• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Berburu Penampakan Badak Jawa di Ujung Kulon

Berburu Penampakan Badak Jawa di Ujung Kulon

June 30, 2017
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Berburu Penampakan Badak Jawa di Ujung Kulon

by admin
June 30, 2017
in Feature, Traveling
0
Berburu Penampakan Badak Jawa di Ujung Kulon
543
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERABAD-ABAD  yang lalu, badak Jawa (badak bercula satu) menjelajahi sebagian besar kawasan Asia selatan. Namun hari ini, mereka tinggal beberapa lusin saja. Untuk melihat mereka, kita bisa berwisata ke  Taman Nasional Ujung Kulon, di Banten, Indonesia.

Di Taman Nasional Ujung Kulon itulah kita  berkesempatan  bisa mencari badak yang kini dilindungi  tersebut, walaupun harus diakui, ini sangat sulit dan butuh keberuntungan yang sangat-sangat besar. Badak bercula satu adalah  hewan yang sangat langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia, dia  masuk dalam daftar merah badan konservasi dunia (IUCN) yang dikategorikan  sangat terancam atau critically endangered.

Memang, tidak gampang  untuk menemukan badak bercula satu di hutan yang cukup lebat tersebut. Apalagi, jumlah mereka kini memang  sudah sedikit dibandingkan dengan luasan hutan lindung di Ujung Kulon tersebut.

Tahukah Anda bahwa badak memiliki  kemampan penciuman yang tajam atas  kehadiran manusia di sekitarnya? Kekuatan dalam mengendus kehadiran manusia ini  dapat dikatakan istimewa.  Dan, setelah mereka dapat  mendeteksi kehadiran  manusia, badak akan memutar telinganya, yang berfungsi seperti piring radar. Jika dia mencium dan mendengar Anda, walaupun penglihatannya kurang begitu bagus,   badak cenderung akan menyerang Anda. Untuk menyelamatkan diri, Anda harus memanjat pohon  yang kuat. Dia akan menyeruduk pohon, karena marah, untuk  mencoba menyerang hingga tiga kali. Kamarahannya kadang ditunjukkan dengan mengangkat jari-jarinya.

Mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon untuk melihat badak, Anda bisa mengajak petugas taman nasional tersebut untuk mendapinginya. Anda bersama rombongan bisa membuat kemah untuk istirahat atau base camp di Cicadas. Kawasan ini memang cukup terpencil, tapi justru mengasyikkan untuk benar-benar kembali ke alam.

Untuk mencapainya, bisa dilakukan dengan menaiki perahu, dimana   melewati pegunungan yang mengisolasi semenanjung ini. Perjalanannya  untuk melihat badak Jawa, mamalia besar yang paling langka di bumi ini, memang mengasyikkan. Kunjungan semacam ini telah difasilitasi oleh  koperasi ekowisata lokal yang didukung   oleh World Wildlife Fund (WWF), yang dimaksudkan  untuk memberi kesempatan kepada para pelancong biasa agar  bisa melihat herbivora yang baratnya bisa mencapai  sekitar 900 kg atau 2.000 pon ini di habitat aslinya.

Tentang Spesies Badak

Dari lima spesies badak —Jawa, Sumatera, India, Afrika putih, dan hitam Afrika— badak Jawa adalah yang posisinya paling terancam dari kepunahan. Meskipun mereka pernah berkeliaran dari Bengal hingga ke Indocina, binatang bertanduk tunggal ini sekarang jumlahnya kurang dari 70 ekor. Sekitar 50 atau 60 hidup terpojok di Ujung Kulon, dan kurang dari 10 di Taman Nasional Cat Tien di Vietnam selatan. Untuk dapat melihatnya, kita bisa   menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam mencarinya, dan hasilnya bisa tanpa pernah dapat melihatnya. Badak bercula satu hingga kini, setahu kami, tidak ada usaha untuk menangkarkannya.

Ada beberapa macam spesies badak yang masih bertahan hidup hingga kini, yaitu:

  1. Badak Sumatera(Sumatran rhino) bercula dua atau Dicerorhinus sumatrensis. Terdapat di Pulau Sumatera (Indonesia) dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia).
  2. Badak Jawa (Javan rhino) bercula satu atau Rhinocerus sondaicus. Terdapat di Pulau Jawa (Indonesia) dan Vietnam
  3. Badak India (Indian rhino) bercula satu atau Rhinocerus unicornis. Tedapat di India dan Nepal.
  4. Badak HitamAfrika bercula cula (Black Rhino) atau Diceros bicormis. Terdapat di Kenya, Tanzania, Kamerun, Afrika Selatan, Namibia dan Zimbabwe.
  5. Badak Putih Afrika bercula dua (White Rhino) atau Cerathoterium simum. Terdapat di Kongo.

Adapun ciri-ciri dan sifat  Badak Jawa adalah:

  • Memiliki kulit yang sangat keras dan berguna untuk pertahanan diri
  • Memiliki panjang sekitar 3 meter dan mempunyai tinggi sekitar 1,7 meter
  • Memilik berat sekitat 2.300 kilogram
  • Memiliki cula sepanjang 20 centimeter

Badak bercula satu, selama berabad-abad badak ini telah menjadi  hiasan dalam cerita rakyat. Ketika Marco Polo melewati Jawa pada abad ke-13, dikatakan bahwa dia yakin hewan itu adalah unicorn hitam yang menjadi legenda Eropa. Hampir 500 tahun kemudian, badak sangat banyak jumlahnya,  sehingga pemerintah kolonial Belanda menganggapnya sebagai ancaman bagi perkebunan mereka Jawa.

Belanda dan Perannya dalam Pemusnahan Badak Jawa

Pemerintah kolonial kemudian  menawarkan hadiah untuk setiap siapa saja yang berhasil membunuh binatang bercula satu. Tapi pada awal 1900-an, perambahan yang dilakukan oleh manusia telah memakan korban bagi kelangsungan hidup badak Jawa. Ketika pada tahun 1967, dilakukan untuk kali pertamanyta  sensus, pemerintah memperkirakan badak bercula satu hanya ada 25 ekor  di Ujung Kulon. Kawanan itu memang tumbuh  dalam beberapa tahun ke depan, namun perkembangannya tetap konstan selama dua dekade terakhir. Ahli biologi menganggap badak bercula satu ini sebagai populasi yang rapuh, rentan terhadap penyakit dan kerusakan genetik.

Menurut seorang siswa sekolah binaan yang berada di kawasan itu, sangat  sulit untuk menemukan badak.  “Anda mungkin tidak akan menemukannya,” katanya. “Tak satu pun dari kita telah melihat badak.”  Jangan berharap untuk bernasib mujur.  Dikatakan, para badak  berdarah pemalu, sehingga selalu menghindar untuk bertemu dengan manusia. Apabila kepergok, mereke cenderung berusaha menyerang orang yang ditemuinya. Memang, jika Anda jalan-jalan ke hutan Taman Nasional Ujung Kulon ini, sebaiknya jangan terlalu berharap untuk bisa bertemu dengan badak bercula-satu, tetapi pastinya melihat keanekaragaman hayati yang ada di hutan itu, sunggung menyenangkan dan membuat hati kita tenang. Inilah karunia Tuhan yang tidak terkirakan atas kekayaan hutan yang ada di Indonesia. Jadi, melihat badak, cukup jadi motivasi saja, tetapi mengagumi kekayaan alam lainnya, pastinya tidak kalah mengesankan.

“Yeah, kalau begitu…. tepat,” dia menguap. “Katakanlah, apakah ini akan menjadi salah satu cerita di mana Anda menemukan badak itu benar-benar seperti di dalam diri kita semua?”

“Saya harap tidak,” ujar Jeff.

Lantas, percakapan mereka pun terpotong karena anak tadi  diajak untuk latihan paduan suara. Dalam perjalanan kembali ke gubukku, aku melewati selusin anak laki-laki desa yang meringkuk di sayap bangunan yang menunggu dengan mata terbelalak, karena penampilan anak-anak terse but pada malam itu.   Ternyata anak-anak itu melantunkan nyanyian lagu rohani Kristiani,  yang dinyanyikan dalam harmoni tiga bagian. Jangan membangun rumah Anda di atas pantai berpasir. . . Aku memikirkan badak yang memiliki  telinga yang tajam dan  pemalu itu. Badak-badak itu patut dikasihani.  Wajar kalau WWF bertahun-tahun mengabdikan komitmennya untuk menyelamatkan badak Jawa.

Seperti Sir Richard Burton

Jeff berkisah, dirinya  merasa seperti Sir Richard Burton, yang mencari sumber Sungai Nil. Dalam ekspedisi yang dilakukannya, Jeff didampingi  oleh tujuh pria,  semuanya warga pribumi. Ada kapten, orangnya tampak kasar, dimana dia  telah bekerja di pantai ini selama 22 tahun; Keponakannya, yang bertugas melayani sebagai pasangan pertama; Ada Mirza, pemandu Sunda yang bersama  anaknya; Seorang penjaga taman dengan seragam khaki; Seorang portir dari salah satu desa terdekat; Dan Putra, seorang remaja laki-laki kurus dari Jakarta, yang Jeff  temui sehari sebelumnya dan dia bersedia menemani saya saat diajak ikut. Ekspedisi yang dilakukan Jeff ini dilakukan pada musim kemarau. Langit tampak biru cerah, tak  berawan.

Sang kapten melihat sebuah kapal nelayan sendirian yang beroperasi secara ilegal di dalam batas taman. Dia berteriak,  seolah-olah kami adalah bajak laut yang bersiap bergulat. Mereka tidak terlihat senang.  Saya berharap dia menegur mereka, tapi malah menuntut bagian tangkapan pagi itu. Ranger rombongan ini, Dendin,  jelas merasa malu dengan pemerasan ini. Tapi dia lebih muda dari pada kapten, dan dia tidak dapat berkata  apa-apa. Kami pun kemudian pergi dengan seikat ikan perak.

Satu jam berlalu, Jeff  berempat menyeberang ke darat dan mulai berjalan ke darat. Cetakan badak, kotoran, dan bekas gigitan baru-baru ini terlihat di daerah ini. Dendin memimpin, menebas tanaman rotan berduri dan menorehkan takik pada batang pohon, hal ini untuk  dapat  menemukan jalan kembali. Ini adalah hutan hujan sekunder, tidak rawan dari pertumbuhan aslinya, karena  telah hancur pada tahun 1883 oleh letusan Gunung Krakatau yang lokasinya sekitar 30 mil lepas pantai. Bencana dahsyat terbesar abad ke-19 itu, Krakatau telah mengirim tsunami ke pedalaman, membunuh  36.000 orang dan meninggalkan kotoran di Samudera Hindia berupa   pohon-pohon tua dan mayat harimau.

Rombongan Jeff masuk ke dalam rawa terbuka yang luas, sehingga  membuat takut  dua kadal  raksasa, sepupu  Komodo yang terkenal di nusantara. Ini adalah tanah Jawa dari 1.000 tahun yang lalu, sebelum  tunduk pada dinasti Hindu, Islam, dan Belanda. Tampak pula  elang laut;  Ada monyet yang tampak mengacak-acak pinggiran hutan, juga kedengaran  raungan  burung owa  dari dalam hutan. Sementara ada juga sekelompok ternak liar yang berdiri di sebuah lubang air di rawa.

Di Afrika, sebanyak 100 badak dibunuh  setiap tahunnya untuk diambil tanduk mereka, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tapi perburuan di Ujung Kulon jarang terjadi. Para  konservasionis memang tidak pernah mengambil tindakan ekstrem yang diterapkan di taman nasional di  Zimbabwe, di mana tanduk digergaji dari badak hitam yang disembuhkan untuk menyelamatkan badak tersebut  dari pemburu.

Ternak liar banyak terdapat di Ujung Kulon dan bersaing dengan badak untuk makanan. Ternak ini, bersama dengan kehadiran manusia, dianggap sebagai alasan mengapa populasi badak belum bisa bangkit. Pejabat taman telah mempertimbangkan untuk memindahkan beberapa badak ke pulau lain, mungkin Sumatra, tapi mereka tidak yakin kawanan kecil seperti itu bisa bertahan untuk berpisah dari kelompoknya. Memang,  Sumatera kurang padat penduduknya dibanding Jawa, namun persoalannya perburuan badak lebih banyak ditemukan di sana.

Jeff dkk pada keesokan harinya  dapat berlabuh di sisi yang jauh dari semenanjung tersebut. Lalu mereka  masuk ke dalam  di kawasan  hutan hujan primer. Sepanjang hari Jeff mengaku  merasa kecewa.

Tapi, kekecewaan terbayarkan ketika menyaksikan  indahnya ragam hayati di hutan, seperti  pohon-pohon yang tinggi dengan batang yang mulus sampai 30 meteran sebelum cabang pertama muncul, juga ada pakis sarang burung walet raksasa, dan pohon anggur liana,  tanaman merambat setebal ular piton.  Di hutan, memang  tidak semua tanaman hidup harmonis. Ini adalah peperangan suku tanaman. Jadi,  kapan pun tanaman bisa saling “mencekik” yang lain dengan  “memotong” sinar matahari. Itu terjadi di hutan.

Beberapa jam berlalu, Jeff dkk tanda-tanda yang baik.  Sore harinya mereka  menemukan tanda-tanda  bekas seekor badak telah berkubang di dekat sungai dalam dan semak-semak bambu kuning. Porter —satu-satunya kelompok yang berasal dari hutan ini— lantas mencium lumpur dan menyatakan bahwa memang badak telah berkubang di sini, mungkin baru saja, mungkin baru  pagi ini.

Rombongan itu  memutuskan untuk beristirahat. Porter kemudian memotong beberapa daun raksasa dari telapak tangan dan mulai menempatkannya  di tanah. Di dekatnya, Dendin berlutut seakan berdoa, lalu membuka ritsleting dan kemudian  buang air kecil. Orang-orang lokal mengamati semacam etiket hutan: Tidak ada yang duduk langsung di lantai hutan, makan sambil berjalan, atau pipis berdiri, jika dilanggar  diyakini akan memanggil seekor harimau. Dan semua orang, terlepas dari status mereka di dunia luar, dianggap sama.

Kita pastinya berbau.  Ya, tak seorang pun dari rombongan  telah mandi dengan sabun atau sampo, dan kru Jeff  telah mengisap kretek, rokok kretek yang merupakan kesukaan  kebanyakan pria Indonesia.  Sore hari, yang tersisa dari rombongan  hanyalah  ramuan mie ramen, yang dapat dimakan serta  makanan kering. Makanan itu  terasa  tidak ada rasanya.

Setelah berjalan dengan susah payah lima jam lagi, rombongan Jeff sampailah di  base camp dan bisa tidur di hutan. Hujan di senja hari,   hujan yang turun di musim kering yang ganas. Meringkuk di bawah “atap” yang  bocor. Pemandu Jeff,  Mirza mengatakan  kepada Jeff, “Kita tidak dapat melindungi badak, kecuali jika kita melindungi hutan. Itu berarti penduduk lokal harus menemukan cara untuk menghasilkan uang, tanpa pergi jauh di dalam hutan untuk mencari kayu.” Eco-tourism, katanya, bisa jadi solusinya.

Kami Melepuh

Kaki Jeff  melepuh. Makhluk mungil telah mengklaim bagian anatomi yang berbeda: nyamuk tidak bersuara di telinga dan lengan, semut api memiliki gigitan tajam  di punggung kaki Jeff, kutu pasir telah menghancurkan kaki dan tulang keringnya.

Pada hari terakhir Jeff  di Ujung Kulon, rombongan itu  mendayung kano sampan menyusuri Sungai Cigenter, dimana badak kadang-kadang datang untuk diminum. Sungai itu hijau terang dan dilapisi daun palem. Mereka  mendengar percikan dan melihat seekor buaya kecil berenang menjauh. Mirza berbicara tentang ular yang mungkin dapat dilihat: python yang seperti  anacondanya Amazon, dan kobra yang mungkin saja meludahkan bisanya,  yang bisa membutakan korbannya dengan aliran ekspektoran di mata sebelum masuk untuk menggigit.

Setelah beberapa jam menyusuri sungai, dan akhirnya tidak bisa dilewati, rombongam itu pun keluar untuk jalan kaki. Jeff  berpura-pura tangguh,  tapi kakinya  dirasa sakit dan ruam, sehingga  membuat Jeff tidak nyaman saat bergerak. Sejauh ini, rombongan belum melihat  tanda-tanda hadirnya badak. Rombongan itu pun akhirnya menyerah dan  kembali ke sampan.

Dalam perjalanan keluar dari taman nasional itu, kapten rombongan   lagi-lagi berhenti untuk memeras para pencari ikan. Kali ini  korbannya  berbeda.  Mirza berkata, “Saat kita memanggil seseorang dengan menyebutnya berwajah wajah badak,  itu artinya  mereka adalah orang yang tidak tahu malu. Tapi sebenarnya, badak adalah makhluk yang paling malu dari semua makluk yang ada. Dia selalu bersembunyi . ”

“Perjalanan yang menyenangkan,” kata Jeff kepada Mirza.

“Ya,” katanya. “Tapi saya minta maaf, karena Anda tidak menemukan badak itu.”

“Tidak masalah,” kata Jeff. Bagaimanapun, badak itu benar-benar ada di dalam diri kita semua.

Untuk Anda yang tertarik dengan  tracking tours badak Jawa dapat menghubungi   Black Rhino Tours Jl Raya Carita, Labuan, Jawa Barat.***

Diolah dari kisah perjalanan Jeff Barrus.

Tags: AfrikaAsiaBadak JawaBelandaBercula satuKolonialsumatera
Share217Tweet136
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version