Membangun dengan Konstruksi Berkelanjutan

 Membangun dengan Konstruksi Berkelanjutan

KONSTRUKSI berkelanjutan di Asia Pasifik memiliki makna tersendiri bagi pembangunan untuk masyarakat. Ini jelas terlihat dari berbagai proyek yang memenangkan hadiah di LafargeHolcim Awards untuk Asia Pasifik yang diserahkan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 23 November 2017 lalu.

Tiga proyek dari Indonesia membawa pulang masing-masing Silver Award dalam kategori utama, Acknowledgement Award dan Next Generation Award yang berfokus pada peningkatan kualitas edukasimelalui keterlibatan masyarakat dan meningkatkan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.

Kriteria kompetisi berhadiah total USD 2 juta ini sama menantangnya dengan tujuan berkelanjutan itu sendiri. Kompetisi ini mencari proyek di tingkat desain lanjutan, bukan karya akhir.

Kompetisi ini memberikan pengakuan terhadap desain yang melampaui standar saat ini, menonjolkan respons berkelanjutan atas berbagai isu teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya yang memengaruhi konstruksi kontemporer, dan menawarkan solusi visioner terhadap cara kita membangun.

Tahap pertama kompetisi LafargeHolcim Awards diadakan di lima wilayah, dan pemenang di masing-masing wilayah akan maju ke tahap global. Kompetisi di wilayah Asia Pasifik secara khusus, mewakili beragam budaya, negara, dan iklim. Ini tercermin padalebih dari 1.100 proyek yang ikut serta dalam kompetisi ini.

Anggota Juri Marc Angélil, Profesor Arsitektur dan Desain di Swiss Federal Institute of Technology (ETH Zurich), mengomentari bagaimana “berbagai target isu” untuk konstruksi berkelanjutan, yang ditetapkan oleh LafargeHolcim Foundation dan universitas afiliasinya, memungkinkan proyek yang beragam tersebut dikompetisikan dan diberikan peringkat.

Gold Award: Rumah untuk anak-anak termarjinalkan di India atArchitecture dari Mumbai, India, berencana untuk mengganti rumah singgah yang kurang memadai untuk anak-anak termarjinalkan di Thane, kota di bagian Barat India.

Dengan konsep bangunan yang dikembangkan dengan baik dan desain yang ramah anak, proyek ini menerapkan aspekkeberlanjutan dalam arsitektur dan sosial. Rumah singgah ini juga menyediakan aktivitas untuk para manula, pelatihan pengembangan kaum wanita, dan ruang balita.

Silver Award: Perpustakaan mikro di Indonesia. Promosi dan diseminasi pengetahuan adalah tema yang sering muncul dalam kompetisi LafargeHolcim Awards – dan kali ini kembali dikemukakan dalam proyek SHAU dari Bandung, Indonesia.

Proyek paviliun mereka berlokasi di sebuah taman dengan desain minimalis dan teratur dengan baik – tidak hanya menyediakan perpustakaan umum, tetapi juga fasilitas penyimpanan, toilet umum, dan musala. Bronze Award: Bangunan universitas mengapung di Bangladesh. WOHA dari Singapura ingin memperkenalkan bangunan dan ruang terbuka di lahan rawa yang telah diolah di Dhaka, Bangladesh.

Mereka merancang bangunan universitas yang mengapung di atas kolam – dan desain keseluruhan yang membantu proses pembersihan kolam. Dengan fasad taman vertikal, panel fotovoltaik, dan ventilasi terkontrol, proyek ini bisa menjadi modeluntuk keberlanjutan di kawasan Asia Pasifik. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *