Tags : kolom

Mendambakan Keadilan Sosial

Oleh: Jaya Suprana Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia […]Read More

Kuantar Sampai Liang Lahat

Kematian adalah peristiwa biasa di muka bumi. Namun bagi keluarga terdekat seperti tragedi besar. Tentu hal ini dialami banyak orang  yang apabila salah satu anggota keluarganya wafat, pasti berduka. Meski kematiannya wajar karena sakit. Bukan akibat bencana, kecelakaan, ataupun tindak kejahatan. Lewat apa pun kepergian insan ke alam malakut, tampaknya selalu ada rentetan kejadian yang […]Read More

Matinya Etika Pendengung Media Sosial

Oleh: Agus Zaini Digitalisasi memang tempat dimana kericuhan bermula. Awalnya medsos  bermanfaat guna merekatkan yang jauh, dan sebagai kanal berbagi informasi. Dalam perkembanganya, justru jadi semacam industri; yang bisa dipesan untuk rupa-rupa  kepentingan; mulai dari memasarkan suatu produk hingga kampanye politik, bahkan pabrikasi fitnah. Dampaknya, hoaks menjamur. Bagi pegiat medsos ‘bayaran’ apapun boleh dilakukan, termasuk […]Read More

Ada Infak Anda di Rojolele Ini

Oleh: Joko Intarto Ini salah satu hasil nyata zakat, infak dan sedekah untuk produktivitas. Dari zakat, infak dan sedekah Anda, jadilah beras Rojolele organik. Beras ini bukan sembarang beras. Tetapi beras Rojolele yang ditanam di habitat aslinya: Klaten, Jawa Tengah. Rojolele Klaten itu karakternya mirip dengan Pandan Wangi Cianjur. Hanya bisa menghasilkan beras dengan citarasa […]Read More

NU Cash dan Nadliyin 4.0

Oleh: Joko Intarto Tanda-tandanya memang sudah terlihat. Sejak tiga tahun terakhir. Nahdlatul Ulama terus berbenah. Dalam infrastruktur digital. Organisasi gerakan Islam terbesar di dunia itu sedang membangun persepsi baru: Warga Nadliyin bukan lagi hanya bisa menjadi pasar. Tapi juga menjadi pemain bisnis milenials. Serius? Di depan Presiden Joko Widodo yang hadir dalam ulang tahun NU […]Read More

Pertama Barista, Brownies Berikutnya

Oleh: Joko Intarto Sungguh. Kantor saya tak seramai sekarang. Sejak punya banyak koleksi kopi. Ada saja yang datang. Belajar menyeduh kopi dengan kukusan bambu. Belajar jadi barista. Bonusnya minum kopi. Racikan sendiri. Lepas magrib tadi. Di bawah rintik hujan. Mas Karmanto tiba-tiba datang. Ia kawan lama. Yang tidak pernah berjumpa selama 25 tahun. Ia dulu […]Read More

Hati Pembaca

Oleh: Joko Intarto Pemilihan umum tinggal beberapa bulan lagi. Salah satu yang sangat menarik adalah: politik redaksi sejumlah media. Akhir-akhir ini. Ada dua pasangan calon presiden – wakil presiden yang harus dipilih: Joko Widodo – Makruf Amin dan Prabowo – Sandiaga Uno. Masing-masing pasangan capres – cawapres itu punya pendukung. Di media sosial, ada julukan […]Read More

Junalisme Masuk Angin

Oleh: Joko Intarto Akhir-akhirnya banyak muncul masalah akibat tulisan yang terbit di media massa. Tulisan itu belakangan ternyata salah. Padahal, kesalahan itu menyangkut nama baik dan kredibilitas seseorang. Misalnya penulisan kalimat seperti ini: ‘’Dahnil menerima dana Rp 2 miliar dari Kemenpora.’’ Secara tata bahasa, kalimat itu benar. Tapi, secara fakta, apakah kalimat itu betul? Berdasarkan […]Read More

Sertifikat Tanah untuk Rakyat

Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.     Jargon tak elok di lingkungan birokrasi ini rupanya belum sirna. Perwujudannya bisa kita rasakan ketika kita berkepentingan untuk pelbagai pengurusan surat-surat. Di kelurahan, misalnya.  Mulai dari KTP, Kartu Keluarga  (KK),  Surat Izin Usaha, Surat kematian, Legalisir, surat lainnya yang terkait pengurusan sertifikat tanah, IMB,  dan  sebagainya. Untuk mengurus  aneka keperluan […]Read More

Gereja Itu Bernama Abbalove

Justru di Amerika. Minggu lalu. Saya baru tahu. Di Indonesia ada gereja bernama ini: Abbalove. Saya tidak menyangka. Akan semeja di restoran Italia. Di Houston, Amerika. Makan malam bersama. Dengan wanita muda. Cantik pula. Elizabeth namanya. Dia wanita Indonesia. Tinggal di Houston sudah lama. Kelahiran Mamassa. Di pedalaman Sulawesi sana. Dia pastor. Baru 1,5 tahun […]Read More