada 45 negara. Oleh karenanya, beberapa waktu lalu INASGOC mengundang para Duta Besar (Dubes) ke-45 negara Asia itu dalam rangka menggaungkan Asian games 2018 tersebut.

Menjawab pertanyaan wartawan siapa yang akan diproyeksikan sebagai penyulut obor api Asian Games 2018 saat pembukaan 18 Agustus nanti, Erick mengatakan hal itu masih digodok. Beberapa nama mantan atlet besar Indonesia sudah dinominasikan.

Beberapa waktu lalu, trbunolahraga.com sudah memunculkan sejumlah nama mantan atlet besar Indonesia sebagai kandidat penyulut obor api Asian Games 2018 di antaranya dari cabang tenis Yayuk Basuki dan Yustedjo Tarik, dari cabang bulu tangkis – Christian Hadinata, dan Taufik Hidayat serta dari cabang tinju-  Wiem Gommies .

Prestasi Yayuk adalah peraih empat medali emas Asian Games yakni pada tahun 1986 di Seoul, Korsel , melalui nomor ganda putri bersama Suzanna Anggarkusumah, tahun 1990 Beijing, Cina, juga dari ganda putri bersama Suzanna dan ganda campuran dengan Suharyadi serta tahun 1998 Bangkok, Thailand, di nomor tunggal putri.

Sementara Yustedjo Tarik merebut medali emas tunggal putra dan beregu putra di Asian Games 1982, New Delhi, India. Di canang bulu tangkis sebetulnya paling banyak menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia, namun yang paling menonjol adalah Christian Hadinata dan Taufik Hidayat.

Christian Hadinada Merebut 2 medali emas sekaligus di Asian Games 1982 New Delhi India yakni di ganda putra bersama Icuk Sugiarto dan ganda campuran dengan Ivana Lie. Sementara Taufik Hidayat juga meraih 2 medali emas di Asian Games berbeda yaitu tahun 2002 di Busan, Korsel dan 2006 di Doha, Qatar.

Dari cabang tinju, nama Wiem Gommies yang layak diketengahkan. Pria berdarah Ambon ini peraih dua medali emas di Asian Games 1970 dan 1978 keduanya di Bangkok, Thailand. ***

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.