Dr Terawan, Menteri Kesehatan: “Saya hanya Hamba”

 Dr Terawan, Menteri Kesehatan:  “Saya hanya Hamba”

Menteri Kesehatan DR dr Terawan Agus Putranto Terima Kunjungan Panitia Natal dan Tahun Baru Jurnalis Kristiani yang dipimpin Ketua Panitia Dar Edi Yoga (PWI Pusat- Kiri/Batik ) bersama dari kiri: Melva Tobing (Jayakartanews.com), Eko Ardiyanto (Inews), Ketty Saukoly (Kabar7news.com/Jayakartanews.com), Raldy Doy (TVOne), Mercys C Loho (Askara.co)

JAYAKARTA NEWS—Sepanjang perjalanan mewawancarai tokoh, baru kali ini, sumber mengajak berdoa di tengah-tengah pertemuan. Tentu saja ini sesuatu bagi penulis. Di saat kepala menunduk, tangan dilipat dan mata terpejam, dalam satu nafas yang sama yaitu Kerinduan Menganggungkan Nama-Nya, Sang Pencipta, memang terasa berbeda.  

Dokter Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan RI. Dialah yang ditemui Panitia Natal Jurnalis Kristiani, Selasa menjelang sore di kantornya, Kementerian Kesehatan, Jakarta Pusat (21/1). Mantan Kepala RS RSPAD Gatot Soebroto  dan Tim Dokter Kepresidenan ini, memang diharapkan bisa menyaksikan kehidupan kerohaniannya di tengah ibadah Natal Jurnalis Kristiani yang berlangsung Rabu Sore (22/1) di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat.  

Menteri Kesehatan, DR. dr. Terawan Agus Putranto berbincang akrab dengan Panitia Natal dan Tahun Baru Jurnalis Kristiani di ruang kerjanya. (Dok. Panpel Natal Jurnalis Kristiani)

Dalam kesempatan itu panitia meminta kesediaan dokter Terawan untuk hadir dan memberi kesaksian dalam ibadah Natal yang akan dipimpin oleh Pastor Yos Bintoro, dari Pusbintal TNI dan doa syafaat yang akan dibawakan Pendeta Steven Palit.

Tidak ada kesan sombong, atau ingin membanggakan banyak hal yang telah dicapainya. Terawan malah mengajak panitia untuk berdoa, berharap agar kehendak Pencipta yang terjadi. “Saya hanya hamba. Saya ikut saja apa maunya Tuhan, ayo kita berdoa saja.” Demikian ungkapan sederhananya dan dia pun menunjuk Koordinator Acara, Ketty Saukoly untuk memimpin doa bersama.

Dalam bincang penuh keakraban, beberapa hal yang patut menjadi renungan bagi penulis adalah ungkapannya yang tegas, “Tempatkan lah Tuhan di depan. Biarkan Dia yang memimpin dalam tiap langkah kita. Jangan pernah takut, untuk apa saja yang kita kerjakan demi kemuliaan nama-Nya. Sekalipun ada kesedihan, atau kesusahan, percaya saja kepada-Nya yang memimpin kita karena kita ini adalah hamba-Nya.”   

“Semoga acara natal ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Ketua Panitia Natal Jurnalis Kristiani,  Dar Edi Yoga menyatakan harapannya dalam pertemuan itu.

“Perayaan Natal ini dimaksudkan untuk mempersatukan dan memberikan kegembiraan bagi sesama wartawan Kristiani sebagai bukti cinta kasih Tuhan atas umat-Nya sehingga membuat kita bertumbuh di dalam Tuhan dan membawa hidup yang penuh kelimpahan,” ujarnya lagi.

Wartawan dan karyawan media massa baik cetak, elektronik, radio dan online di Jabodetabek akan merayakan Natal dan Ibadah Syukur Tahun Baru pada hari Rabu, (22/1/2019), pukul 17.00 hingga selesai, bertempat di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Adapun sub tema yang diambil dalam perayaan natal kali ini, adalah  “Jadilah Pewarta Damai Bagi Seluruh Umat Manusia”.

Berharap acara ini menjadi berkat bagi rekan-rekan pewarta lainnya, memang wajar. Karena sore itu, walaupun agak mendung, kami panitia mendapatkan pencerahan dari dokter Terawan. Bahwa baik dalam menjalani hidup keseharian, dalam pekerjaan, pelayanan bahkan dalan keluarga, bagaimana menempatkan diri sebagai hamba Tuhan, selalu menempatkan Tuhan di depan kita, dan bagaimana menjadikan hidup ini harus menjadi berkat untuk sesama. *** (melva tobing)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *