Benahi Dulu Hulunya, Lalu Garap Hilirnya

 Benahi Dulu Hulunya, Lalu Garap Hilirnya
Industri Kelapa Sawit  (Bagian- 3 Habis)
Dono Boestami Kepala BPDP KS. (foto: iswati)

JAYAKARTA NEWS – Peran industri sawit yang tidak kecil dalam perekonomian nasional diakui pula oleh Dono Boestami. Kepala Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit ini juga melihat kompleksnya industri sawit. Namun “ancaman“ Uni Eropa yang dapat membuat ekspor CPO turun, tampak tidak membuatnya risau.

Ada solusi yang bisa dilakukan, yakni pengembangan industri hilir. Riset Institut Teknologi Bandung  berhasil dalam penelitian dan pengembangan untuk katalis diesel gasolin dan avtur. Program ITB ini didukung  Pertamina dan BPDP-KS. Kilang minyak Pertamina di Dumai sudah mengolah bahan dari sawit tersebut, juga di kilang Cilacap. Kementerian terkait juga sudah melihat langsung ke ITB  antara lain Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi, dan Menteri Perdagangan

“Kalau itu bisa kita realisasikan, saya kira tidak perlu lagi lobi-lobi ke Uni Eropa,“ kata Dono Boestami. Memang cukup besar ekspor ke Eropa, sekitar 7 juta ton, dan lebih dari setengahnya dari Indonesia. Cara lainnya lagi, kata Boestami, mengurangi impor. Tentunya dari Eropa.

Tapi, sekarang lobi itu tentu diperlukan, karena supply sawit sangat banyak, jadi harus ada yang menyerap. “Saya kasihan petani-petani kecil itu, mau dikemanakan produknya. Kalau pengusaha sawit yang besar, tak masalah karena mungkin juga memiliki pabrik  minyak sawit, “  ujar Boestami.

Menurut tamatan S2 dari Golden Gate Univesity, San Fransisco ini, para regulator di bidang kelapa sawit harus  membenahi dulu hulunya. Banyak lahan yang memerlukan peremajaan agar menghasilkan buah yang optimal.

Dan terlebih dulu hitung berapa pula jumlah lahan sawit, karena kita belum tahu pasti. Padahal sudah moratorium. Kalau Malaysia jelas berapa luas lahan yang dimiliki. Kita punya data berbeda antara Kementerian Pertanian, KPK, dan  BPS.  Produk  sawit saat ini, menurut data pemerintah  sekitar 47 juta ton, dan tahun 2025 ditargetkan 55 juta ton. Untuk mencapai itu harus diperhitungkan sekarang.

“Bagaimana kita tahu yang sebenarnya produksi sawit nasional kalau luas lahannya saja tidak tahu,“ tegas Boestami lagi.

Untuk program pengembangan di hilir sebenarnya pihak industri sudah siap. Masalah pengangutan dari petani ke pabrik sudah dipersiapkan. Regulasinya pun sudah mendukung, “Jadi tidak ada alasan untuk tidak memenuhi mandatory-nya,“  kata Boestami yang baru setahun di BPDP-KS.

Kalau hulunya sudah dibenahii, untuk aksi di hilirnya kita bisa lakukan secara total,  istilah pemain bola total football.

Bahan Bakar Terbarukan

Menurut Dono Boestami, mantan Dirut PT MRT Jakarta, energi terbarukan yang bagus memang dari nabati. Dan nabati yang bagus dan efisien adalah dari kelapa sawit.  Guna mengurangi emisi program wajib biodiesel berbasis kelapa sawit telah diluncurkan sejak tahun 215. Program ini berhasil meningkatkan penggunaan energi terbarukan, mengurangi CO2 dan meningkatkan pendapatan petani kecil.

Jika ini benar-benar terus direalisikan, berarti Indonesia dapat memenuhi komitmennya dalam SDGs (Sustainable Development Goals) atau menerapkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mengurangi kemiskinan.

Maka, tanpa memperhitungkan kelapa sawit ini, Dono Boestami pesimis jika ke depan Indonesia akan menjadi 5 besar kekuatan ekonomi global. Sebagaimana telah dicanangkan, Presiden Joko Widodo telah menyerukan rencana memperluas  penggunaan biodiesel di semua sektor transportasi non PSO. Dan biodiesel berbasis kelapa sawit digunakan secara luas di dalam negeri dan untuk ekspor.

Hampir semua kendaraan dapat menggunakan bahan bakar substitusi biodiesel. Baik untuk angkutan darat, air, dan udara. Bahkan sektor penerbangan menyatakan bahwa biodiesel penerbangan merupakan  salah satu pilihan terbaik untuk bahan bakar alternatif penerbangan, selain bisa mengurangi emisi.

Luthansa  sudah menggunakan  bahan bakar alternatif biofuel, kata Boestami, tapi  bukan dari sawit  untuk  penerbangan Frankfurt ke Humburg. Di Eropa lainnya Finnair, dan Thomson Airways. Di Amerika Alaska Airline untuk rute Seattle – Washington DC, dan maskapai di Cina, Hinan Airline dari Shanghai- ke Beijing. (iswati)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *