• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Teknologi KJA Dongkrak Produksi Perikanan

Teknologi KJA Dongkrak Produksi Perikanan

admin Jayakarta by admin Jayakarta
April 25, 2018
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PRESIDEN Joko Widodo, Selasa (24/4) meresmikan Karamba Jaring Apung (KJA) Lepas Pantai (offshore) di Pangandaran, Jawa Barat. Peresmian ini ditandai dengan penebaran benih kakap putih (barramundi) oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di lubang KJA offshore Pangandaran, berjarak sekitar 7-8 mil dari Pangakalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang.

KJA offshore Pangandaran ini merupakan program percontohan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) yang mengusung teknologi budidaya modern pertama di Indonesia. Selain di Pangandaran, teknologi KJA offshore ini juga dibangun di Sabang, Aceh dan Karimunjawa, Jepara.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, selain memberikan bantuan teknologi, KKP juga akan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan KJA offshore, salah satunya dalam hal penyediaan tambahan pakan berupa ikan rucah hasil tangkapan nelayan. Oleh karena itu, pengelolaan diserahkan pada Koperasi Unit Desa (KUD) yang merupakan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran. “Yang akan mengelola nanti adalah KUD Mina Sari, Mina Padi, dan Mina Rasa, Parigi, Batu Karas, dan Pangandaran,” ungkap Menteri Susi.

Menteri Susi menambahkan, bila KJA offshore percontohan ini menunjukkan hasil yang baik, diharapkan dapat menarik investor untuk melakukan usaha budidaya ikan dengan teknologi yang sama di wilayah lain. Hal ini untuk mengoptimalkan potensi perikanan budidaya lepas pantai Indonesia yang sangat besar.

Pasalnya, KJA offshore memiliki keunggulan dibandingkan KJA konvensional. KJA offshore memiliki kedalaman jaring hingga 15 meter sehingga dapat menampung lebih banyak benih. Satu unit KJA offshore yang terdiri dari 8 lubang dapat menampung hingga 1,2 juta benih per tahun, sehingga produksi dapat lebih tinggi yaitu mencapai 816 ton per tahun. Sedangkan 8 lubang KJA konvensional hanya dapat memproduksi 5,4 ton per tahun.

Menurut Menteri Susi, dari pengelolaan KJA ini, nelayan akan memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dilakukan bersama dengan BUMN seperti Perum Perindo dan PT Perinus. “Jadi bersama-sama dengan masyarakat. Nanti hasilnya untuk dijual di sini atau pun untuk diekspor,” tuturnya.

Presiden berkeinginan agar pemasaran hasil budidaya KJA offshore tak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. “Kita harapkan nanti juga bisa diekspor ke Timur Tengah, Australia, Eropa, atau lainnya karena produk ekspor juga harganya lagi baik. Apalagi saat ini banyak negara-negara yang sudah habis ikannya. Sedangkan kita masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi,” kata Presiden.

Kenyataan bahwa Pangandaran sebagai daerah wisata yang dikunjungi banyak turis juga dapat dimanfaatkan untuk pemasaran hasil budidaya KJA offshore di dalam negeri. “Insya Allah KJA ini nanti hasilnya 100 ton per kolam per karamba. Jadi sekali panen 8 itu bisa 800 ton. Jadi kita mengembalikan kakap putih yang sudah hilang,” tambah Menteri Susi.

Presiden juga mengingatkan bahwa 2/3 atau sekitar 70 persen wilayah Indonesia ini adalah perairan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat menjaga dan memanfaatkan sumber daya laut secara bijak sehingga generasi mendatang dapat ikut menikmati kekayaan yang ada di dalamnya. ***

Tags: jaring keramba apungjayakartanewsmenteri kelautanmenteri susiperikananpresiden jokowi
Previous Post

Film Kartini Tayang di Rice University Cinema, Houston AS

Next Post

Kisah Profesor Boxer Menggembleng Petinju Indonesia di Ukraina

admin Jayakarta

admin Jayakarta

Next Post
Kisah Profesor Boxer Menggembleng Petinju Indonesia di Ukraina

Kisah Profesor Boxer Menggembleng Petinju Indonesia di Ukraina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version