‘Arya Pengalasan Masuk Istana’ Dibanjiri Penonton

 ‘Arya Pengalasan Masuk Istana’ Dibanjiri Penonton

Ketika aktor sekaliber Landung Laksono Simatupang tampil membacakan novel karya Mohamad Sobary, maka lahirlah karya cipta baru bernama ‘Arya Pengalasan Masuk Istana’

Gedung Societet Militair yang berada di kompleks Taman Budaya Yogyakarta atau sisi belakang kawasan Benteng Vredeburg, Jumat malam lalu (12 Oktober 2018) sangat ramai. Antrian pengunjung mengular di lobi gedung berkapasitas 500 tempat duduk tersebut. Banyak seniman Jogja dan pegiat kesenian yang datang malam itu. Ada kurator senirupa Suwarno Wisetrotomo, pelukis Nasirun, seniman musik Sri Krishna, penulis Sunardian Wirodono, pekerja seni Ons Untoro, juga aktor teater Susilo Nugroho yang lebih dikenal publik sebagai sosok Den Baguse Ngarso.

Di samping para tokoh seniman, ratusan masyarakat awam Yogyakarta juga ikut meramaikan suasana gedung Societet Militair. Bahkan ada puluhan anak muda yang tak kebagian kursi dan rela duduk lesehan di gang-gang, di antara kursi pengunjung yang diatur secara festival. Apakah mereka  rindu pada gaya Landung Laksono Simatupang di panggung, atau memang kangen dengan karya novel Mohamad Sobary? Apa pun alasannya, antusiasme pengunjung harus diacungi jempol, mengingat merosotnya budaya literasi di tengah menjamurnya berita bohong di media sosial.

“Saya kira itu karena faktor keaktoran Landung,” ucap Mohamad Sobary merendah saat ngobrol dengan jayakartanews.com usai acara. Kang Sobary senang karena Landung dan kawan kawan tampil bagus. Mereka menghayati betul aktor-aktor yang ditampilkan Sobary dalam novelnya. “Landung menggambarkan dengan baik dan menghayati peran para tokoh dalam novel saya,” ujarnya.

Malam itu, aktor narator Landung Laksono Simatupang memang tampil ‘membaca’ Mohamad Sobary dalam novel ‘The President’ yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia. Landung didampingi Daru Maheldaswara dan Patah Ansori. Bergantian ketiganya membaca nukilan novel Sobary yang sudah diringkas oleh Landung. Tentu tidak seluruh bagian novel tersebut dibacanya. Hanya bagian depan saja yang dipilih Landung untuk dibaca, yaitu bagian pertama hingga keempat. Landung pun menciptakan judul baru untuk keempat bab itu dengan sebuah lakon “Arya Pengalasan Masuk Istana”.

Lakon tersebut sesuai dengan tokoh muda bernama Arya Pengalasan dalam novel The President, seorang santri dari Pesantren Slaga Ima. Penggalan-penggalan sejarah hidupnya menunjukkan dia mumpuni dalam ilmu kanuragan maupun ilmu kajiwan. Tokoh inilah yang dipercaya menerima mandat tokoh Abah untuk mendampingi presiden. Itulah yang mendasari Landung memberi judul pada lakon ini “Arya Pengalasan Masuk Istana”.

Tak sekadar membaca, lakon tersebut ditampilkan lengkap dengan dukungan musik dan acapela yang dimainkan secara apik oleh Mlenuk Voice, Rika & Luka, serta Pungki Purbowo. Sementara Teater Gadjah Mada memainkan wayang dengan bantuan dua layar sebagai latar belakang panggung. Pembacaan pun jadi makin hidup. Sayang lampu sorot di dua layar tersebut kurang pas penempatannya, sehingga permainan wayang jadi kurang menonjol.

Keputusan Landung memilih bagian awal novel tersebut bukan tak berdasar. Aktor satu ini memang ingin agar publik tertarik dan mau membaca sendiri novel ‘The President’. “Sebenarnya saya sangat ingin melakonkan novelnya Sobary yang berjudul ‘Kang Sejo Melihat Tuhan’. Semoga suatu saat nanti bisa terwujud,” ujarnya.

Dalam novel tersebut Sobary bercerita tentang politik Indonesia makin lama makin mirip ‘lakon dari alam gaib’ yang dimainkan di dunia nyata. Bohong, fitnah, iri dan dengki berasal dari kegelapan jiwa para tokoh yang serakah dan ambisius menjadi warna politik sehari-hari. Kebenaran ideologis yang belum truji, bahkan di mana-mana sudah ditolak, dipaksakan menjadi kebenaran politik yang dianggap lebih realis daripada semua yang realis. Sementara itu kutipan dari sebuah renungan fiksi dianggap ramalan masa depan yang suram. ‘The President’ menampilkan kembali ‘lakon dari alam gaib’ tadi menjadi realitas baru dalam logika sebuah novel. (Laksmi Wuryaningtyas)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *