Gerakan Restorasi PWI DKI Jakarta Dideklarasikan

 Gerakan Restorasi PWI DKI Jakarta Dideklarasikan
Logo PWI

JAYAKARTA NEWS—“Saatnya pengurus PWI DKI Jakarta untuk direstorasi,” tegas Nauli Silitonga, Tim Sukses Toto Irianto  (Toir) menjadi Ketua PWI DKI Jakarta, “Proses konferprov yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta  bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.” Demikian rilis yang diterima redaksi.

Konferensi tingkat provinsi (konferprov) adalah amanat peraturan dasar peraturan rumah tangga (PDPRT) organisasi antara lain  tentang penyelenggaraan pemilihan kepengurusan untuk periode 5 tahun ke depan, tetapi tahapan pelaksanaannya terindikasi hanya untuk memenangkan calon tertentu.  Person kepanitiaan didominasi pendukung calon tertentu.

Toto Irianto, Calon Ketua PWI Jaya, bersama Timsesnya—foto istimewa

“Tidak akan bisa netral. Harus dibatalkan dan dibuat kepanitiaan konferprov yang kredibel ,” tegas Nauli. “Semua anggota yang berhak memilih sampai sekarang tidak diumumkan dan diberi tahu langsung kepada yang bersangkutan. Namun sejumlah oknum panitia pemilihan bergerilya menggalang dukungan guna memenangkan calon pengurus dari kelompoknya.”

Indikasi tersebut merusak tujuan organisasi. Padahal menjadi pengurus organisasi profesi itu adalah pengabdian. Berorentasi pada perwujudan nilai-nilai mulia atau hope, bukan sebagai job atau pekerjaan.

Menurut Nauli, langkah Gerakan Perubahan atau Restorasi yaitu mengawal konferprov berlangsung sesuai dengan prinsip demokrasi. Menjamin kesamaan hak anggota untuk dipilih dan atau memilih sebagaimana tertuang dalam PDPRT. “Kapan lagi kalau bukan sekarang kita merestorasi organisasi,” katanya.  “Ini juga penting agar PWI DKI Jakarta ke depan kembali diminati banyak wartawan muda menjadi anggota.”

Jemes Tobing, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta, menjelaskan, pihaknya sangat prihatin mencermati perkembangan agenda konferprov. Surat penegasan sikap DKP tanggal 11 April 2019 berisi pesan kepanitiaan  yang dibentuk Ketua PWI DKI Jakarta, Hj. Endang Werdiningsih agar dibatalkan, tembusan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, tidak mendapat respons dari yang bersangkutan.

“Sangat luar biasa. Kami tidak akan diam,” katanya.  Satu person pengurus PWI DKI Jakarta sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Padahal yang bersangkutan juga bertindak sebagai unsur kepanitiaan di konferprov. ***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *