Pariwisata Indonesia di Layar Al Jazeera

 Pariwisata Indonesia di Layar Al Jazeera

PEMIRSA televisi di Indonesia, sangat familiar dengan stasiun Al Jazeera. Popularitas terjadi pasca Operasi Badai Gurun (Desert Storm Operation), tanggal 17 Januari 1991 di bawah Jenderal Norman Schwarzkopf (AS). Setiap hari, informasi Perang Teluk merujuk pada siaran Al Jazeera, hingga detik-detik jatuhnya pemimpin Irak, Saddam Husein.

Nama Al Jazeera kembali berkibar pasca serangan 11 September 2001, ketika stasiun ini menyiarkan pernyataan Osama bin Laden dan pimpinan al-Qaeeda lainnya.  Al Jazeera (الجزيرة yang berarti “pulau” atau “jazirah”, adalah stasiun televisi berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar.

Kini, televisi itu makin berkembang dengan mengoperasikan beberapa saluran TV khusus lainnya, antara lain Al Jazeera English, Al Jazeera Sports, Al Jazeera Live, dan Al Jazeera Children’s Channel. Selain itu, Al Jazeera juga mengoperasikan situs web berita berbahasa Arab dan Inggris.

Kabar paling anyar yang didapat Jayakartanews dari Doha, Qatar adalah, bahwa stasiun televise milik Emir Qatar itu dalam waktu dekat akan membuka kantor di Jakarta. Demikian pernyataan Acting Director General Al Jazeera Media Network (AJMN), Dr. Mostefa Souag ketika melakukan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) M Basri Sidehabi yang didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha, Endang Kuswaya dan Pelaksana Fungsi Pensosbud, Anwar Lukman Hakim pada 25 April 2018.

Kepada Dubes Basri, Moestefa berterima kasih, atas persetujuan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. “We do appreciate for the Indonesian Government for issuing an official letter and for your kind effort for helping us,” said Dr. Mostefa.  Menurutnya, pembukaan kantor tersebut merupakan upaya mengembangkan sayapnya di Indonesia termasuk membuka siaran bahasa Indonesia. Untuk program bahasa Indonesia, Al Jazeera akan mengikat kerjasama dengan pemerintah RI.

Menurut Dubes Basri, pembukaan kantor AJMN merupakan peluang bagi Indonesia untuk melakukan promosi pariwisata di TV Al Jazeera. Dubes mengharapkan agar AJMN dapat meliput dan menyiarkan berita tentang Indonesia secara berimbang sehingga secara tidak langsung mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Menurut Head of International Relation AJMN, Ihtisham Hibatullah, sejak dijadikannya bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ASEAN menjadikan Indonesia pasar yang menarik untuk dikembangkan. Al Jazeera juga telah melakukan berbagai kerjasama siaran dengan televisi di Indonesia selama ini.

Ditambahkannya, Al Jazeera memiliki pangsa penonton terbesar di Timur Tengah. TV yang berdiri tahun 1996 memiliki pengaruh di Timur Tengah, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Selain Indonesia, Al Jazeera juga melebarkan sayap ke Turki, India, China, Bosnia, Pakistan dan Rusia.

Al Jazeera English merupakan penyeimbang pemberitaan dari Selatan ke Utara yang diminati berbagai lapisan masyarakat di dunia. AJMN kini menyajikan informasi alternatif. Al Jazeera kerap berbeda informasi dari media barat seperti CNN, Fox, NBC khususnya jika meliput berita di Timur Tengah.

Sementara itu, menurut Pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, upaya merangkul TV Al Jazeera dalam promosi pariwisata merupakan tindak lanjut dari pertemuan Dubes Basri dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada awal 2016 guna meningkatkan kunjungan wisman dengan menampilkan promosi Wonderful Indonesia. Promosi tersebut termasuk kerja sama Kemenpar dengan TV Al Jazeera dan Qatar Airways.

Kementerian Pariwisata menandatangani kontrak dengan AJMN senilai US$ 1,2 juta untuk penayangan 7.884 spot iklan Wonderful Indonesia pada 2016. Selain pemasangan iklan pariwisata Indonesia, kerja sama juga mencakup pelatihan dan capacity building di bidang strategi promosi melalui media elektronik. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *