• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pagi Sekolah, Siang Jadi Kernet

Pagi Sekolah, Siang Jadi Kernet

January 25, 2019
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Pagi Sekolah, Siang Jadi Kernet

Profil Buyar Winarso (3)

by admin
January 25, 2019
in Feature, Profil
0
Pagi Sekolah, Siang Jadi Kernet
532
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Buyar Winarso, menengok seorang pasien yang tergolek sakit. (foto: roso daras)

JAYAKARTA NEWS – Amboi senangnya, bisa kembali bersekolah. Lebih merasa senang, karena bisa membiayai sekolah sendiri, tanpa membebani orang tua. Keuntungan kios rokok di dekat Gedung Sate, adalah harapannya menggapai ijazah SMP.

Kurang lebih setahun sejak ia bersekolah, kiriman dari Bandung mulai tidak lancar. Ia sempat gundah. Ada apa gerangan dengan usaha yang ditinggalkan di Bandung. Ada apa dengan sumber penghasilan dia di Kota Kembang.

Belakangan baru terkuak. Tepat setahun setelah kembali ke Kebumen, usaha kios rokoknya merosot. Paman yang diberi tugas mengelola, mulai sakit-sakitan. Panatausahaan kios rokoknya tidak lagi tertib. “Tidak lama kemudian dapat kabar, kios rokok saya tutup. Bangkrut…,” ujar Winarso pelan.

Shock mendera batinnya. Petaka apa lagi yang bakal menimpanya. Tanpa kiriman uang dari hasil kios rokok di Bandung, sama artinya ia terancam putus sekolah lagi, apalagi kiriman dari orang tua hanya sekitar Rp 4.000.

Uang itu, Rp 2.500 untuk bayar SPP, dan Rp 1.500 untuk bayar kos. Bagaimana untuk makan sehari-hari? Ia dihadapkan pada satu dilema, antara meneruskan sekolah, apa pun, dan bagaimana pun caranya… atau kembali mencari uang di Bandung.

Dalam puncak hati yang gulana, sang kakek almarhum kembali “datang” lewat mimpi. Kurang lebih sama seperti dulu, didatangi sang kakek lewat mimpi, ketika sedang menggembala ternak dan mencari rumput. Kali ini, mimpi itu datang, saat ia tidur malam.

Buyar Winarso ketika melihat langsung tanggul jembatan yang amblas. (foto: roso daras)

Dalam mimpi itu, sang kakek seperti memaklumi keadaan yang menghimpit rasa dan pikir cucu tersayang. Wejangan yang kawedhar dalam mimpi itu kurang lebih, menyuruh Winarso kembali ke Bandung, mencari uang.

Terbangun di dinihari, Buyar Winaso geragapan. Ia duduk di bibir dipan. Wajahnya terpekur dalam. Tengkuknya hampir sama rata dengan kepala belakang. Atas mimpi itu, ia coba merenung. Lagi-lagi, suara hatinya semakin bulat, bahwa apa yang dikatakan kakek adalah pasemon. Sama seperti dulu, ketika dalam mimpi sang kakek menyuruhnya tetap ngarit dan angon ternak.

Maka, mimpi malam itu pun ia artikan sebaliknya. Winarso harus mengambil keputusan tetap bersekolah, apa pun dan bagaimana pun caranya. Dalam mimpi, ia harus mengartikan yang sebaliknya. Kakek justru tidak berkehendak ia kembali ke Bandung. Sebaliknya, kakek justru menyuruhnya tetap sekolah. “Sebab, terus terang, hati kecil saya pun sebenarnya sudah bertekad untuk tetap meneruskan sekolah,” ujarnya.

Kesimpulan Buyar Winarso sederhana: Harus bisa mendapatkan uang. Titik. Dengan berjualan rokok? Ia tidak sreg. “Sawangane kok ora pantes yaaa… anak SMP jualan rokok di Kebumen. Jadi saya kerja, tapi bukan jualan rokok,” katanya.

Jadilah ia kernet angkutan pedesaan trayek Kebumen – Alian. “Sepulang sekolah saya ke terminal, nyambi jadi kernet colt jurusan Kebumen –Alian PP. Dari situ saya dapat uang, meski tidak seberapa,” ujarnya. Kernet angkutan tahun 70-an, harus bergelantungan di belakang. Tidak saja bergelantungan, tetapi mulutnya sebentar-sebentar meneriakkan tujuan… “Aliaaan…Aliaann….” begitu juga ketika balik arah, “Bumeeen… Bumeeen….” Selain itu, ia juga memungut ongkos dari para penumpang yang nantinya disetorkan ke sopir.

Dari kerja kerasnya, ia tetap bisa bersekolah. Barangkali, dialah satu-satunya siswa SMP yang berstatus pelajar sekaligus kernet angkutan desa. Maka, tidak seperti murid-murid kebanyakan, Buyar Winarso cenderung banyak sekali bolos sekolah. Apalagi ketika tanggal-tanggal bayaran SPP sudah dekat… tanggal bayaran kamar kost sudah dekat… mau-tidak-mau, ia harus bekerja lebih keras.

Meski begitu, toh Winarso tidak termasuk pelajar berkategori bodoh. Sebaliknya, ia berotak encer. Meski cukup sering bolos sekolah, tetapi ketika mengikuti ujian ia berhasil lulus dengan baik. Padahal, untuk bisa meraih ijazah resmi, ia harus mengikuti ujian nasional menumpang di SMP Negeri 2 Kebumen.

Maklum, sekolah tempat ia belajar, SMP Tamtama, saat itu, belum terakreditasi cukup untuk bisa menggelar ujian kelulusan sendiri. “Rata-rata, tingkat kelulusan dari SMP Tamtama 40 persen. Saya termasuk yang lulus,” ujarnya sambil tersenyum. Ia mencatat tahun kelulusan, tahun 1983.

Tekadnya yang membara untuk terus menuntut ilmu, membuat Winarso tidak berpikir sama sekali untuk berhenti. Karenanya, usai menggondol ijazah SMP, ia melanjutkan sekolah ke SMA. Ia diterima sekolah di SMA Muhammadiyah, Kebumen.

Bisa jadi, tekad melanjutkan sekolah, juga didasarkan karena keyakinan, bahwa ia mampu, bagaimana pun caranya. “Meski kerja serabutan, yang pasti saya mampu dua tahun membiayai sekolah sendiri di SMP. Maka, apa bedanya dengan di SMA?” begitu ia bertekad. Apalagi, orang tuanya tetap mendukung. Sesekali bahkan membantunya secara finansial.

Jika ia melihat pegawai negeri –saat itu—lamunannya acap melayang ke Gedung Sate. Saat ia berjualan rokok, dan para pelanggannya kebanyakan PNS kantor gubernuran. Dari sana, ia sempat dan pernah membayangkan, betapa enaknya menjadi pegawai negeri. Tidak heran, hingga fase masuk SMA, cita-citanya masihlah menjadi pegawai negeri.

“Karena itulah saya berpikir harus sekolah, agar bisa seperti mereka. Saya harus mendapatkan pendidikan bagaimana pun caranya. Terus terang, keinginan menjadi pegawai negeri, harus saya akui, menjadi motivasi terbesar saya untuk terus bersekolah,” akunya.

Winarso bertekad harus meneruskan sekolah jika ingin menjadi seperti mereka (PNS). “Tekad saya, harus bisa terus sekolah, bagaimana pun caranya. Itulah salah satu tekad yang mendasari saya, mengapa saya ingin tetap meneruskan sekolah meski kondisi ekonomi terbatas,” tuturnya.

Pada dasarnya, Winarso memang tipe pekerja keras, dan itu sudah melekat sejak bocah. Dari usia belasan ia sudah terlatih mencari uang tambahan sendiri. Prinsipnya, orang hidup harus ringan tangan, entengan, orang Jawa bilang. Semisal, ia tak segan membantu pemilik rumah kost mengerjakan apa saja. “Kebetulan pemilik rumah kos punya tegalan yang ditanami kangkung. Saya ikut membantu menanam kangkung, merawat, dan memanen. Saat panen, saya mendapat bagian…,” katanya.

Di luar aktivitas bercocok-tanam kangkung, ia juga masih kerja serabutan di luar kos. Di antaranya, tetap melakoni profesi menjadi kenek angkutan pedesaan trayek Kebumen-Alian. Terminal angkutan yang ketika itu berada di sebelah timur Pasar Tumenggungan, adalah areal yang diakrabinya.

“Angkutan yang saya keneki itu jurusan Alian. Selain penumpang dari Alian, juga banyak wisatawan lokal yang naik angkutan itu untuk jalan-jalan ke pemandian air panas Krakal,” ujar Winarso mengenang masa-masa menjadi kenek.

Di sisi yang lain, otak dagangnya selalu berputar, mencari cara agar bisa menghasilkan uang tambahan. Alhasil, uang SPP tak jarang menjadi “korban”. Bukannya dibayarkan ke administrasi sekolah, tetapi oleh Winarso dipakai untuk modal dagang.

Ia masih ingat, ketika suatu hari, usai mendapat sangu dari orangtua, ia potong uang SPP dan dibelanjakan membeli kuthuk, alias ayam anakan. Sebelumnya, dengan bambu-bambu bekas yang banyak berserak di sekitar rumah kos, ia manfaatkan sebagai kandang. Anak-anak ayam itu pun kini mendapatkan “rumah”, di tritisan rumah kos.

Beruntung, pemilik rumah kos tidak melarang. Hanya dalam hitungan bulan, ayam-ayam anakan itu sudah tumbuh besar dan siap dijual. “Hasil jualan ayam, kembali saya belikan bibit anak ayam lagi. Sisanya, bisa untuk menutup utang SPP yang tertunggak. Bahkan terkadang masih ada sisa yang bisa saya pakai untuk membeli baju di pasar,” katanya.

Apakah kisah Winarso kerja sampingan jualan ayam berlangsung mulus? Ternyata tidak. Ia kembali tersadar, bahwa ibarat roda berputar, ada kalanya di atas-ada kalanya di bawah. Jatuh-bangun dalam bidang apa pun, mulai lekat di kehidupan Buyar Winarso. Ini sungguh proses pendewasaan yang luar biasa. Ia menjadi pribadi yang matang, di usia yang masih sangat muda.

Nasib apes datang manakala di Kebumen –ketika itu—tertimpa wabah klerek, semacam virus yang menyerang unggas. Semua ayam peliharaannya terkena klerek dan mati. “Saya susah untuk mengingat tanggal kejadiannya, tapi yang jelas, kejadian itu sangat membekas. Mengapa, karena musibah itu terjadi justru di saat menjelang musim ujian,” ujar Winarso sedih.

Jamak di sekolah mana pun, menjelang ujian, maka salah satu persyaratannya adalah siswa sudah melunasi SPP, baik bulan berjalan maupun yang menunggak. “Sungguh, perasaan saya nggak karuan ketika itu…. Tapi saya sadar, itu risiko dagang. Jangankan dagang ayam kecil-kecilan, lha wong kedai rokok yang omzetnya sudah cukup besar saja bisa bangkrut,” tuturnya, seraya melanjutkan kisahnya, “saya tahu, harus tenang dan tidak boleh panik. Sisa waktu yang ada, saya membanting tulang mengerjakan apa saja, menjadi buruh apa saja yang penting bisa mendapatkan rezeki halal. Alhamdulillah, rezeki ada saja, dan saya bisa mengikuti ujian.”

Bak skenario film dengan happy ending, maka Winarso pun akhirnya sukses dalam ujian, berhasil lulus, dan mengantongi ijazah SMA, tahun 1986. Hatinya begitu lega. Bukan semata lega karena behasil melewati jenjang pendidikan menengah atas, melainkan satu perasaan bahagia yang begitu mendalam manakala ia pulang membawa ijazah, dan menyerahkannya kepada orangtua.

Rama dan biyung Buyar Winarso menampakkan ekspresi bangga dan bahagia, demi melihat anak mbarep berhasil lulus SMA, meski dengan susah payah. Dipandanginya sekujur tubuh kurus Winarso, ditatapnya lembar ijazah dengan mata berkaca-kaca. Ada setangkup haru yang tak bisa dilukiskan. Yang pasti, kenangan itu sangat membekas di hati Winarso, hingga kini, dan sampai kapan pun. (Roso Daras – Bersambung)

Tags: buyar winarsobuyar winarso caleg dpr ri jakarta 1buyar winarso caleg panglobal islamic schooljayakartanews
Share213Tweet133
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version