Serasa Cendol di Condet

 Serasa Cendol di Condet
Lautan massa laksana cendol di Lapangan Sepakbola Gedong (Samping Rindam). Mereka adalah sekitar 30.000 peserta jalan santai “GIS 17th Extravaganza”. (foto: GIS)

JAYAKARTA NEWS – Diperkirakan 30.000 manusia memadati Jalan Condet Raya, Minggu (17/3/2019) pagi. Mereka adalah peserta jalan sehat Ulang Tahun Global Islamic School (GIS) ke-17 (GIS 17 th Extravaganza). Angka itu memecahkan rekor sebelumnya, Gelora (Gerakan Keluarga Berolahraga Ceria) di Bekasi, 21 Mei 2017, yang diikuti 7.000 kepala keluarga atau sekitar 21.000 peserta.

Peserta datang tidak saja dari sekitar Kramatjati, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain di wilayah Jakarta Timur, bahkan ada yang datang dari Tangerang Selatan, Depok, dan Bogor. Hadiah berlimpah, ditengarai menjadi pemicu besarnya antusiasme masyarakat mengikuti jalan santai yang dihadiri Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, dan pejabat terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dengan menjual tiket murah sepuluh ribu rupiah, panitia menyediakan hadiah yang berlimpah. Di antaranya, tiga umrah, 12 sepeda motor Honda Beat, 17 kulkas, 20 sepeda, 19 TV LED, 12 Mickrowave, kompor gas, karpet, dan puluhan hadiah lainnya.

Titik start dari depan SMP-SMA Global Islamic School, dan finish di Lapangan Sepakbola Gedong (samping Rindam Jaya), menempuh jarak sekitar 2 km. “Ini bentuk rasa syukur kami, 17 tahun berkiprah di ladang pendidikan, membantu pemerintah mencetak generasi unggul. Rasa syukur kami wujudkan dengan merayakan bersama masyarakat dalam event jalan santai,” ujar Buyar Winarrso, pendiri Global Islamic School yang pagi itu tampak bersemangat.

Tiga umrah, 12 sepeda motor, sepeda, kulkas, TV LED, dan ratusan hadiah lain, memeriahkan acara Jalan Santai GIS 17 th Extravaganza, Minggu (17/3/2019). (foto: roso daras)
Pendiri Global Islamic School (GIS), Buyar Winarso di panggung “GIS 17th Extravaganza”, Lapangan Sepakbola Gedong, Condet, Minggu (17/3/2019). (Foto: GIS)

Buyar Winarso yang Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasionan (PAN) Dapil Jakarta 1 (Jakarta Timur) nomor urut 3, menampik tegas bahwa ajang jalan santai adalah ajang kampanye. “Soal itu, biar Bawaslu yang menilai. Yang pasti, tidak ada atribut partai di lapangan tempat berlangsungnya acara. Bahwa saya mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PAN untuk Dapil Jakarta 1, Jakarta Timur, sudah banyak yang tahu. Bahkan mungkin lebih dari separuh massa yang ikut jalan santai ini adalah massa yang mendukung saya. Mereka datang bisa saja karena dua hal. Pertama, memang ingin mengikuti jalan santai dan berharap mendapatkan doorprize. Kedua, ingin menunjukkan loyalitas dukungan kepada saya. Tapi, yang pasti kegiatan jalan santai ini adalah kegiatan dalam rangka HUT Global Islamic School yang ke-17,” tegas mantan Bupati Kebumen 2010 – 2015 itu.

Tak pelak, sekitar 30.000 massa pun menyemut laksana cendol di sepanjang Condet. Sejak pukul 05.30, petugas Dishub, kepolisian, dan aparat lain menutup sebagian ruas Jalan Condet Raya, dan merekayasa rute pelalu-lintas. Saking banyaknya manusia, ketika ruas jalan dibuka pukul 10.00, kemacetan tak terhindarkan, terutama di pertigaan ujung Jalan Condet Raya – TB Simatupang, Gedong.

Bahkan, usai acara sekitar pukul 14.00 WIB, lautan manusia yang berarak meninggalkan lapangan, masih memenuhi ruas jalan. Pagi hingga siang itu, auforia GIS 17 th Extravaganza benar-benar gegap-gempita. Panggung dengan dukungan sound system yang sedikit kurang memadai, diisi atraksi seni dari para siswa Global Islamic School serta penampil undangan.

Ketika terik menyengat ubun-ubun, sebagian massa memilih minggir mencari tempat berteduh. Sebagian lainnya bertahan di tengah lapangan dengan menutup kepala. Doorprize yang diumumkan sebagian demi sebagian, membuat peserta betah berpanas-panasan di lapangan. Meski begitu, terdengar keluhan satu-dua peserta, “Pembagian doorprize-nya kelamaan. Peserta keburu lelah, kepanasan, dan akhirnya memilih pulang dengan kecewa. Apalagi lewat jam 12.00 belum usai. Peserta pasti kelaparan, sedangkan panitia tidak menyediakan makan siang, kecuali sepotong roti dan air mineral saat jalan tadi,” ujar Herawati, peserta yang datang dari Cijantung.

Sedangkan Nur, peserta lain menimpali, “Karena jalan santai, jadi saya bawa anak yang kebetulan masih balita. Ketika sampai siang belum selesai, saya kasihan melihat dia kepanasan. Jadi ya sudah, saya pulang saja. Lagi pula, anak-anak dan suami di rumah sudah nelfon terus kelamaan ditinggal.”

Menanggapi sebagian keluhan peserta, Buyar Winarso menanggapi arif, “Kami minta maaf. Insya Allah dalam kegiatan selanjutnya, lebih baik lagi. Dalam sebuah penyelenggaraan event, tentu ada kelebihan dan kekurangan. Hal-hal yang baik kami usahakan untuk dipelihara, sedangkan yang kurang baik, kami sempurnakan di lain kesempatan.” (rr)

Massa peserta Jalan Santai GIS 17th Extravaganza, seperti cendol di Condet. (foto: roso daras)
Lautan manusia memadati Jl Condet Raya, Minggu (17/3/2019). Mereka adalah peserta Jalan Santai “GIS 17th Extravaganza”. (foto: GIS)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *