‘Tutuge’ – Berlatar Budaya Bali dengan Kearifan Lokal

 ‘Tutuge’ – Berlatar Budaya Bali dengan Kearifan Lokal

Adegan film Tutuge (foto Sin3rgi)

JAYAKARTA NEWS – Bali adalah budaya dengan kearifan lokal. Alamnya memesona dan eksotis. Sutradara Virlanwana Langgong kemudian membuat debut film bertajuk ‘Tutuge’ yang beredar April ini.

Bergenre drama psikologi, Virlanwana memindahkan budaya Bali menjadi kekuatan sekaligus pondasi cerita. “Secara khusus, film ini mengangkat cerita dari salah satu kearifan lokal yang ada di Bali. Dan menjadi medium menyampaikan banyak pesan moral, mulai dari pengampunan, penemuan jati diri dan penebusan perilaku yang kami kemas dengan keindahan budaya Bali,” papar Virlan di Epicentrum Walk, Jaksel, baru-baru ini.

Tommy Indratama  selaku produser eksekutif Sine3rgi menuturkan film berdurasi 2 jam 20 menit ini memilih Bali sebagai lokasi syuting. Proses pengambilan gambar dilakukan sebelum pandemi Covid 19 mengamuk di Indonesia, dua tahun silam.

Tommy juga optimistis film yang mengusung kisah horor ini bakal memperoleh apresiasi film di Tanah Air. Mengingat setelah Tutuge mendapatkan deretan penghargaan dari festival film internasional.

Antara lain menyabet awards film horor terbaik dan sinematografi terbaik dari Asian Film Awards Academy 2021. Juga dari Hollywood International  Golden Age sebagai film feature dan film horor terbaik dari Andromeda FF ke 7.

Beberapa pemeran film Tutuge (foto Sin3ergi)

Senada pendapat associate producers Rico Michael. “Semoga film ini bisa jadi pembuka jalan untuk memberikan hiburan bagi para pecinta film horor di negara kita, dan warna baru bagi industri perfilman nasional,” harap Rico Michael.

Sebelumnya, Tutuge diputar dalam screening film di bioskop Beach Walk, Kuta, Bali pada minggu pertama April 2022. Seluruh kru film menyempatkan diri melakukan upacara nyawang menyampaikan rasa syukur atas usainya syuting di Puri Agung Peliatan desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Beberapa pemain yang dipilih adalah Rania Putri Sari (pemeran utama), Imelda Therrine, Rizky Hanggono, Ismi Melinda dan beberapa pemeran lokal yaitu Langlang Buana, Komang Suendra, Nina Tutachi dan Made Devi Ranita Ningtara. Kisahnya : Ameera Janus, tokoh supranatural protagonis bertemu dengan Laras, penari Bali yang didiagnosa dokter mengidap penyakit Alzheimer. Dari sini kemudian cerita mengalir. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.