Tono Supartono Come Back – Tiada Batasan Usia Berkarya

 Tono Supartono Come Back – Tiada Batasan Usia Berkarya

Tono Supartono dan Andi Rianto. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Tak ada batasan usia dalam berkarya. Karena kemauan dan keyakinan dirilah yang dapat mendobrak semua batasan. Demikian musikus senior Tono Supartono percaya akan hal tersebut.

Meski usianya sudah tak muda lagi, dan sudah lama menerjuni sebagai pebisnis dan pelaku usaha, Tono baru-baru ini mengambil keputusan merekam lagu secara duet berkolaborasi bersama Andi Rianto. Dan hasilnya sebuah lagu bertajuk ‘Sang Bidadari’ dirilis ke publik.

Selain penyanyi, Tono juga mencipta lagu. Sedangkan arrangernya Andi Rianto. “Ini ide spontan. Saya jenuh. Selama pandemi, saya vakum. Saya terbiasa mengisi waktu luang dengan musik dan menulis lagu,” kata Tono. Lagu ‘Sang Bidadari’ tercipta dalam hitungan jam.

“Saya bel Andi Rianto minta tolong dibuatkan aransemen bernuansa orkestra. Andi menyanggupi,” tutur Tono. Kemudian Andi mengontak Budapest Scoring Orchestra dan semua oke. “Jadi, kita rekaman jarak jauh. Andi kirim video partitur secara digital ke Hungaria. Ini semua jadi acuan didalam proses pembuatan lagu,” cerita Tono.

Tono Supartono dan Andi Rianto. (foto: ist)

Selanjutnya, proses mixing digarap Tommy Utomo dan mastering dikerjakan oleh Don Bartley dari Sydney. Dan video klip disutradarai Wahyu Taufani Prialangga. “Semua gercep (gerak cepat), tapi terarah, terukur dan disiplin,” urai Tono yang pernah mendirikan Magenta Orkestra bersama Indra U Bakrie dan Andi Rianto tahun 2004 yang lalu.

Tono Supartono terukir namanya tatkala sebuah lagu ciptaannya berjudul ‘Keagungan Tuhan’ yang dibawakan Eddy Silitonga masuk dalam ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors tahun 1978 yang lalu. Kemudian, Tono pernah mendirikan ‘Tono & Trust Band’ serta merekam lagu ‘Moving On’ bersama Magenta Singers, sebuah kumpulan rekaman terbaik Tono.

Ia menggaet Nania Yusuf, Samy Simorangkir, Be3, Wisha Sofia Dewi, dan almarhum Dendy Mikes. Karir Tono Supartono memang tidak ujug-ujug atau menggosok lampu Aladin terus flup… jadi. Ia memulainya dari bawah sekali. Setapak demi setapak. Dan tahun 2021, meski sudah berjaya di dunia bisnis,Tono tak melupakan musik. Semoga ‘come back’ nya menjad catatan sejarah penting buat perkembangan dunia musik Indonesia. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *