Siap Nikah dengan BPT, Bripka Puput Konon Rela Pindah Agama

 Siap Nikah dengan BPT, Bripka Puput Konon Rela Pindah Agama

Puput Nastiti Devi dan Basuki Tjahaja Purnama. [scmp]
SETELAH menghabiskan hampir dua tahun di penjara Mako Brimb di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, karena kasus penistaan agama, mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP), sejak Kamis (24/1/2019), pekerjaan baru dan pernikahan keduanya, tampaknya menunggu  keputusannya mana yang akan diprioritaskan.

Pertama yang diinginkan pria Kristen beretnis Tionghoa  berusia 52 tahun itu adalah ia ingin dipanggil BTP, bukan Ahok lagi. BTP tampaknya lebih disukainya dan telah dikemas sebagai “merek” mantan bupati di Bangka Belitung itu. Di media sosial, sudah lama penyebutan BTP itu dipakai. Praktis. Seperti halnya SBY dipakai untuk menyebut Susilo Bambang Yudhoyono, atau JK untuk Jusuf Kalla dan TK untuk (alm.) Taufik Kiemas.

BTP kabarnya berencana akan membuka konsultansi bagi pemerintah daerah, untuk membantumereka dalam mengembangkan sistem penganggaran elektronik (e-budgeting). Langkah yang cukup sukses dijalankannya di Jakarta untuk membendung birokrat main mata dengan para rekanan/pengusaha. Untuk menghindari arisan dalam pengerjaan proyek.

 

Menikahi Bripka Puput

Tidak kalah pentingnya agenda BTP adalah menikahi gadis yang dipacarinya.  Dia seorang Polwan Muslim yang berusia 21 tahun. Namanya sudah cukup dikenal semenjak BTP berpisah dengan istrinya, Veronica Tan. Benar, namanya Puput Nastiti Devi. Polisi dengan nama panggilan Puput itu, adalah bekas ajudan istrinya saat BTP menjadi gubernur Jakarta.

Ikatan perkawinan BTP dengan  Veronica Tan putus. April tahun lalu mereka bercerai setelah mengarungi bahtera rumah tangga selama 20 tahun. Persoalan pribadi di antara mereka, yang mereka bungkus selama tujuh tahun, akhirnya meledak. Perkawinan mereka pun tidak bisa diselamatkan.

Saat mereka berperkara di meja hijau, pengadilan mendapati bukti bahwa Veronica selingkuh. Pengadilan mengesahkan perceraian, dan memberikan hak asuh anak kedua dan ketiga kepada BPT, dimana keduanya masih berusia di bawah 17 tahun.

“Dia memiliki begitu banyak rencana untuk hidupnya, setelah dia dibebaskan dari penjara …. dia berencana untuk menikahi pacarnya pada 15 Februari,” kata politisi PDI Perjuangan Prasetyo Edi Marsudi, yang juga Ketua DPRD DKI, salah satu dari teman dekat BTP.

Ahok juga menerima tawaran untuk berbicara di acara-acara seminar di Selandia Baru, Jepang, dan di Eropa dan akan tampil secara rutin di Saluran YouTube terbarunya – bernama BTP. Saluran Youtube-nya itu diharapkan dapat  “menghasilkan uang”, kata Prasetyo.

Namun, sejauh ini BTP belum mengkonfirmasi tentang pernikahannya. Humas Polda Metro Jaya mengatakan Puput belum secara resmi mengajukan permintaan pernikahan kepada atasannya, seperti yang perlu diajukan oleh polisi aktif.

Adik perempuan BTP, Fifi Lety Tjahaja Purnama mengatakan melalui  akun Instagram-nya pada  Sabtu, bahwa sejauh ini keluarganya tidak mengetahui adanya rencana pernikahan. Dia membantas  saudara lelakinya masuk Islam untuk menikahi pacarnya.

Tetapi adik laki-laki BTP, dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK. Yang dikenal dengan panggilan Hakka Yuyu, dalam sebuah wawancara dengan televisi tidak mempermasalahkan kalau pun BTP berpindah agama. Mantan  Bupati Belitung Timur  periode 2005-2006 itu mengungkapkan, itu adalah hak masing-masing orang dan setiap orang akan berurusan dengan Tuhan untuk hal itu.

Devi Pindah Agama?

Sebuah laporan Kumparan.com menyebutkan, bahwa keluarga Bripda Puput sudah mengurus berkas pengantar pernikahan dengan BTP ke kantor Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Depok. Namun dalam berkas tersebut,   kolom agama Bripda Puput tertulis Kristen.

“Ya gitu kayaknya, ikut (agama) Ahok, Kristen, jadi Kristen. Kayaknya pindah agama dari muslim ke ikut Ahok itu. Saya mah sesuai dengan di berkas saja,” kata Lurah Pasir Gunung Selatan, Aslih Sinten.

Dijelaskan,  berkas pernikahan BTP dengan  Bripda Puput diurus oleh pihak keluarga  Puput, pada 17 Januari lalu.
“Kan saya menyampaikan itu agamanya sudah beda. Orang tuanya yang perempuan (Bripda Puput) yang ngurus. Bapaknya saja yang ngurus,” tambah Aslih.

Dukungan Publik

Sekalipun ada di penjara, BPT masih terus mendapat dukungan publik. Bahkan, sebuah  film yang mengangkat tentang kehidupannya di Belitung, A Man Called Ahok, yang dirilis tahun lalu, hingga November saja telah disaksikan oleh lebih 1 juta orang. Sebelum menjadi Wakil Gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, BPT adalah bupati Belitung Timur.

Marsudi mengatakan, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, yang partai politiknya sekarang mendukung Joko Widodo, termasuk di antara sahabat BTP yang  sering mengirim Ahok makanan, buah-buahan, pakaian, dan buku-buku ketika dia di penjara.

Pekan lalu, Ahok menulis surat terbuka kepada para pendukungnya yang merekomendasikan mereka untuk tidak merayakan pembebasannya di penjara. Dia mengatakan waktunya di penjara telah membantunya belajar mengendalikan diri.

“Jika saya terpilih, saya akan menjadi orang yang hanya mengendalikan Balai Kota, tetapi [di penjara], saya belajar bagaimana mengendalikan diri,” kata BTP. “Jika aku terpilih [dalam Pilgub yang lalu], aku akan menjadi lebih sombong dan kasar dan aku akan menyakiti perasaan banyak orang.”

Dia meminta  para pendukungnya untuk memanggilnya dengan inisial BTP dan bukan Ahok untuk menandai bagaimana dia adalah orang yang berubah.

“Saya juga ingin meminta maaf kepada Ahokers, semua pegawai negeri sipil Jakarta, bahkan pembenci saya, atas semua hal yang telah saya katakan dan lakukan yang telah menyakiti Anda dan keluarga Anda,” kata BTP.

“Aku minta maaf dan aku harap kalian akan memanggilku BTP sekarang, bukan Ahok, setelah aku keluar dari sini.”***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *