Kepercayaan Besar Letjen TNI Doni Monardo Membuat Lebih Hati-hati (Bagian 4-Habis)

Oleh Aqua Dwipayana

Setelah pertemuan pertama dengan Letjen TNI Doni Monardo pada Selasa (10/6/2010) saat serah terima jabatan Danrem 061/Suryakancana Bogor di Korem Bogor, kami intens komunikasi. Hubungan kami semakin akrab, seperti kakak dan adik. Dari waktu ke waktu tambah banyak amanah yang saya dapatkan dari kakek Arfazza Wimeka Wibisono itu. Semua kepercayaan besar tersebut membuat saya lebih hati-hati. Selalu berusaha maksimal agar Doni tidak kecewa dan puas dengan hasilnya.

Amanah pertama saya dapatkan ketika Doni akan memberikan pembekalan kepada prajuritnya yang akan pensiun. Masing-masing membawa istrinya agar dapat ilmu dan pengalaman yang sama.

“Saya minta Pak Aqua sebagai pembicaranya. Tolong para prajurit saya dan istrinya dimotivasi agar tetap semangat saat pensiun. Mengisi waktunya dengan berbagai aktivitas yang produktif,” ujar Doni.

Saya senang sekali mendapat amanah tersebut. Apalagi pembicaranya hanya beberapa orang dan Doni sendiri yang memilihnya. Jadi sangat selektif.

“Uda Doni, saya insya ALLAH siap sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajaran Uda Doni. Itu suatu kehormatan buat saya. Cuma ada syaratnya yaitu saya tidak mau diberi apa-apa kecuali plakat. Hal tersebut sudah komitmen saya,” ungkap saya.

Mendengar itu Doni kaget. Apalagi mungkin jarang mendengarkan ada pembicara profesional yang sharing tapi tidak mau diberi apa-apa kecuali plakat sebagai kenang-kenangan.

Saya jelaskan ke suami dari Santi Monardo bahwa itu sudah komitmen saya. Wujud pengabdian saya sebagai rakyat Indonesia untuk membantu soliditas TNI – Polri dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagus Pak Aqua. Keputusan Bapak itu sangat saya hargai. Teruslah konsisten berbuat baik ke banyak orang dan institusi,” pesan Bapak dari Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo.

Doni Monardo dan Aqua Dwipayana. (ist)

Lima Jam di Bali Motivasi 2.000 Anggota Paspampres yang Kawal KTT APEC

Selama Doni mendapat amanah sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2012 – 2014 kami sering ketemu. Saya rajin ke kantornya untuk diskusi dan olahraga narik ban bersama Doni. Biasanya pagi atau sore.

Sesudah olahraga itu, kami bersama-sama ke rumah dinasnya di komplek Paspampres. Doni mempersilakan saya untuk mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya.

“Silakan mandi di sini saja Pak Aqua. Saya di sini sendirian. Santi sama anak-anak di rumah Bumi Serpong Damai,” ujar laki-laki yang jago komunikasi tersebut.

Doni beberapa kali mengundang saya untuk sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya di Paspampres. Sekali sesi jumlahnya lebih dari 1.500 orang.

Salah satu menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Nusa Dua Bali pada 5 – 7 Oktober 2013. Beberapa hari sebelum acara, mendadak Doni kontak saya. Minta segera ke Bali untuk memotivasi semua anggota Paspampres yang tugas di acara tersebut.

Ketika itu saya sedang berada di Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara untuk sharing Komunikasi dan Motivasi. Dalam rangkaian acara keliling Maluku dan Maluku Utara atas undangan Pangdam XVI/Pattimura (waktu itu) Mayjen TNI Eko Wiratmoko. Total pesertanya sekitar 14 ribu orang sebanyak 18 sesi.

Saya langsung terbang ke Bali vie Ternate dan Makassar. Hanya sekitar 5 jam di Bali dengan agenda satu-satunya memotivasi sekitar 2.000 anggota Paspampres yang tugas di KTT APEC. Setelah itu saya balik ke Maluku Utara melanjutkan tugas dari Eko.

Ketika Doni jadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 5 September 2014 – 25 Juli 2015 saya sering diundang di berbagai kegiatan pasukan elit itu. Diantaranya sebagai pembicara pada Rapim Kopassus awal 2015 di Makopassus Cijantung. Saat itu saya hadir bersama seorang promotor S3 Dr Edwin Rizal.

“Pak Edwin, Pak Aqua Dwipayana hari ini sengaja saya undang sebagai pakar Komunikasi untuk memberikan pencerahan ke jajaran saya. Beliau sudah layak untuk jadi doktor Komunikasi. Tolong Pak Edwin bantu agar kuliah S3-nya segera tuntas,” ujar Doni yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

Saat Ulang Tahun Ke-63 Kopassus di Makopassus Cijantung, Jakarta Timur, pada 16 April 2015 Doni juga melibatkan saya. Beliau meminta saya untuk mengoreksi draft sambutannya. Juga membantu untuk urusan lainnya.

Alhamdulillah berbagai masukan yang saya sampaikan ke Doni terutama kerjasama dengan pihak ketiga didukung sepenuhnya oleh Doni. “Silakan Pak Aqua tindak lanjuti. Itu ide yang bagus,” kata Doni.

Mendamping Letjen TNI Doni Monardo menemui Managing Director Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi (no 2 dari kanan) dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto (paling kanan) di Graha BNPB Jakarta. (ist)

Dua Kali Mendadak ke Ambon, Hanya Beberapa Jam Terus Kembali ke Jakarta

Ketika Doni jadi Pangdam XVI/Pattimura (25 Juli 2015 – 27 Oktober 2017) saya sering ke Ambon. Selain silaturahim, Doni mengundang saya sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya.

Ada hal menarik awal 2016. Waktu itu Doni mendadak minta saya jadi narasumber pada Rapim Kodam XVI/Pattimura. Sementara jadwal saya padat sekali, nyaris tidak bisa memenuhi undangan Doni. Namun saya tidak mau mengecewakan Doni.

Akhirnya saya menegosiasiakan jadwalnya ke Doni. Minta sebagai pembicara pertama pada Senin pagi. Alhamdulillah Doni setuju.

Minggu malam dari Jakarta. Begitu Senin pagi mendarat di Bandara Pattimura Ambon, langsung ke kantor Doni. Mandi dan sarapan. Setelah itu sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya. Siangnya sekitar pukul 13.00 Wita kembali Jakarta. Saya hanya sekitar 5 jam di Ambon.

Alhamdulillah acaranya lancar. Doni puas sekali. “Makasih banyak Pak Aqua untuk waktu dan sharingnya. Bapak lumayan lelah ya karena hanya sebentar di Ambon, terus balik lagi. Tidak sempat istirahat,” ujar Doni.

Setahun kemudian tepatnya Rabu (27/9/2020) saat saya sedang di Manokwari, Papua Barat, tiba-tiba Doni kontak. Menanyakan posisi saya dan mau mengundang ke Ambon.

“Pak Aqua sedang di mana? Jumat lusa (29/9/2020) saya ada jam komandan. Mengumpulkan sekitar 2.000 prajurit TNI dan Polri. Tolong Pak Aqua yang mengisinya,” kata mantan penggemar olahraga lari dan renang itu.

Kepada Doni, saya infokan sedang di Manokwari. Jumat lusa pagi sharing Komunikasi dan Motivasi di Polres Sorong Kota yang tempatnya di Aula Samu Siret Kantor Walikota Sorong. Setelah itu langsung ke Ambon.

Hari Jumat siang tersebut saya sharing Komunikasi dan Motivasi sekitar 2 jam. Tempatnya di rumah dinas Pangdam XVI/Pattimura. Memaanfaatkan waktu transit. Sorenya via Surabaya kembali ke Jakarta.

Selama Doni jadi Pangdam III/Siliwangi (27 Oktober 2017 – 19 Maret 2018), Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (14 Maret 2018 – 27 Mei 2019), dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 9 Januari 2019 sampai sekarang saya terus komunikasi dengan Doni. Apa pun saya lakukan untuk membantu tugas-tugas Doni.

Terakhir Jumat hari ini (15/5/2020) saya mendampingi Doni di Graha BNPB Jakarta menemui Managing Director Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto. Kami buka puasa bareng. Doni minta Lion Group melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Tolong Pak Aqua dampingi saya terus. Beri masukan jika ada yang perlu saya perbaiki. Makasih banyak Pak Aqua untuk semua bantuannya selama ini,” pungkas Doni. (*)

Letjen TNI Doni Monardo bersama pemilik Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Prof Suheimi (no 2 dari kiri).

Doni dan Santi Senang Azel Keliling Indonesia dan Bersyukur Alka Masuk Akmil (Bagian 3)

Oleh Aqua Dwipayana

Saat masih menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspamres) pada 2014, Letjen TNI Doni Monardo dan istrinya tidak pernah membayangkan putra bungsunya Adelwin Azel Monardo yang akrab dipanggil Azel akan keliling Indonesia. Apalagi Azel yang waktu itu berusia 11 tahun merupakan anak manja yang tidak pernah sekalipun berpisah dari orang tuanya.

“Pak Aqua, tolong Ero dan Hilman mengajak Azel untuk bersama-sama keliling Indonesia. Jika itu bisa dilakukan saya sangat mengapresiasi mereka,” ujar Doni ketika itu saat tahu Ero dan Hilman mengisi liburan mereka dengan mendatangi 34 provinsi di Indonesia.

Ero yang dimaksudnya adalah Savero Karamiveta Dwipayana, putra bungsu saya. Ketika itu Ero berusia 14 tahun. Sedangkan Hilman yang berusia 19 tahun nama lengkapnya Farizan Hilman Razie. Meski beda usia sekitar 5 tahun namun mereka bersahabat akrab.

Mereka memulai perjalanannya pada Senin sore (19/5/2014) tepatnya pukul 17.30 dari Titik nol di Pulau Sabang, Nangro Aceh Darussalam (NAD). Tekadnya waktu itu “menaklukkan” 34 provinsi dalam waktu sekitar 2 bulan.

Perjalanan itu memanfaat waktu liburan sekolah. Mereka ingin mengisi waktunya dengan kegiatan produktif sekaligus lebih mengenal Tanah Air.

Sebagian besar perjalanannya jalan darat. Menggunakan kendaraan umum. Untuk menghemat waktu perpindahan dari satu pulau ke pulau besar naik pesawat. Sriwijaya Air Group yang mensponsorinya.

“Bro Aqua butuh berapa tiket dan rutenya ke mana saja? Tolong hubungi Bu Gab untuk disiapkan tiketnya. Bilang saja sudah ijin saya,” ujar pemilik sekaligus menjabat Presiden Direktur Sriwijaya Air Group Chandra Lie.

Gab yang dimaksud adalah Gabriella Sonia Bongoro. Beliau orang kepercayaan Chandra. Jabatannya Direktur Keuangan Sriwijaya Air Group.

Setelah saya infokan ke Gab kebutuhan tiket pesawat dan rutenya, tiketnya disiapkan. Seluruhnya kelas bisnis dan sepenuhnya diuruskan para District Manager tempat akan naik pesawatnya. Layanannya memuaskan sekali.

Sementara BCA mensponsori angkutan darat selama di Jawa hingga Bali. Teman dekat saya Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja yang membantu. Stafnya menyiapkan mobil dan sopir untuk keperluan itu.

Ero dan Hilman Berhasil Mengajak Azel Sampai Merauke, Papua

Kembali pada pesan Doni, saya menyampaikannya ke Ero dan Hilman. Mereka semangat sekali menerima tantangan Doni. Ingin membuktikan bahwa mereka berhasil mengajak Azel keliling Indonesia.

Berkali-kali mereka komunikasi sama Azel dan gagal mengajak ikut bersama mereka. Ero dan Hilman tidak patah semangat. Terus mencoba dan yakin berhasil.

Ternyata keyakinan mereka terbukti. Azel mau bergabung di Solo dengan syarat hanya sampai Bali saja. Setelah itu akan balik ke Jakarta.

“Tidak apa-apa Azel. Kami senang Azel mau jalan bareng kami,” ujar Ero dan Hilman.

Azel (baru kotak-kotak) dan Alka (pakaian Taruna Akmil).

Doni dan Santi senang karena putra bungsu mereka akhirnya mau gabung dengan Ero. Pengalaman Azel tambah dan liburan sekolahnya diisi dengan kegiatan produktif.

“Terima kasih Pak Aqua, akhirnya Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel. Semoga perjalanan mereka lancar,” kata Doni.

Azel dijemput di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. Perjalanan tiga sekawan itu dimulai. Mereka kompak sekali.

Ero dan Hilman menganggap Azel seperti adiknya sendiri. Hal tersebut membuat siswa kelas 6 SD Al Azhar BSD itu jadi betah. Rencana semula sampai Bali dilupakan Azel.

“Pak Aqua kalau Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel sampai Merauke, Papua Barat, saya kagum pada mereka. Saya anggap mereka hebat,” ungkap Doni.

Alhamdulillah Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel sampai Merauke, Papua. Bahkan waktu itu saat jumpa pers dengan banyak wartawan, Azel dengan lantang menyampaikan pemikirannya.

“Para generasi muda harus serius melestarikan lingkungan. Salah satunya dengan rajin menanam pohon dan merawatnya,” tegas Azel.

Selama perjalanan mereka bertemu dengan tokoh dan generasi muda. Melakukan diskusi dan menanam pohon. Jumlahnya ribuan yang merupakan bantuan dari Paguyuban Budiasi.

“Terima kasih kepada Ero dan Hilman yang telah sukses mengajak Azel keliling Indonesia. Semua pengalaman ke berbagai provinsi itu sangat bermanfaat buat Azel,” kata Doni.

Setelah Dua Kali Ujian Alka Diterima Masuk Akmil

Pada 2016, tiba-tiba Doni dikagetkan dengan keinginan putra keduanya Reizalka Dwika Monardo yang akrab dipanggil Alka untuk masuk Akademi Militer (Akmil). Saat Alka menyampaikan itu, awalnya Doni tidak yakin sebab sebelumnya tidak ada tanda-tanda ke arah sana.

Waktu itu Doni menjabat Pangdam XVI/Pattimura yang berkedudukan di Ambon, Maluku. Begitu Alka menyampaikan keseriusannya Doni mengijinkannya. Namun sebelumnya bicara hal-hal yang pahit dan konsekuensi masuk Akmil.

Doni juga menegaskan bahwa masuk Akmil tidak mudah. Perlu persiapan, perjuangan, dan pengorbanan. “Alka harus siap semua itu kalau serius mau masuk Akmil. Semuanya tergantung kesiapan Alka,” tegas Doni.

Kemudian Doni menyampaikan secara detil persiapan yang harus dilakukan Alka. Juga mendukung hal-hal yang dibutuhkan Alka terkait itu.

Ternyata belum rejeki Alka. Setelah berjuang saat persiapan dan ujian, alumni SMA Presiden di Cikarang, Bekasi itu, tidak lulus. Alka kecewa sekali.

Bagi Doni itu pelajaran sangat berharga dari Allah SWT buat Alka. Sekaligus membuktikan bahwa meski ayahnya Pangdam, anaknya belum tentu bisa diterima masuk Akmil.

Doni menyemangati Alka agar mempersiapkan diri lebih baik jauh-jauh hari untuk kembali ujian masuk Akmil. Belajar dari kegagalannya sehingga 2017 diterima di Akmil.

Alka semangat sekali. Upayanya tidak sia-sia. Saat ujian pada 2017 Alka dinyatakan lulus dan lolos. Dia bahagia sekali. Doni dan Santi sangat bersyukur dan senang banget atas keberhasilan putra mereka.

“Saya sengaja sama sekali membiarkan Alka berjuang sendiri agar dia tahu masuk Akmil itu tidak mudah. Juga supaya Alka lebih percaya diri dengan kemampuannya sendiri,” pungkas Doni dengan penuh rasa syukur. (Bersambung)

Pesan Indah dan Kejutan Istimewa dari Istri Tercinta untuk Letjen TNI Doni Monardo (Bagian 2)

Oleh Aqua Dwipayana

Guratan lelah di wajahmu membuatku mengerti akan kerasnya perjuangan hidup. Duduklah sejenak sayang bersamaku karena hari ini adalah hari ulang tahunmu. Yaumil milad suamiku tersayang…

Barrakallahu fii umriik.

Barrakallahu fii rizki.

Barrakallahu fii afiat.

_Barrakallahu fiiddun’ya wal akherat.

Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin… InsyaAllah aku akan setia menemani di setiap langkahmu.❤️??

Pesan indah di atas ditulis dengan penuh kasih dan cinta oleh Santi Monardo. Dipersembahkan khusus untuk suami tercinta Letjen TNI Doni Monardo yang hari ini Minggu (10/5/2020) genap berusia 57 tahun.

Ibu tiga anak dan nenek dari satu cucu itu mencurahkan perasaannya. Di tengah pandemi Covid-19 yang membuatnya sudah 8 minggu lebih tidak bersama suami tercinta. Waktu, tenaga, dan pikiran Doni sepenuhnya tercurahkan untuk melawan Covid-19.

Presiden Joko Widodo menunjuk Doni menjadi Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dibentuk Jumat (13/3/2020). Sehari kemudian, tepatnya Sabtu (14/3/2020) Doni secara totalitas mulai memimpin perang melawan Covid-19.

Tidak tanggung-tanggung, sejak itu Doni memutuskan untuk tidur di kantor. Istirahatnya hanya 3 sampai 4 jam sehari. Fokus pada amanah yang diberikan Presiden Jokowi kepadanya. Tekad dan targetnya menang melawan Covid-19.

Doni Monardo bersama istri, anak, dan cucu. (ist)

Fokus Urus Covid-19 Doni Jarang Ketemu keluarga

Mulai saat itu pula Doni jarang ketemu Santi dan putra bungsunya Adelwin Azel Monardo yang masih tinggal bersama sama mereka. Rumah mereka di Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan, Banten.

Mereka jumpa bisa dihitung dengan jari. Mungkin baru dua kali. Itu pun Santi yang datang Ke kantor Doni di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jl Pramuka No. 38 Jakarta Timur.

Kedatangan Santi pertama kali pada Sabtu sore (18/4/2020). Waktu itu selain melepas rindu sama suami tercinta, juga mau mengucapkan Selamat memasuki bulan suci Ramadhan. Sekaligus mohon maaf lahir dan batin. Kedua, Sabtu kemarin (9/5/2020).

Dua anak Doni lainnya tinggal terpisah. Si sulung Azzianti Riani Monardo bersama suaminya Kapten Inf Mochammad Arief Wibisono di komplek Perumahan Kopassus Cijantung, Jakarta timur. Arief menjabat sebagai Perwira Intel Santuan 81 Kopassus. Mereka dikaruniai satu putra Arfazza Wimeka Wibisono yang mau berusia 2 tahun.

Sedangkan putra nomor dua Reizalka Dwika Monardo sekarang Taruna Tingkat 3 di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Doni meminta anak pewaris karir militernya itu untuk tinggal di sana selama Covid-19.

Doni Monardo bersama keluarga. (ist)

Kejutan Santi Sangat Menyentuh, Yakin Doni Terharu dan Menangis

Rencananya syukuran sederhana ulang tahun Doni dilakukan sore ini di Graha BNPB saat buka puasa khusus di lingkungan terbatas. Santi bersama putra bungsu serta Arief sekeluarga akan hadir.

Saat acara syukuran itu, Santi akan memberikan kejutan istimewa. Tadi pagi selesai sholat Subuh, ketika kami komunikasi, Santi sudah “membocorkannya” ke saya.

“Pak Aqua, Ini kejutan istimewa khusus untuk si abang dari saya. Insya ALLAH disampaikan saat acara surprise sore ini,” jelas Santi. Si abang yang dimaksud adalah panggilan sehari-hari ke Doni.

Setelah mengetahui kejutan itu, saya langsung merespon. “Keren banget Uni SANTI. Sangat menyentuh. Saya yakin Uda DONI terharu n nangis saat Uni memberikannya. Makasih banyak Uni SANTI.??????”

Selain kejutan itu, Santi juga akan membawakan makanan kesukaan Doni yang dibuatnya sendiri dengan penuh cinta. Namun Santi merahasiakannya.

Sedangkan Sabtu kemarin Santi sudah membawakan makan yang paling disukai Doni yaitu ikan segar dari Ambon, Maluku. Sebagai pengganti santan, perempuan yang pintar masak itu biasanya pakai fiber cream.

Bagaimana perasaan Santi dengan ulang tahunnya Doni hari ini? “Saya bersama anak-anak, menantu, dan cucu alhamdulillah tetap bersyukur bahwa abang diberikan kesehatan dan keselamatan oleh ALLAH SWT. Meski sekarang sedang sibuk mengurusi Covid-19 namun kasih sayangnya untuk keluarga sama sekali tidak berkurang. Semoga ALLAH SWT memberikan yang terbaik untuk abang dalam menjalankan tugasnya dan kami segera bisa berkumpul kembali di rumah. Aamiin allahumma aamiin… Terima kasih Pak Aqua.”

Santi dan Doni menikah di Pasaman, Sumatera Barat, pada Jumat Kita menikah (3/7/1992). Waktu itu papanya Papa Kolonel Arm Taufik Martha menjabat Bupati Pasaman selama dua periode. Sedangkan Ibunya almarhumah Yuliarmi.

Setelah menikah semakin lama rasa sayang dan cinta Santi ke Doni bertambah besar. Perempuan sederhana ini merasakan tiga kelebihan Doni yang membuatnya makin mengasihi Doni.

“Paling saya sukai dari abang ada tiga yaitu orangnya penyayang, sabar, dan nggak pelit.?” Pungkas Santi. Alhamdulillah…

Selamat merayakan syukuran ulang tahun Doni ke-57. Semoga membuat Doni tambah semangat sebagai Panglima Perang melawan Covid-19. Aamiin ya robbal aalamiin…. (BERSAMBUNG)

Selamat Ulang Tahun ke-57 Jenderal Doni Monardo (Bagian 1)

Oleh Aqua Dwipayana

“Uda Doni, saya sekeluarga mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-57. Tetap semangat ya. Meski kali ini suasananya berbeda karena tidak berada di tengah-tengah keluarga tercinta yang setiap saat selalu menantikan kepulangan Uda Doni. Semoga Uda Doni selalu mendapatkan yang terbaik dari ALLAH SWT dan diberi kekuatan sebagai Panglima Perang memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga tuntas memenangkan “peperangan” ini. Semua itu kelak sebagai hadiah istimewa buat bangsa dan negara Indonesia. Aamiin ya robbal aalamiin…” Demikian ucapan yang sekitar pukul 00.10 Minggu dini hari (10/5/2020) tadi saya sampaikan lewat telefon kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Hari ini, Minggu (10/5/2020) atau hari ke-17 Ramadhan 1441 H, Doni genap berusia 57 tahun. Biasanya menjelang detik-detik ulang tahunnya ditemani keluarga minimal istri tercinta Santi Monardo. Namun kali ini kondisinya berbeda.

Sejak Presiden Joko Widodo menunjuk Doni sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni mulai tidur di kantor, sama sekali tidak pernah pulang ke rumahnya di Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan, Banten. Tujuannya agar fokus. Semua waktu, pikiran, dan tenaganya sepenuhnya tercurah “melawan” Covid-19.

Sabtu (9/5/2020) kemarin Doni genap 8 minggu tidur di kantor. Dalam waktu yang hampir 2 bulan ini istirahatnya setiap hari hanya 3 sampa 4 jam saja. Tidurnya dini hari dan bangun saat sahur.

Begitu bangun sampai tidur lagi, agendanya selalu padat. Selain rapat menggunakan online dan memimpin pertemuan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hampir setiap saat menerima telefon dan WA. Satu-persatu direspon Doni. Sekali-kali melaksanakan jumpa pers.

“Sudah ngga sempat olahraga Pak Aqua. Waktunya sepenuhnya dicurahkan untuk mengurusi Covid-19,” ujar Doni beberapa minggu lalu saat saya singgung tentang kebiasaannya tersebut.

Biasanya sesibuk-sibuknya, Doni masih menyempatkan olahraga. Favoritnya adalah lari pagi dan berenang. Kebiasaan itu sudah puluhan tahun dilaksanakannya di mana pun bertugas.

Doni Menyemangati Ero dan Tim, Ibarat Panglima Perang dan Prajuritnya

Saya karena sudah tahu ritme kerja Bapak tiga anak dan satu cucu itu di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, biasanya komunikasi sama Doni malam hari, dini hari, atau pagi hari. Kecuali kalau ada hal-hal yang sangat penting untuk didiskusikan, setiap saat saya kontak Doni dan kami ngobrol.

Saya terakhir ketemu Doni pada Rabu (6/5/2020) mulai buka puasa hingga pukul 23.30. Waktu itu bersama Ero.

Sedangkan Ero yang Sabtu kemarin seharian di BNPB – mulai dari pagi sampai malam – seusai buka puasa menemui Doni. Begitu saya sampaikan ke Doni bahwa Ero sedang kerja di lantai 12 bersama Timnya, Doni langsung memerintahkan ajudannya untuk memanggil Ero dan teman-temannya ke ruangan Doni.

Mereka ngobrol santai terkait dengan tugas-tugas yang sedang dilaksakan. Selain itu Doni menyemangati mereka. Pertemuan itu ibarat Panglima Perang dan prajuritnya.

Terpenting Optimal Berkarya, Keyakinan yang Kuat Menang Melawan Covid-19

Saat tadi saya tanya perasaan Doni hari ini genap 57 tahun, kakek dari Arfazza Wimeka Wibisono itu mengatakan, “Alhamdulillah Pak Aqua. Insya ALLAH saya masih bisa mengabdi setahun lagi sampai tahun depan, sebelum saya pensiun.”

Merespon itu saya sampaikan bahwa sebagai jenderal di TNI usia pensiun Doni memang sampai 58 atau tahun depan. Namun bangsa dan negara setelah itu masih tetap membutuhkan pengabdiannya termasuk waktu, tenaga, dan pikirannya.

Seperti biasa ayah dari Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo itu dengan rendah hati mengatakan tidak ada ambisi untuk mendapatkan jabatan. Baginya yang terpenting adalah optimal berkarya.

Doni sangat yakin bahwa setiap orang apapun pekerjaannya bakal dikenang karena karya-karyanya bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang sepanjang masa. Kondisinya berbeda dengan jabatan yang ada batas waktunya.

Terlepas dari semua itu, ulang tahun ke-57 ini akan dikenang terus sepanjang masa oleh Doni dan keluarga serta sahabat-sahabat dekatnya karena waktunya saat pandemi Covid-19. Di mana Doni menjadi Panglima Perangnya.

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun ke-57 Jenderal Doni Monardo. Tetap semangat memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan keyakinan yang kuat memenangkan “peperangan” melawan Covid-19. Aamiin ya robbal aalamiin…. (Bersambung)

Cara Berkomunikasi ala Nabi Ibrahim

Oleh: Yunus Rizki

Orang yang pandai berkomunikasi sangat banyak. Orang yang senang berkunjung atau bersilaturahim, juga banyak sekali. Tapi, bisa jadi, tidak banyak orang yang hebat dapat menggabungkan keduanya. Berkomunikasi sekaligus merawat dan menjaga persaudaraan (silaturahim) dengan sangat baik. Tanpa pamrih!

Di antara orang yang sedikit, yang sukses menggabungkan aktivitas berkomunikasi dan bersilaturahim dengan sangat hebat itu, adalah Dr Aqua Dwipayana.

Sepertinya, Aqua Dwipayana begitu sukses mengelaborasi salah satu hadits Nabi Shallahu’alaihiWassalam.  Aqua Dwipayana menerapkan pada diri dan keluarga kemudian ditransfer ke masyarakat banyak.

Hadits riwayat Muttafaq’alaih dari jalur Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu itu, tercatat begini:

Bahwa Rasulullah Saw. bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.”

Itu kunci yang dipegang Aqua Dwipayana. Yakni, silaturahim. Karena silaturahim merupakan sarana untuk memperoleh ridho dan pahala dari sisi ALLAH SWT, sekaligus sebagai media untuk mendapatkan kelapangan rizki di dunia.

Komunikator yang Punya Kredibilitas Tinggi

The Power of Silaturahim adalah rahasia sukses dari ALLAH SWT. Pak Aqua sukses mengambil kekuatan itu.  Lalu, membagi rahasia sukses itu kepada masyarakat banyak. Tidak hanya di Indonesia. Tapi juga di puluhan negara di dunia.

Pak Aqua kerap bilang seperti ini :

“Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya oleh ALLAH dan dipanjangkan umurnya, maka  hendaklah mempererat dan menjaga  silaturahim dengan saudara-saudaranya dengan cara berbuat baik, menyayangi, dan tidak memutuskan persaudaraan dengan mereka. Terus berkomunikasi. Percayalah,

berkomunikasi yang baik dan bersilaturahim  akan dinilai sebagai shadaqah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.”

Institusi pemerintahan/BUMN, korporasi swasta, dan komunitas masyarakat profesional di dalam dan luar negeri, kerap mendatangkan Aqua Dwipayana sebagai pemotivator dan Pakar Komunikasi. Saat ini, beliau bahkan sedang roadshow di kantor-kantor BUMN PEGADAIAN se-Indonesia tentang pentingnya komunikasi untuk mencapai kesuksesan pribadi dan perusahaan.

Jadinya, Aqua Dwipayana adalah seorang Ustad dalam Majelis Kajian Komunikasi.

Pak Aqua Dwipayana, menurut saya, adalah Komunikator yang punya kredibilitas tinggi. Buktinya, sudah jutaan penerima pesan (komunikan) sangat percaya kepada sang penyampai pesan (Komunikator). Fatwa-fawa Aqua Dwipayana tentang bagaimana memanfaatkan komunikasi dan silaturahim sebagai jalan sukses, sudah banyak diikuti masyarakat, baik individu maupun lembaga.

Komunikasinya Efektif, Terukur, dan Mengerti Tujuan untuk Sukses

Saya mencermati juga, proses komunikasi antara Aqua Dwipayana dengan masyarakat penerima pesan (komunikan) adalah seperti proses komunikasi antara Nabi Ibrahim ‘alaihisalam dengan putranya Nabi Ismail ‘alaihisalam, yang tertuang dalam Ash-Shafat : 102.

Kesamaan apa? Komunikasinya Efektif, terukur, dan mengerti tujuan untuk sukses.

Lihat saja,

Meski perintah ALLAH SWT kepada Nabi Ibrahim sangat berat (mengorbankan putra yang dicintainya),, tapi cara berkomunikasi Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail sangat ekselen.

Nabi Ibrahim menyampaikan perintah ALLAH SWT yang datang dari mimpi itu dengan sangat efektif, terukur, dan memberi penjelasan yang mudah dimengerti.

Hasilnya sangat positif.

Nabi Ibrahim telah membuat Nabi Ismail mengerti tentang tujuan sukses, yakni menjalankan perintah ALLAH SWT.

Nah, dalam hemat saya, Aqua Dwipayana mengadopsi gaya berkomunikasi Nabi Ibrahim. Karena itulah, Aqua Dwipayana sangat dekat dengan ‘efek keberkahan’ dalam memberi ilmu tentang Komunikasi kepada banyak orang selama ini.

Begitulah Aqua Dwipayana yang saya kenal. Selalu ikhlas membagi sukses kepada siapa saja. Jiwa sosialnya juga sangat luar biasa. Super Dermawan. Salah satunya, meng-umroh-kan sahabat, kenalan, dan orang yang tidak mampu yang sebagian tidak dikenalnya. Jumlahnya sudah ratusan orang. Setiap tahun terus bertambah.

Aqua Dwipayana yang kini mendapat amanah sebagai Staf Ahli Ketum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu, selalu siap setiap saat  untuk membagi dan mengomunikasikan cara sukses. Cara untuk maju. Dan cara unuk berkembang. Beliau  membentuk kesamaan frame of reference (kerangka acuan) bagaimana agar hidup berkah dan sukses kemudian dipertegas dengan filed of experience (bidang pengalaman) pribadi seorang Aqua Dwipayana. ***

Penulis adalah wartawan senior yang bekerja sebagai redaktur di Koran Jakarta.

Berteman Tanpa Pamrih, Memudahkan Komunikasi

Banyak teman yang sampai sekarang termasuk saat acara Pegadaian Wilayah III Palembang Kamis malam ini (31/10/2019) di hotel Aryaduta Palembang, Sumsel, yang bertanya tentang kiat memiliki banyak teman dan mempertahankannya. Mereka selama ini mengamati aktivitas silaturahim yang saya lakukan.

Contohnya hari ini. Begitu tiba di Palembang dari Semarang dengan transit di Jakarta, saya langsung silaturahim ke teman-teman. Mereka yang semuanya pejabat adalah Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, Pinwil BNI Palembang Dodi Widjajanto, serta General Manager PLN Unit Wilayah Induk Sumsel, Jambi dan Bengkulu, Daryono. Juga ketemu Direktur salah satu anak perusahaan BRI Andik Eko Putro yang sedang tugas ke Sumsel.

Semuanya tadi pagi saya kontak lewat WA. Sesaat sebelum naik pesawat dari Semarang. Saya menginfokan mau ke Palembang dan ingin silaturahim ke mereka.

Alhamdulillah WA saya langsung direspon. Semuanya dengan senang hati mengatakan siap menerima saya.

Kenapa begitu mudahnya kontak mereka hanya lewat WA dan bisa langsung ketemu? Sementara banyak orang yang ingin jumpa teman-teman tersebut belum tentu bisa langsung diterima.

Bicaranya Lepas dan Nyaman Banget

Kemudahan itu saya rasakan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara. Bukan hanya sekarang, namun sejak lama.

Penyebab utama sehingga itu bisa terjadi – dengan mudah ketemu banyak orang – karena selama ini saya berteman sama mereka tanpa pamrih. Niatnya hanya silaturahim dan banyak belajar pada setiap orang yang ditemui. Hanya itu, tidak ada yang lain.

Timbal baliknya saya berniat membantu secara optimal dan tanpa pamrih setiap orang yang ditemui. Dengan begitu mereka merasa nyaman. Bahkan senang karena kehadiran saya ada manfaatnya buat mereka.

Semua itu membuat komunikasinya mudah. Tidak ada jarak. Setiap saat jika mau ketemu gampang sekali.

Hasilnya saat ngobrol sama sekali tidak ada beban. Bicaranya lepas dan nyaman banget. Malah membuat persahabatannya makin akrab. Alhamdulillah…

>>>Saat menghadiri acara Sinergi Dalam Harmoni yg dilaksanakan Pegadaian Wilayah III Palembang di Hotel Aryaduta Palembang yg dihadiri Dirut Pegadaian Kuswiyoto, saya ucapkan selamat berusaha mewujudkan pertemanan tanpa pamrih. Salam hormat buat keluarga. 22.30 31102019?<<<

Konten Memikat dan Marketing Cerdas Kunci Sukses Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi

Oleh: Fuad Aryanto (Cak Fu)

Assalamualaikum Bro Aqua. Alhamdulillah, ikut senang buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi cetak ulang. Edisi ke-7, 20 ribu eksemplar, dan pesanan pula! Jelas buku itu nanti tidak menumpuk di gudang tetapi langsung terdistribusi. Hueebhat poool. Bikin ”iri” siapa saja yang pernah memproduksi buku. Hehehe…

Menurut saya setidaknya ada dua hal yang membuat The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi menjadi buku best best seller. Yaitu, konten memikat dan marketing yang cerdas. Konten buku itu berupa pengalaman perilaku penulisnya, Dr Aqua Dwipayana. Konten menarik itu dibalut narasi apik tentang perlunya sikap ikhlas, bersih hati, pola pikir jernih, menepis dendam, dan resep kenyamanan jiwa lainnya.

Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi tidak banyak mengemukakan teori para pakar yang rumit, apalagi rumus yang bikin pusing, tetapi pengalaman sederhana yang dilakukan sehari-hari penulisnya secara konsisten selama puluhan tahun. Misalnya, bagaimana dia menghadapi serbuan bullying atau perundungan, bagaimana memuliakan tamu, menghormati orang tua, menjaga silaturahim, memperlakukan asisten rumah tangga, dan sebagainya.

Sangat mungkin isi buku tersebut mengilhami banyak pembaca untuk berbuat serupa. Menginspirasi pengalaman spiritual pembaca dengan mengajak sahabat, relasi, atau bahkan bos, dan anak buahnya. Tak sedikit pembaca yang menjadikan buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi sebagai hadiah. Beberapa institusi dan perusahaan membagikannya kepada karyawan dan para relasi mereka.

Di sektor marketing, penulis maupun editornya, Nurcholis MA Basyari, tak perlu pasang iklan di media. Profesi Dr Aqua sebagai motivator kondang dan pertemanannya yang luas dari berbagai kalangan hingga ke mancanegara sudah otomatis sebagai marketing agent paling mantap.

Liputan media yang hampir tak pernah putus menulis aktivitas Dr Aqua di dalam maupun di luar negeri, tentu juga ikut mendorong mendongkrak positioning dan branding buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Jika ada penelitian, bukan tidak mungkin buku yang laris-manis itu memegang rekor oplag tertinggi di Indonesia, dengan jumlah cetak –sebagaimana ditulis Ustad Nurcholis—140 ribu eksemplar selama 3,5 tahun.

Langkah Cerdas NRA

Grup NRA merupakan salah satu penyelanggara ibadah haji dan umroh terbesar di Indonesia. Jumlah jamaah haji dan umrohnya terus meningkat setiap tahun. Dr Aqua selaku penggagas dan penyandang dana gerakan umroh The Power of Silaturahim (POS) dalam dua tahun terakhir mempercayakan kepada Grup NRA untuk menangani jamaah umroh itu yang jumlahnya mencapai 39 orang pada 2018 dan 50 orang pada 2019. Rencananya, tahun depan Grup NRA juga tetap dipercaya menangani pelaksaan umroh jamaah POS IV.

Pertemanan pemilik NRA Irmawati Mochtar dengan Dr Aqua memang akrab. Dalam berbagai kesempatan bersilaturahim ke para sahabat di berbagai tempat, pakar Komunikasi itu selalu mempromosikan Grup NRA. Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, tersebut bahkan tak segan-segan menganjurkan para sahabatnya itu menggunakan Grup NRA untuk haji atau umroh. Malah, dia berani “pasang badan” menjamin bahwa Grup NRA akan memberikan pelayanan nyaman dan maksimal.

Order Grup NRA untuk mencetak buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi sangat mungkin karena hubungan baik tersebut. Selain itu, bisa jadi owner Grup NRA ingin menularkan pengetahuan konten buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi kepada jamaah umroh dan haji yang ditanganinya. Tindakan tersebut sebagai langkah cerdas pemilik dan manajemen Grup NRA. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak melulu mengejar profit gede. Lebih dari itu, NRA dalam operasinya juga menempuh jalur ibadah, yakni ’’berdakwah” menyebar ilmu melalui buku itu. Hal ini sekaligus memberi nilai plus bagi calon jamaah haji dan umroh yang mempercayakan penanganan perjalanan mereka ke Tanah Suci kepada Grup NRA.

Insya ALLAH kerja sama itu membawa keberkahan bagi Dr Aqua maupun Grup NRA. Tidak terkecuali, bagi umat yang akan menjalankan ibadah haji atau umroh. Aamiin…

Penulis adalah wartawan senior yang mendapat amanah sebagai Wakil Ketua rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) III 2019.

The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, Buku Unik yang Menggulirkan Gerakan Kebajikan

Oleh: Nurcholis MA Basyari

Alhamdulillah, buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi telah naik cetak ulang yang ke-7 sehingga total oplag buku super best seller itu mencapai 140 ribu eksemplar dalam 3,5 tahun. Teristimewa lagi, edisi ke-7 itu khusus dicetak eksklusif untuk Grup NRA Tour & Travel Jakarta.

Pencapaian tersebut yang sungguh sangat spektakuler dan patut disyukuri bukan hanya oleh Mas Aqua selaku penulisnya dan saya sebagai editornya melainkan juga segenap komponen bangsa ini. Bagi para mitra Mas Aqua, baik sebagai donatur, sponsor, pembeli, maupun pembaca, dukungan mereka untuk penyebaran buku inspiratif tersebut tidak sia-sia.

Selain kandungan ilmu dan contoh-contoh nyata tentang pentingnya silaturahim sebagai kunci sukses menjalin komunikasi dan menjalani kehidupan, buku tersebut sarat nilai dan pesan moral kebajikan. Mendukung buku tersebut (baca: membeli, menyebarkan, atau membacanya) sama artinya menebarkan dan menyemai perdamaian dan cinta kasih pada diri, keluarga, sesama anak bangsa, dan makhluk ciptan-NYA di bumi yang satu ini.

Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi  memang unik. Buku tersebut tidak hanya memuat paket kombinasi teori dan praktik silaturahim yang konsisten dan sukses dilakoni seorang Aqua Dwipayana. Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, itu bukan hanya pandai bicara saja alias omdo atau omong doang. Lebih dari itu, motivator yang sudah tampil ribuan kali di seluruh Indonesia dan puluhan negara tersebut sangat dikenal sebagai ahlinya dalam mempraktikkan silaturahim.

Efek Guliran Bola Salju

Lebih unik lagi, buku yang dicetak pertama kali pada April 2016 itu pun turut menggulirkan silaturahim dan kegiatan berbagi terhadap sesama bagaikan efek bola salju. Bagaimana caranya? Oleh Mas Aqua selaku pemegang hak cipta, hasil penjualan buku The Power of Silaturahim itu didedikasikan sepenuhnya untuk membantu sesama, terutama kaum fakir-miskin dan para janda. Selain itu, secara konsisten, Mas Aqua juga mengalokasikannya untuk memberangkatkan umroh puluhan orang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan beragam latar belakang sosial ekonomi.

Jamaah umroh yang diberi nama The Power of Silaturahim (POS) I menunaikan ibadah ke Tanah Suci di Mekah dan Madinah, Arab Saudi, pada 8-16 Januari 2017. Jumlah pesertanya 35 orang. Jamaah POS II yang berjumlah 39 orang diberangkatkan untuk umroh pada 18-26 April 2018. Adapun jamaah POS III yang berjumlah 50 orang melaksanakan umroh pada 4-12 April 2019.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. Profesi dan pekerjaannya antara lain guru SD, guru mengaji, anggota TNI-Polri, wartawan, pegiat lingkungan, pekerja sosial, mahasiwa, pensiunan pegawai negeri-swasta, marbot masjid, tukang becak, pemulung, tukang parkir, pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, sopir, office boy, cleaning service. Sebagian besar dari para peserta umroh itu belum pernah saling kenal dan bertemu, termasuk dengan Mas Aqua dan saya selaku ketua rombongan. Alhamdulillah, ini uniknya, mereka begitu bersemangat mengurus semua persyaratan dan percaya saja berangkat ke Jakarta pada hari H untuk berkumpul sehari sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Bak gayung bersambut. Guliran bola salju makin membesar tak terbendung. Gerakan kebajikan buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu menyedot perhatian banyak pihak untuk ikut ambil bagian seolah tidak mau ketinggalan. Sekadar menyebut beberapa contoh, seperti Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Danseskoad) Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyiapkan akomodasi dan transportasi jamaah saat transit di Jakarta sebelum terbang ke Jeddah, Arab Saudi. Dukungan juga datang dari Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. 

Dirut Duta Anggada Realty Ventje Suardana ikut pula memberikan bantuan dana dalam jumlah cukup besar. Bukan hanya itu, pria asal Surabaya, Jawa Timur, yang sangat rendah hati dan berbakti sekali kepada kedua orangtuanya itu juga aktif menjamu dan menemui para jamaah. Tidak mau ketinggalan, Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo juga merogoh koceknya sendiri untuk menyediakan tiket PP para jamaah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia ke dan dari Jakarta serta jadi donatur untuk dua orang yang umroh. Pemilik  Grup Sriwijaya Air Chandra Lie juga memberikan dukungan serupa, tremasuk pengiriman koper dan perlengkapan jamaah ke berbagai daerah.

Dirut yang juga pemilik Grup NRA Tour & Travel Irmawati Mochtar juga memberikan dukungan penuh. Irma memerintahkan jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah umroh POS II, III, dan insyaa ALLAH POS IV awal tahun depan. Secara khusus, pengusaha yang sangat rendah hati dan religus itu juga berkenan menerima para jamaah POS II di kamar suite Swissotel Al Maqom di Zamzam Tower, Mekah.

Dan tentu masih banyak lagi pihak yang tidak cukup ruang untuk disebutkan satu per satu di sini.

Saya meyakini suksesnya buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi dahsyatnya guliran bola salju gerakan kebajikan yang ditimbulkan kemudian itu buah dari perpaduan dahsyatnya kekuatan silaturahim dan kelapangan hati yang sepenuhnya tulus-ikhlas semua pihak yang terlibat didalamnya. Saya pun teringat Firman ALLAH: kasih sayangilah sesamamu, niscaya ALLAH dan seluruh penghuni langit akan menyayangimu. (*)

Penulis adalah wartawan senior yang mendapat amanah sebagai Ketua rombongan umroh The Power of Silaturahim I, II, dan III.

Ekslusif untuk Grup NRA Tour & Travel, Buku The Power of Silaturahim Cetak Ulang Ketujuh

Jayakarta News – aBuku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi makin laris manis. Setelah Cetak ulang keenam dengan total 120 ribu eksemplar, mulai hari ini, Jumat (11/10/2019) cetak ulang ketujuh sebanyak 20 ribu eksemplar. Semua buku itu ekslusif untuk Grup NRA Tour & Travel Jakarta.

Kepastian tentang itu saya peroleh dari pemilik Grup NRA Irmawati Mochtar. Persis tiga minggu lalu, Jumat siang (20/9/2019), seusai Irma ketemu Dirut Pegadaian Kuswiyoto di kantornya di Jakarta. Kami kemudian melanjutkan diskusi di hotel Mercure Cikini. Waktu itu Irma didampingi Direktur Pemasaran NRA Indah Jamhari silaturahim.

Setelah ngobrol dan komunikasi berikutnya dilanjutkan lewat WA – saat Irma berada di Dubai, Uni Emirat Arab – diputuskan untuk mencetak 20 ribu eksemplar buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

“Pak Aqua, insya ALLAH buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi karya Bapak tersebut saya bagikan ke jamaah umroh dan haji yang berangkat ke Tanah Suci dengan NRA. Saya yakin buku itu bermanfaat buat mereka,” ungkap Irma.

Karena bukunya khusus buat jamaah umroh dan haji Grup NRA maka di cover depan bukunya ada logo NRA dan NRA Foundation. Sedangkan di dalam ada sambutan Irma sebagai pemilik Biro perjalanan umroh dan haji tersebut.

Putuskan Jamaah Umroh POS IV pakai Grup NRA

Buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu awalnya ditulis dan dicetak sebagai sovenir saat saya promosi doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung pada 15 April 2016. Tujuannya untuk memberikan kesan positif yg mendalam buat seluruh tamu saya yang hadir.

Cetakan pertama sebanyak 20 ribu eksemplar. Ternyata peminatnya banyak sekali bahkan hingga keluar negeri. Akhirnya saya putuskan untuk mencetak ulang. Tidak terasa sampai sekarang sudah mau cetak ulang ketujuh.

Bersamaan dengan itu saya meniatkan hasil penjualannya untuk membiayai umroh banyak orang. Awalnya pada 2017 sebanyak 35 orang, 2018 (39 orang), dan 2019 (50 orang). Mereka tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) I, II, dan III yg dipimpin oleh editor buku saya, Nurcholis MA Basyari.

Selain dari hasil penjualan buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, biaya umrohnya diambil dari honor saya sebagai pembicara profesional, dan teman-teman akrab saya yang menjadi donatur.

Rombongan umroh POS II dan III saya memutuskan mempercayakannya ke Grup NRA. Karena pelayanannya memuaskan sekali sehingga jamaah umroh POS IV pada 2020 saya putuskan pakai Grup NRA juga.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua amanah yang diberikan ke Grup NRA. Kami akan terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke seluruh jamaah umroh dan haji. Mohon doa dan dukungannya ya,” kata Irma dengan serius.

Alhamdulillah, Pak Aqua dan para jamaah POS II dan III yang dipimpin Pak Nurcholis MA Basyari, lanjut Irma menyatakan sangat puas dengan layanan kami. Insya ALLAH, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya NRA akan mendapatkan kembali kepercayaan menangani jamaah POS IV dan POS-POS selanjutnya yang tetap dipimpin oleh Pak Nurcholis. Pak Aqua telah mengukuhkan editor buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ini sebagai Ketua Tetap rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim.

Grup NRA Tahun ini Berangkatkan 50 Ribu Orang ke Tanah Suci

Irma menambahkan, Alhamdulillah, Grup NRA semakin mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat yang hendak bertamu ke Baitullah di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tahun ini, Grup NRA memberangkatkan sekira 50 ribu orang jamaah umroh dan haji, termasuk 638 peserta ONH Plus.

Sedangkan tahun lalu, Grup NRA menangani sekira 40-an ribu jamaah haji dan umroh, termasuk 721 orang anggota jamaah haji yang memanfaatkan skema ONH Plus. Jumlah tahun lalu itu sedikit meningkat dari tahun sebelumnya yang juga di kisaran 40 ribu jamaah, termasuk 680 orang yang menggunakan skema ONH Plus.

Saya insya ALLAH terus membantu memasarkan Grup NRA ke para relasi saya yang tinggal di berbagai kota di Indonesia. Sebagian sudah ada yang memberikan amanah ke Grup NRA. Alhamdulillah...

Setelah buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi cetakan ketujuh yang ekslusif untuk Grup NRA selesai dicetak, saya optimis dalam waktu dekat akan dilaksanakan cetakan ke delapan. Jumlahnya tetap 20 ribu eksemplar.

Saya terus semangat untuk memasarkan buku tersebut karena salah satu pahala yang terus-menerus mengalir adalah Ilmu yang bermanfaat. Selain itu akan semakin banyak orang yang diberangkat umroh ke Tanah Suci.

Terima kasih kepada Irma dan seluruh jajaran di Grup NRA yang telah memberikan amanah dengan membagikan buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ke jamaah umroh dan haji Grup NRA. Semoga semuanya bernilai ibadah. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Penang, Malaysia menjelang sharing Komunikasi dan Motivasi dengan sekitar 300 orang pekerja migran Indonesia di Hostel Alora, Bayan Lepas, yg dipimpin Konjen RI di Penang Iwanshah Wibisono, saya ucapkan selamat berbagi Ilmu yg bermanfaat pada sesama. Salam hormat buat keluarga. 20.00 11102019?<<<

Dapat Hadiah Umroh: Fira Sujud Syukur, Inda Kaget

Gemetaran, nyaris tidak percaya, dan sujud syukur sambil mengucapkan Alhamdulillah berkali-kali. Itulah reaksi Fira panggilan akrab Alfiazrah saat mendengarkan namanya mendapat hadiah umroh. Sementara sebelumnya Inda Sari yang memperoleh hadiah serupa kaget dan sempat terbengong sesaat ketika namanya diinfokan dapat hadiah ke Tanah Suci.

Itulah reaksi Fira dan Inda ketika nama mereka diumumkan mendapat hadiah umroh dari saya sekeluarga. Pengumuman itu disampaikan pada Senin malam (6/10/2019) lalu di resto Kurnia Village Yogyakarta saat kami menjamu makan malam puluhan saudara yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Untuk mengapresiasi mereka yang khusus datang ke Yogyakarta naik dua bus – mulai Minggu sampai Rabu ini (6 – 9/10/2019) – selain mengajak jalan-jalan ke obyek-obyek wisata di Yogyakarta, kami menyiapkan banyak hadiah termasuk untuk dua orang umroh. Panitia yang diketuai abang kandung saya Ikhsyat Syukur menyepakati acara pembagian hadiah pada Senin malam.

Disiapkan 22 hadiah termasuk dua umroh dengan cara diundi. Aneka hadiah tersebut, kecuali umroh berasal dari teman-teman akrab saya.

Seluruh rombongan ke Yogyakarta setelah pada Minggu siang (6/10/2019) menghadiri pernikahan keponakan saya Giovanni Prymusa (Yovan) dan Rinindya Wulan Arumandani (Wulan) di Semarang. Bapaknya Yovan, Mustafa Kamal yang mantan Atase Tenaga Kerja di Riyadh, Arab Saudi dan Kuala Lumpur, Malaysia, adalah abang kandung saya yang paling besar.

Ero Memimpin Pengundian, Berdoa Memohon Nomornya Keluar

Acaranya diawali dengan makan malam. Setelah melihat terbenamnya matahari di Pantai Parangtritis. Sebelumnya jalan-jalan ke Gumuk Pasir dan Candi Prambanan.

Saat pengundian dipimpin putra bungsu saya Savero Karamiveta Dwipayana yang akrab dipanggil Ero. Didamping istri saya Retno Setiasih serta dua kakak ipar saya Poppy Saleh dan Dini S Rahim.

Di awal pengundian suasananya mulai agak agak tegang. Terkadang ada canda. Semua peserta berharap dapat hadiah terutama umroh, meski ada yang telah pergi ke Tanah Suci.

“Saya inginnya dapat hadiah yang terakhir saja. Hadiah-hadiah yang di awal biar diberikan ke yang lain,” ujar beberapa peserta senada sambil bercanda.

Puncak ketegangannya menjelang penentuan yang mendapatkan hadiah umroh. Terlihat dari wajah para peserta. Ada yang terlihat membaca doa. Memohon agar nomornya yang keluar.

Diambil dulu satu nomor. Ternyata yang beruntung Inda, yang sehari-hari menjabat sebagai Station Manager Garuda Indonesia Jambi. Sebelumnya bertugas di Hong Kong dengan jabatan yang sama.

Puluhan Pasang Mata Melihat Fira

Begitu namanya diumumkan, Inda kaget dan seperti tidak percaya. Sementara peserta yang lain ada yang bertepuk tangan dengan ekspresi ikut merasakan kegembiraan.

Suasananya kembali tegang menjelang diambilnya nomor untuk menentukan yg mendapat hadiah umroh berikutnya. Harapan yang sama terlihat di wajah-wajah yang hadir.

Begitu Ero mengumumkan no 23 atas nama Fira, di kursi bagian belakang tempat Fira duduk ramai sekali suara kegembiraan. Putri sulung Dedet dan Zainal itu nyaris tidak percaya mendapat hadiah umroh.

Fira langsung sujud syukur dengan berkali-kali mengucapkan Alhamdulillah… Sementara puluhan pasang mata yang hadir melihat ke arah Fira.

Sangat Mengharukan dan Mengakrabkan Antarsaudara

“Itu hadiah dari ALLAH SWT buat Fira yang bulan depan insya ALLAH diwisuda sebagai sarjana program studi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Brawijaya Malang,” kata kakek Fira, Zainal Usman.

“Terima kasih… Terima kasih…” Kata Fira ke panitia yang menyiapkan hadiah tersebut.

Suasana malam itu sangat mengharukan. Sekaligus mengakrabkan antarsaudara di mana ada yang sudah 42 tahun tidak ketemu. Semuanya gembira dan bahagia.

Fira dan Inda rencananya berangkat ke Tanah Suci pada tahun depan bersama rombongan umroh The Power of Silaturahim 4 yang dipimpin Nurcholis MA Basyari. Mereka insya ALLAH pakai Biro perjalanan Umroh dan Haji NRA Group milik Irmawati Mochtar.

Selamat buat Fira dan Inda. Semoga perjalanan umrohnya lancar dan mabrur. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Yogyakarta saat melayani puluhan orang saudara yang akan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing via Jakarta, saya ucapkan selamat berusaha memberikan hadiah terbaik ke banyak orang. Salam hormat buat keluarga. 07.00 09102019?<<<