2 Biduan Pendatang Baru: Difki Khalif dan Segara

 2 Biduan Pendatang Baru: Difki Khalif dan Segara

Difki Khalif dan Segara. (ist)

JAYAKARTA NEWS – Bintang baru di dunia musik telah lahir. Difki Khalif, biduan berparas tampan ini bernama Difki Khalif. Ia baru saja melepas single perdananya bertajuk ‘Ilusi Setelah Kau Pergi’.

Menjalani suatu hubungan yang sempurna, bukan hal mudah. Kita harus bisa menerima kenyataan, tapi apa yang terjadi tak selalu berjalan sesuai keinginan. Demikian Difki Khalif mencetuskan sekelumit pengalaman pribadinya, lewat lagu.

“Lagu ini berkisah tentang pengalaman pribadi gue ketika ditinggal seseorang yang disayangi. Gue enggak bisa terima kenyataan. Gue coba buat ilusi seolah-olah dia enggak ninggalin gue. Tujuannya cuma ingin menghibur diri sekaligus menutupi kesedihan dan kenyataan yang harus gue alami saat itu,” tutur Difki Khalif polos.

Dikatakannya, lagu ini tercipta seminggu sebelum gue ulang tahun tanpa memberitahukan ulang tahun yang ke berapa. “Kejadian putus hanya satu candaan untuk kejutan. Hanya ilusi yang sedang gue buat sendiri,” terang Difki Khalif yang sepupu Ariel Noah ini.

Adapun prosesnya, baik lirik maupun nada dibuatnya sendiri. Aransemen lagu dibantu Kang Capung. “Kita workshop di Bandung. Hampir setahun garap lagu. Karena ada pandemi Covid, kala itu berhenti total. Alhamdullilah, kita bisa menyelesaikan rekaman,” cerita Difki Khalif.

Hikmahnya, ada ide yang bisa ditambahkan, baik cerita maupun di aransemennya. Klop dengan  curhat biduan pendatang lain yaitu Segara. Singlenya yang baru diluncurkan bertitel ‘Terlambat Mencintaimu’ juga berisi penyesalan dalam hubungan berpacaran. Lagunya berkisah ihwal seseorang yang dalam hidupnya penuh rasa sesal.

“Ia telat melakukan hal untuk seseorang yang dicintainya. Karena itu, sesal selalu datang dan membuat jadi lemah. Hanya pasrah dan mengakui salah,” lontar Segara. Lagu ini membawa pesan ‘menampar’ muka kita untuk tulus menyintai orang yang kita kasihi.

Secara jujur, Segara memaparkan bahwa waktu adalah kemewahan yang tak bisa kita genggam selamanya. “Sisihkan waktu untuk menyampaikan sayang untuk keluarga, teman, kerabat dan mereka yang memiliki nilai dalam kehidupan kita. Karena kita enggak bisa menambah ulang dan memutarbalikkan waktu. Kalau telat, yang tersisa hanya rasa rindu dan sesal,” tutup Segara yang

memperkuat rekaman single ini dengan menambah instrumen strings asli yang bukan dibuat synthesizer atau digital (strings aslinya adalah violin, biola dan cello yang dimainkan para musisi). Alhasil, dengan mendengarkan lagu ini, dapat membawa dampak positif kepada fans yaitu  menghindari penyesalan dan kesalahan. Bermakna positif, meski datang terakhir, penyesalan itu harus disetip dan dihapus. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *