• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Matinya Etika Pendengung Media Sosial

Matinya Etika Pendengung Media Sosial

October 19, 2019
Dari PB Kecil Menuju Klub Beasiswa, Cakra Champ Canangkan Empat Pilar Pembinaan

Dari PB Kecil Menuju Klub Beasiswa, Cakra Champ Canangkan Empat Pilar Pembinaan

November 7, 2026
PBSI dan PB Cakra Champ Bahas Masa Depan Bulutangkis, Kurikulum dan Pencarian Bakat Jadi Fokus

PBSI dan PB Cakra Champ Bahas Masa Depan Bulutangkis, Kurikulum dan Pencarian Bakat Jadi Fokus

November 7, 2026
Pesona Bintang Real Madrid Jude Bellingham Bikin Lalu Lintas New York City Macet

Pesona Bintang Real Madrid Jude Bellingham Bikin Lalu Lintas New York City Macet

November 7, 2026
Menyimak Lansekap Hutan Kecemasan Seniman Enda Ginting

Menyimak Lansekap Hutan Kecemasan Seniman Enda Ginting

November 6, 2026
Mata Katsuko Hosoya dan Keelokan Biota Laut Kita

Mata Katsuko Hosoya dan Keelokan Biota Laut Kita

November 6, 2026
OJK Minta Perbankan Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judol, Cek Rekeningmu Apakah Termasuk?

OJK Minta Perbankan Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judol, Cek Rekeningmu Apakah Termasuk?

November 6, 2026
Teka-teki di Balik Mundurnya Cristiano Ronaldo dari Timnas Portugal, Siapa yang Mendorongnya Keluar?

Teka-teki di Balik Mundurnya Cristiano Ronaldo dari Timnas Portugal, Siapa yang Mendorongnya Keluar?

November 6, 2026
Sensasi Kuliner Unik di Medan: Makan Sambil Main Miniatur Kereta Api di Kedai Lord Train!

Sensasi Kuliner Unik di Medan: Makan Sambil Main Miniatur Kereta Api di Kedai Lord Train!

November 6, 2026
Lima Wilayah BULOG Tembus 100 Persen Target Pengadaan

Dirut BULOG Rizal Ramdhani: Stok Beras Besar tak Berarti Apa-apa jika Mutu tak Terjaga

November 6, 2026
Tiga Personel Polres Metro Bekasi Terima Penghargaan dari Kedutaan Korea Selatan

Tiga Personel Polres Metro Bekasi Terima Penghargaan dari Kedutaan Korea Selatan

November 5, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Pemadaman Karhutla di Kalteng

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Pemadaman Karhutla di Kalteng

November 5, 2026
Gus Ipul: 18 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital

Gus Ipul: 18 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital

November 5, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, November 8, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup
    Bersih-Bersih Total! Urgensi Audit Menyeluruh Log Server LIMS Pasca Skandal Penyadapan Presiden

    Bersih-Bersih Total! Urgensi Audit Menyeluruh Log Server LIMS Pasca Skandal Penyadapan Presiden

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Matinya Etika Pendengung Media Sosial

by admin
October 19, 2019
in Kolom
0
Matinya Etika Pendengung Media Sosial

Ilustrasi media sosial--sumber financialtribune

527
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi (financialtribune)

Oleh: Agus Zaini

Digitalisasi memang tempat dimana kericuhan bermula. Awalnya medsos  bermanfaat guna merekatkan yang jauh, dan sebagai kanal berbagi informasi. Dalam perkembanganya, justru jadi semacam industri; yang bisa dipesan untuk rupa-rupa  kepentingan; mulai dari memasarkan suatu produk hingga kampanye politik, bahkan pabrikasi fitnah.

Dampaknya, hoaks menjamur. Bagi pegiat medsos ‘bayaran’ apapun boleh dilakukan, termasuk melakukan fitnah. Maka tak heran, medsos, seperti Facebook ataupun Twitter dianggap memecah belah, menciptakan jurang polarisasi yang berujung pada kericuhan tak berkesudahan. Sudah banyak contoh kasus di hadapan; yang sebetulnya mengajak berpikir ulang; bahwa persoalan baru di depan mata. Ajakan menyemai literasi digital untuk berinternet sehat rasanya belum cukup.

Dalam hiruk-pikuk medsos, yang dikedepankan bukan argumen tetapi sentimen. Maka buku karangan Tom Nichols, berjudul The Death of Expertise(2017) menemukan pijakannya. Kepandiran tumbuh subur di dunia yang serba instan ini, profesor atau orang yang punya kepakaran dikalahkan oleh suatu akun (atau seseorang) yang mengantongi banyak followers. Bahkan jika terjadi silang pendapat, para pengikut itu mencaci maki lawan bicara tanpa ampun, menyerang secara kalap yang tendensius bersifat personal.

Padahal yang dibutuhkan bukan “berdebat” tetapi dialog bila ingin menggapai pencerahan dari berbalas cuitan. Berdebat hanya butuh retorika dan suara keras keroyokan. Sementara dialog semua pihak saling memahami, dan mencari titik temu; “Saya benar, kamu belum tentu salah”. 

Wahana Sangka Curiga

Selain mirip keranjang hoaks, medsos juga bergeser jadi wahana sangka curiga. Orang gampang berkomentar tanpa berhitung dampaknya, seolah tidak merasa memikul beban moral etik antar sesama. Kasus terbaru soal upaya pembunuhan Menko Polhukam Wiranto pada 10 Oktober 2019, hampir saja ia meregang nyawa lantaran luka tusukan, namun ada saja yang  beranggapan bahwa itu rekayasa.

Bayangkan akun twitter @hanumrais enteng mencuit: “Settingan agar dana deradikalisasi terus mengucur” bahkan ia menuding peristiwa itu hanya framming belaka. Tentu komentar Hanum atas Wiranto, sungguh melukai perasaan. Ia belum tentu mampu bertanggungjawab apabila dikejar pembuktian dari tuduhannya.

Sejak lama, teknologi informasi yang begitu pesat saat ini membuka kran kemungkinan manusia hidup dalam satu ruang. Kini tukang ojek bisa bersanggahan dengan seorang dosen, yang secara kapasitas jauh berbeda. Ada (being) atau kenyataan yang senyatanya melebur ke dalam dunia citraan. Mitos, gosip, dugaan saling berkelindan dalam dunia virtual.

Selain akun @hanumrais, akun instagram atas nama @rockygerung._ mengunggah gambar editan detik-detik penusukan Wiranto; “sudahlah pak wir, hentikan dramamu…” begitu potongan captionnya. Senada dengan hanum, gambar itu menggiring opini bahwa peristiwa itu sandiwara.

Rasanya saat ini publik sedang sakit, defisit simpati yang mungkin sudah berada pada titik nadir kebangkrutan. Banyak alasan, bisa karena kekecewaan berbeda pandangan atau beberapa alasan lain.

Komentar bernada miring juga datang dari akun Twitter dan Instagram mantan artis Marissa Haque. “Kemarin di TV saya ndak melihat ada darah di tubuh Pak W. Dan semua berita datang dari satu sumber video-HP dengan posisi adegan tertutup pintu mobil satu dengan kaca terbuka lalu pintu satunya dengan kaca tertutup ber-riben gelap,” cuitnya pada Jum’at, 11 Oktober lalu.

Sebagian besar netizen termasuk istri Ikang Fauzi itu, agaknya kerap terjebak pada alur berpikir yang mengada-ada, mengaitkan sesuatu yang konteksnya sangat jauh berbeda. Dan seolah-olah tahu persis apa yang terjadi. “Berita datang dari satu sumber video-HP”, katanya. Pertanyaannya darimana ia tahu? Kalau bukan mengarang atau hanya dengar dari selentingan gosip.

Ujaran Marrisa dikategorikan false context, antara konten dan narasi salah atau tidak sinkron. Sekaligus ia melakukan misleading content yang memelintir konten untuk niatan menjelekkan. Pengalamannya syuting sebagai artis dengan mengilustrasikan kondisi kaca mobil yang terbuka pada peristiwa Wiranto, sangat tidak ada kaitannya.

Selain, hanya sebagai narasi tanpa data, yang ditujukan menyudutkan. Deretan gelar akademik hingga level Doktor, ternyata tidak membuat Marrisa, dan sebagian orang mampu berpikir logis dan bijak. Ternyata untuk bisa cerdas tidak selalu harus bergelar Doktor. Seperti diketahui, per 12 Oktober 2019 siang, postingannya telah dihapus. Artinya, dia mungkin sadar bahwa komentarnya bernada halusinasi.

Kasus Marissa itu diharapkan bisa jadi pelajaran bersama, bahwa lebih baik menahan diri berkomentar, ketimbang berhalusinasi, dan berujung malu sendiri. Cek dan ricek penting dalam bermedia sosial, ketimbang merasa paling benar. Apalagi sampai rela meninggalkan adab sebagai orang beragama untuk selalu berprasangka baik terhadap orang lain. Wiranto dan keluarga sedang berduka, jika tidak bisa memberikan doa, diam rasanya lebih dari cukup.

Michel Hardt dan Antonio Negri (dalam Empire, 2000) berpendapat dunia virtual (dalam bentuk medsos), sebuah dunia yang tak lagi punya batasan. Siapa yang sanggup membendung jalan pikiran orang. Tidak ada yang mampu mengukur kekuatan, termasuk nilai-nilai. Jelas kita memasuki dunia yang melampaui ukuran. Teks-teks dan kode ditempatkan sebagai reproduksi wacana yang membentuk dunianya sendiri. Dalam cuitan akun Hanum dan akun instagram atas nama Rocky Gerung memperlihatkan, antara fakta, teks, penulis dan pembacanya mengalami keterpisahan.

Sementara pembaca yang menangkap pesan dari tools viral; punya kedaulatan sendiri saat melakukan penafsiran pada sebuah teks sesuai dengan kondisi sosio-kulturalnya masing-masing. Para penuduh dan tukang nyinyir atas peristiwa Wiranto, sebagian berasal dari oknum yang belum move on, yang mungkin berada pada barisan yang bersebarangan dengan Jokowi dan pemerintah. Sehingga cuitan itu menggali lagi ingatan masa lalu berdasarkan pengalaman lantas dikonstruksi ulang, yang membangun relasi semantiknya sendiri dengan dunia. Jika kita pinjam pemikiran Jacques Derrida, Umberto Eco dan Paul Ricouer, bagi saya “dunia adalah teks yang memegang otoritas semantiknya sendiri”. 

Singkat cerita, pengalaman sosio-kultural para pendengung; membentuk semacam structural conduciveness di mana berlangsung tindakan kolektif yang tergerak dari kesamaan nasib, barisan perjuangan, kemiripan pandangan ataupun ideologi.

Histeria pun meletup yang mendorong orang jadi sangat diskriminatif dan di luar kebiasaan.  Sehingga lahir keyakinan umum, yang membentuk sebuah faktor precipitating (kecurigaan atau rasa cemas). Dengan begitu desas-desus dimobilisasi, sangka curiga gampang dipercaya sebagai kebenaran, lalu viral dan menular tanpa pengecekan ulang. Kemudian diikuti oleh orang lain dengan pikiran kolektif yang sama berdasarkan pengalaman kelompoknya.

Reaksi orang seperti Hanum; disebut sebagai milling, di mana proses kegelisahan tergugah; mengoyak emosional secara individu per individu yang membuat orang jadi mudah berubah irasional. Cuitan itu diarahkan mengaduk-ngaduk perasaan individu bagian dari kelompoknya sehingga bergerak dengan sangat emosional.

Kendati Prabowo Subianto yang pernah jadi rival Jokowi pada pilpres 2019 lalu, berjiwa besar dan menghargai proses demokrasi. Malah Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berkomitmen membantu pemerintah dalam membangun bangsa. Kenapa bekas pendukungnya malah nyinyir tanpa henti. Ringkasnya, kembali ke pembahasan awal, produsen informasi terbilang sangat subjektif dan tidak lepas dari kuasa kepentingan, sehingga memanipulasi informasi “dihalalkan” demi tujuan praktis mereka.

Jika dikaitkan dengan pemikiran Derrida, situasi itu bisa disebut sebagai interpretasi atas interpretasi (interpretation of interpretation) terhadap berita, teks-teks, desas-desus yang berserakan. Maka para pendengung medsos bebas melakukan rekontekstualisasi yang kemudian melahirkan tafsiran baru yang liar bahkan tanpa didukung data-data kuat; meskipun melukai kemanusiaan sekalipun. Sebagaimana Hanum yang seolah bergembira dan memilih menyingkirkan empatinya atas peristiwa upaya pembunuhan yang menimpa Menko Polhukam, Wiranto.

***Penulis adalah Tenaga Ahli Menkopolhukam

Tags: jayakartanewskolommedia sosialmedsosopini
Share211Tweet132
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Dari PB Kecil Menuju Klub Beasiswa, Cakra Champ Canangkan Empat Pilar Pembinaan

Dari PB Kecil Menuju Klub Beasiswa, Cakra Champ Canangkan Empat Pilar Pembinaan

November 7, 2026
PBSI dan PB Cakra Champ Bahas Masa Depan Bulutangkis, Kurikulum dan Pencarian Bakat Jadi Fokus

PBSI dan PB Cakra Champ Bahas Masa Depan Bulutangkis, Kurikulum dan Pencarian Bakat Jadi Fokus

November 7, 2026
Pesona Bintang Real Madrid Jude Bellingham Bikin Lalu Lintas New York City Macet

Pesona Bintang Real Madrid Jude Bellingham Bikin Lalu Lintas New York City Macet

November 7, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version