Kepercayaan Besar Letjen TNI Doni Monardo Membuat Lebih Hati-hati (Bagian 4-Habis)

 Kepercayaan Besar Letjen TNI Doni Monardo Membuat Lebih Hati-hati (Bagian 4-Habis)

Doni Monardo dan Aqua Dwipayana. (ist)

Oleh Aqua Dwipayana

Setelah pertemuan pertama dengan Letjen TNI Doni Monardo pada Selasa (10/6/2010) saat serah terima jabatan Danrem 061/Suryakancana Bogor di Korem Bogor, kami intens komunikasi. Hubungan kami semakin akrab, seperti kakak dan adik. Dari waktu ke waktu tambah banyak amanah yang saya dapatkan dari kakek Arfazza Wimeka Wibisono itu. Semua kepercayaan besar tersebut membuat saya lebih hati-hati. Selalu berusaha maksimal agar Doni tidak kecewa dan puas dengan hasilnya.

Amanah pertama saya dapatkan ketika Doni akan memberikan pembekalan kepada prajuritnya yang akan pensiun. Masing-masing membawa istrinya agar dapat ilmu dan pengalaman yang sama.

“Saya minta Pak Aqua sebagai pembicaranya. Tolong para prajurit saya dan istrinya dimotivasi agar tetap semangat saat pensiun. Mengisi waktunya dengan berbagai aktivitas yang produktif,” ujar Doni.

Saya senang sekali mendapat amanah tersebut. Apalagi pembicaranya hanya beberapa orang dan Doni sendiri yang memilihnya. Jadi sangat selektif.

“Uda Doni, saya insya ALLAH siap sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajaran Uda Doni. Itu suatu kehormatan buat saya. Cuma ada syaratnya yaitu saya tidak mau diberi apa-apa kecuali plakat. Hal tersebut sudah komitmen saya,” ungkap saya.

Mendengar itu Doni kaget. Apalagi mungkin jarang mendengarkan ada pembicara profesional yang sharing tapi tidak mau diberi apa-apa kecuali plakat sebagai kenang-kenangan.

Saya jelaskan ke suami dari Santi Monardo bahwa itu sudah komitmen saya. Wujud pengabdian saya sebagai rakyat Indonesia untuk membantu soliditas TNI – Polri dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagus Pak Aqua. Keputusan Bapak itu sangat saya hargai. Teruslah konsisten berbuat baik ke banyak orang dan institusi,” pesan Bapak dari Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo.

Doni Monardo dan Aqua Dwipayana. (ist)

Lima Jam di Bali Motivasi 2.000 Anggota Paspampres yang Kawal KTT APEC

Selama Doni mendapat amanah sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2012 – 2014 kami sering ketemu. Saya rajin ke kantornya untuk diskusi dan olahraga narik ban bersama Doni. Biasanya pagi atau sore.

Sesudah olahraga itu, kami bersama-sama ke rumah dinasnya di komplek Paspampres. Doni mempersilakan saya untuk mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya.

“Silakan mandi di sini saja Pak Aqua. Saya di sini sendirian. Santi sama anak-anak di rumah Bumi Serpong Damai,” ujar laki-laki yang jago komunikasi tersebut.

Doni beberapa kali mengundang saya untuk sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya di Paspampres. Sekali sesi jumlahnya lebih dari 1.500 orang.

Salah satu menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Nusa Dua Bali pada 5 – 7 Oktober 2013. Beberapa hari sebelum acara, mendadak Doni kontak saya. Minta segera ke Bali untuk memotivasi semua anggota Paspampres yang tugas di acara tersebut.

Ketika itu saya sedang berada di Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara untuk sharing Komunikasi dan Motivasi. Dalam rangkaian acara keliling Maluku dan Maluku Utara atas undangan Pangdam XVI/Pattimura (waktu itu) Mayjen TNI Eko Wiratmoko. Total pesertanya sekitar 14 ribu orang sebanyak 18 sesi.

Saya langsung terbang ke Bali vie Ternate dan Makassar. Hanya sekitar 5 jam di Bali dengan agenda satu-satunya memotivasi sekitar 2.000 anggota Paspampres yang tugas di KTT APEC. Setelah itu saya balik ke Maluku Utara melanjutkan tugas dari Eko.

Ketika Doni jadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 5 September 2014 – 25 Juli 2015 saya sering diundang di berbagai kegiatan pasukan elit itu. Diantaranya sebagai pembicara pada Rapim Kopassus awal 2015 di Makopassus Cijantung. Saat itu saya hadir bersama seorang promotor S3 Dr Edwin Rizal.

“Pak Edwin, Pak Aqua Dwipayana hari ini sengaja saya undang sebagai pakar Komunikasi untuk memberikan pencerahan ke jajaran saya. Beliau sudah layak untuk jadi doktor Komunikasi. Tolong Pak Edwin bantu agar kuliah S3-nya segera tuntas,” ujar Doni yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

Saat Ulang Tahun Ke-63 Kopassus di Makopassus Cijantung, Jakarta Timur, pada 16 April 2015 Doni juga melibatkan saya. Beliau meminta saya untuk mengoreksi draft sambutannya. Juga membantu untuk urusan lainnya.

Alhamdulillah berbagai masukan yang saya sampaikan ke Doni terutama kerjasama dengan pihak ketiga didukung sepenuhnya oleh Doni. “Silakan Pak Aqua tindak lanjuti. Itu ide yang bagus,” kata Doni.

Mendamping Letjen TNI Doni Monardo menemui Managing Director Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi (no 2 dari kanan) dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto (paling kanan) di Graha BNPB Jakarta. (ist)

Dua Kali Mendadak ke Ambon, Hanya Beberapa Jam Terus Kembali ke Jakarta

Ketika Doni jadi Pangdam XVI/Pattimura (25 Juli 2015 – 27 Oktober 2017) saya sering ke Ambon. Selain silaturahim, Doni mengundang saya sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya.

Ada hal menarik awal 2016. Waktu itu Doni mendadak minta saya jadi narasumber pada Rapim Kodam XVI/Pattimura. Sementara jadwal saya padat sekali, nyaris tidak bisa memenuhi undangan Doni. Namun saya tidak mau mengecewakan Doni.

Akhirnya saya menegosiasiakan jadwalnya ke Doni. Minta sebagai pembicara pertama pada Senin pagi. Alhamdulillah Doni setuju.

Minggu malam dari Jakarta. Begitu Senin pagi mendarat di Bandara Pattimura Ambon, langsung ke kantor Doni. Mandi dan sarapan. Setelah itu sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya. Siangnya sekitar pukul 13.00 Wita kembali Jakarta. Saya hanya sekitar 5 jam di Ambon.

Alhamdulillah acaranya lancar. Doni puas sekali. “Makasih banyak Pak Aqua untuk waktu dan sharingnya. Bapak lumayan lelah ya karena hanya sebentar di Ambon, terus balik lagi. Tidak sempat istirahat,” ujar Doni.

Setahun kemudian tepatnya Rabu (27/9/2020) saat saya sedang di Manokwari, Papua Barat, tiba-tiba Doni kontak. Menanyakan posisi saya dan mau mengundang ke Ambon.

“Pak Aqua sedang di mana? Jumat lusa (29/9/2020) saya ada jam komandan. Mengumpulkan sekitar 2.000 prajurit TNI dan Polri. Tolong Pak Aqua yang mengisinya,” kata mantan penggemar olahraga lari dan renang itu.

Kepada Doni, saya infokan sedang di Manokwari. Jumat lusa pagi sharing Komunikasi dan Motivasi di Polres Sorong Kota yang tempatnya di Aula Samu Siret Kantor Walikota Sorong. Setelah itu langsung ke Ambon.

Hari Jumat siang tersebut saya sharing Komunikasi dan Motivasi sekitar 2 jam. Tempatnya di rumah dinas Pangdam XVI/Pattimura. Memaanfaatkan waktu transit. Sorenya via Surabaya kembali ke Jakarta.

Selama Doni jadi Pangdam III/Siliwangi (27 Oktober 2017 – 19 Maret 2018), Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (14 Maret 2018 – 27 Mei 2019), dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 9 Januari 2019 sampai sekarang saya terus komunikasi dengan Doni. Apa pun saya lakukan untuk membantu tugas-tugas Doni.

Terakhir Jumat hari ini (15/5/2020) saya mendampingi Doni di Graha BNPB Jakarta menemui Managing Director Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto. Kami buka puasa bareng. Doni minta Lion Group melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Tolong Pak Aqua dampingi saya terus. Beri masukan jika ada yang perlu saya perbaiki. Makasih banyak Pak Aqua untuk semua bantuannya selama ini,” pungkas Doni. (*)

Letjen TNI Doni Monardo bersama pemilik Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Prof Suheimi (no 2 dari kiri).
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *