• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Asia Mampu Menghadapi Perang Dagang dengan AS

Asia Mampu Menghadapi Perang Dagang dengan AS

September 4, 2018
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Asia Mampu Menghadapi Perang Dagang dengan AS

by admin
September 4, 2018
in Kolom
0
Asia Mampu Menghadapi Perang Dagang dengan AS
509
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Leo Patty

Beberapa bulan belakangan ini kita melihat Lira – Turki, Yuan – Tiongkok, termasuk Rupiah – Indonesia, mengalami penurunan tajam terhadap dolar AS. Kita perlu mengeluarkan uang hampir 15 ribu rupiah untuk membeli satu dolar. Kenapa?

Jawaban langsung adalah orang membeli dolar lebih banyak dari mata uang lokal, termasuk rupiah. Jadi permintaan dolar meningkat – orang melepas rupiah – sehingga mata uang lokal melemah. Tapi apa dibalik ini semua?

Mungkin saja Presiden AS Donald Trump secara mendasar sedang mencoba mengatasi dua hal paling penting dari ekonomi Amerika. Dia mencoba menghadapi ancaman terhadap dolar, yang mulai kehilangan status sebagai mata uang simpanan atau cadangan. Serta monopoli AS dibidang digital dan teknologi tinggi —- tidak heran AS sangat kencang dalam perlindungan hak cipta.

Kita lihat pertama-tama dolar. Status dolar sebagai mata uang simpanan kepercayaan dunia telah memberi jaminan bagi Amerika mendapat supremasi ekonomi. Negara lain harus mengekspor barang dan jasa untuk memperoleh dolar. Amerika hanya perlu mencetak saja dan bisa bebas membeli apa saja, juga properti, teknologi, atau membayar impor. Misalnya, Indonesia akan menghadapi inflasi besar-besaran jika berani mencetak uang untuk membayar atau membeli barang dan jasa. Amerika jelas tidak menghadapi masalah ini, dunia langsung menyerap dolar — karena status sebagai mata uang simpanan tadi.

Contoh lain, perdagangan Tiongkok – AS. Tiongkok menjual segala macam barang ke AS. Kemudian Amerika mencetak dolar dan memberikannya kepadaTiongkok, yang memperoleh dolar begitu banyak sampai-sampai tidak tahu untuk apa uang itu. Sehingga, Tiongkok menyimpan triliunan dolar AS dengan cara membeli surat utang dari Kementerian Keuangan AS atau membeli perusahaan dan properti di seluruh dunia.

Posisi dolar sebagai mata uang simpanan disebabkan oleh lebih dari 70% perdagangan dunia terjadi dalam dolar AS. Tampaknya agak aneh, karena kontribusi Amerika terhadap perdagangan dunia sebenarnya hanya sekitar 15% saja. Amerika melakukan ini, salah satunya, dengan cara memastikan transaksi perdagangan minyak mentah selalu dalam mata uang dolar. Bank-bank AS, yang beroperasi di seluruh dunia, juga memastikan bahwa kontrak ekspor – impor selalu dalam dolar dan bukan dalam mata uang negara pembeli atau penjual.

Karena itu, tidak heran AS menyerang Irak. Pemerintah AS mendapati Irak sedang mencoba melakukan transaksi ekspor minyak mentahnya dalam Euro dan mata uang lain. Mungkin karena inilah, tahun 2003 lalu, AS menyerang Irak dengan alasan Presiden Saddam menyimpan dan menggunakan Senjata Pemusnah Massal — yang tidak pernah ditemukan setelah perang berakhir.

Kedua, adalah dominasi AS dibidang digital dan teknologi maju. Tiongkok sangatlah mengancam keunggulan Amerika dibidang ini. Negeri Tirai Bambu ini juga sudah mencanangkan akan jadi pemimpin dunia dalam teknologi berbasis Kecerdasan Buatan pada tahun 2025. Trump sangat kuatir dengan kemungkinan AS kehilangan keunggulannya.

Kalau kita lihat kemajuan Tiongkok dalam perdagangan elektronik (e-commerce) —- contoh alibaba. Dan penguasaan pasar HP di banyak negara — contoh Xiaomi, Oppo, Vivo sudah meraja di Indonesia. Serta pelarangan Google dan Facebook untuk masuk ke Tiongkok. Semua ini jelas menjadi bagian penting, selain ekspor besar Tiongkok, alasan negeri ini jadi sasaran utama perang dagang AS.

Apalagi tarif AS terhadap barang impor dari Tiongkok tidak hanya mempengaruhi ekspornya ke AS, tetapi juga seluruh negara. Sebagian besar barang ekspor Tiongkok dihasilkan dari rantai pasokan yang bebas bea, dimana kelompok perusahaan, di berbagai negara, memproduksi komponen dan dirakit di Tiongkok. Langkah AS ini akan memperlambat jalannya barang karena membutuhkan persetujuan dari lembaga Bea Cukai. Akibatnya rantai pasokan bebas bea jadi kurang efektif. Amerika berpikir langkah ini akan menggoncang Tiongkok sehingga negara itu bersedia memberikan kompromi yang dikehendaki Washington.

Perang dagang dengan pengenaan tarif ini langsung menghantam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Amerika sebenarnya sejak 1995 sudah menandatangani kesepakatan di dalam kerangka WTO untuk menerapkan tarif sangat rendah, 3%. Maka langkah Trump menaikkan tarif telah merusak kredibilitas WTO, yang dituduh AS telah tidak adil terhadap Amerika.

Bagaimana Asia Menghadapinya?

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana Asia menghadapinya ?

Saya melihat Tiongkok, Jepang, India, dan Indonesia adalah raksasa ekonomi Asia. Kalau saja keempat negara ini sepakat untuk berhenti menggunakan dolar AS  dan Euro tentunya dalam perdagangan antar mereka saja, maka akan memberi dampak luar biasa besar kepada perdagangan dunia. Apalagi jika Brasil di Amerika Selatan ikut serta.

Kekuatan ekonomi di Asia dan Amerika Selatan akan jadi kekuatan No 1 dunia. Dan dengan meninggalkan dolar AS  dan Euro sebagai mata uang perdagangan akan membuat negara-negara lain ikut serta. Otomatis dominasi AS dan Eropa dalam perdagangan dunia akan hilang dan kita akan melihat kesejahteraan lebih merata, karena kekayaan Amerika dan Eropa saat ini lebih banyak ditunjang oleh dominasi mata uang mereka.

Kelihatannya mendorong kesepakatan raksasa ekonomi Asia untuk menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan internasional masih merupakan mimpi di siang bolong. Namun Trump, dengan kebijakan ‘America First’, akan mendorong kawasan lain berpikir ulang mengenai kerangka kerja ekonomi dunia dan menghendaki perubahan. Kita akan melihat di masa depan kesepakatan-kesepakatan perekonomian regional, yang mengarah pada pembebasan partisipannya dari ketergantungan akan mata uang Dolar AS dan juga Euro. ***

Tags: donald trumpjayakartanewskurs dollar ASperang dagangperang dagang asia versus amerika
Share204Tweet127
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version