• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
‘’Nglangut’’ di Pesantren

‘’Nglangut’’ di Pesantren

June 24, 2018
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

October 8, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

‘’Nglangut’’ di Pesantren

Catatan Mudik ke Malang

by admin
June 24, 2018
in Kolom
0
‘’Nglangut’’ di Pesantren
514
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Pondok pesantren Bumi Damai Al Hidayah Batu.

MUDIK saya ke Malang kali ini terasa berbeda. Ada rasa bangga. Bahagia. Tapi juga terharu. Semua bercampur aduk. Saat melihat pesantren Bumi Damai Al Hidayah Batu, yang didirikan kedua orang tua saya.

Kini pesantren itu memiliki tiga asrama. Megah. Dan sudah dilengkapi dengan kehadiran sekolah formal: Madrasah Ibtidaiyah. Setingkat sekolah dasar. Juga Madrasah Tsanawiyah. Setingkat sekolah menengah pertama.

Pesantren juga memiliki satu unit laboratorium peternakan dan perikanan. Berskala kecil. Tapi cukup baik. Bisa digunakan untuk belajar para santri: berternak ayam dan ikan.

Tiba-tiba saja. Pikiran saya ‘’nglangut’’. Membawa saya kembali ke masa lalu: tahun 1977. Saat kedua orang tua saya mendirikan sebuah pesantren kecil itu.

Sudah lebih dari 40 tahun pesantren ini berdiri. Di sinilah Abah dan Ibu, membesarkan lebih dari seribu anak. Delapan anak kandung. Selebihnya anak santri.

Sejak dibangun, pesantren itu memberi prioritas untuk santri dari kalangan keluarga miskin dan yatim piatu. Dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jawa. Dari Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sambas dan Sampit, Kalimantan Barat, juga ada.

Santri dari Maumere adalah korban gempa dan tsunami yang terjadi di awal tahun 90-an. Sedangkan santri Sambas dan Sampit merupakan anak-anak korban kerusuhan sektarian yang terjadi tahun 1999.

Boleh dibilang, pesantren kecil itu merupakan saksi bisu anak-anak korban kerusuhan. Dari kanak-kanak sampai menjadi dewasa mereka tinggal dan belajar. Sampai mereka mengerti nilai dan arti perdamaian.

Saat kerusuhan Ambon meletus, Abah sempat hendak mengambil anak-anak keluarga korban. Sayangnya kondisi asrama tidak memungkinkan. Daya tampungnya tidak bisa ditambah lagi.

Begitulah abah dan ibu saya. Keduanya bukan orang yang berkelebihan materi. Tapi kepeduliannya sering mengalahkan logika.

Saya masih ingat. Betapa sulitnya abah dan ibu mendidik dan “ngopeni” santri. Yang kebanyakan masih balita. Dengan keterbatasan tenaga dan biaya.

Saya masih ingat. Bagaimana ibu harus pontang-panting. Utang sana-sini. Untuk menghidupi 60 santri yatim dan miskin. Terlebih setelah pesantren terbakar pada tahun 1983.

Saya masih ingat. Di pesantren ini ibu pernah membuka sebuah toko kelontong. Kecil. Sederhana. Menjual kebutuhan sehari-hari. Hasil usahanya untuk membiayai makan dan biaya sekolah santri.

Toko kelontong itu dibuka tahun 1986. Tapi hanya bertahan empat tahun saja. Tahun 1990 terpaksa tutup.

Saya masih ingat. Dulu. Pesantren itu hanya punya satu unit motor. Butut pula. Itu motor pribadi Abah saya: Yamaha 2 Tak. Buatan tahun 1975. Abah ganti motor baru setelah mendapat warisan dari Mbah. Tahun 1995.

Pada tahun 2005, atau enam tahun setelah pesantren beroperasi, Abah mendapat hadiah. Sebuah mobil Daihatsu Zebra. Mobil bekas. Bukan baru. Buatan tahun 1992.

Hadiah itu berasal dari Pak Imam Kabul. Walikota Batu pertama. Waktu itu. Pak Imam merasa tidak tega. Melihat Abah saya naik motor kemana-mana. Katanya, “Mosok ketuane kyai mursyid sak Jawa Timur gak duwe mobil.”

Kebetulan. Abah saat itu menjadi Rois Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah – Idaroh Wustho Jatim. Kebetulan. Hanya sepeda motor lawas itulah yang dimiliki Abah. Saat itu.

Tujuh tahun kemudian. Si Zebra mulai sering rewel. Bolak-balik keluar-masuk bengkel. Biaya operasionalnya jadi boros. Mungkin dia lelah.

Kami, anak-anaknya, sepakat patungan. Membelikan mobil yang lebih baik. Memang bukan mobil baru. Tetapi usianya lebih muda: Suzuki Baleno 2008.

Kebetulan. Kondisi perekonomian kami bertiga sedang bagus-bagusnya. Bisnis saya sebagai kontraktor dan supplier pembangkit listrik tenaga surya mulai menuai hasil.

Mas Udin, kakak saya, yang PNS di Bappenas juga bisa membantu. Walau sedikit. Kakak saya ini PNS yang jujur dan ‘’keras kepala’’. Saya pernah kasih tahu caranya mencari duit memanfaatkan jabatannya. Dijamin aman. Dan tidak masuk kategori korupsi. Tapi tidak pernah mau. Ya sudahlah.

Umi Hanik, adik saya, karirnya sebagai tenaga ahli di lembaga ekonomi dan keuangan internasional, sedang menanjak. Income-nya tentu saja juga lumayan.

Bayangan abah sekelebatan mendadak menyadarkan saya. Dari ingatan masa lalu. Abah yang tak pernah mau berdiam diri. Selalu bersemangat. Dengan berbagai kesibukan. Hingga usianya sekarang: 76 tahun.

Beberapa bulan lalu, kami baru saja melakukan ‘’kudeta’’. Memaksa Abah berhenti dari jabatannya: Rois Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah – Idaroh Wustho Jatim. Agar lebih banyak berada di pesantren. Mengingat usianya. Juga agar ada regenerasi. Kepada yang lebih muda.

Tapi dasar abah tak mau berpangku tangan. Setelah tidak menjadi Rois JATMAN Jatim, abah punya kesibukan baru. Membuka warung makan ‘’Aswaja’’. Lokasinya di gugusan ‘’kafe payung’’. Di pinggir Jalan Raya Batu – Pujon.

Menu andalannya: nasi rawon khas Bibis Surabaya. Ini rawon dengan resep warisan nenek moyang. Resep rahasia ibu saya yang – insya Allah – sedap. .

Kata abah: buka warung makan itu bukan untuk mencari kesibukan. Tapi mencari terobosan. Untuk membiayai Pendidikan santri miskin dan yatim piatu. Yang kian banyak jumlahnya.

Apalagi, pendapatan dari toko kelontong yang dibuka lagi tahun 2000 itu semakin kecil. Sejak minimarket kian menjamur.

Mengelola warung makan ternyata tidak gampang. Bahkan lebih banyak ceritanya yang menyedihkan. Misalnya, seminggu pertama hanya laku dua porsi. Omsetnya Rp 40 ribu. Jangankan untung. Impas pun masih belum. Komentar abah: alhamdulillah.

Pada minggu kedua, situasi membaik. Ada rombongan yang makan di sana. Omset meningkat 500 persen: Rp 250 ribu. Masih belum untung. Tapi abah sudah sangat terhibur. Katanya: alhamdulillah.

Memasuki minggu ketiga, omzet warung menjadi nol rupiah. Maklum. Sudah memasuki bulan puasa Ramadan. Warung tutup sementara. Tapi uang sewa lokasi Rp 1,5 juta per bulan tetap harus dibayar. Ya sudah. Saya yang bertanggung jawab membayar uang sewa bulanan itu. Sampai benar-benar bagus omsetnya.

Begitulah abah dan ibu saya. Tak pernah berhenti berkarya. Agar bisa mencukupi kebutuhan anak-anak yatim di pesantrennya. Yang saat ini berjumlah 220 santri.

Alhamdulillah. Saya bersyukur. Bisa melihat kedua orang tua saya: sehat dan bahagia. ***

Penulis: T Rahman
Editor: Joko Intarto

Tags: bumi damai al hidayahcerita mudikjayakartanewsmudikpesantren bumi damai al hidayahpesantren di batu
Share206Tweet129
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version