Wisata Oksigen di Boon Pring

 Wisata Oksigen di Boon Pring

Objek wisata Boon Pring, Malang, wisata oksigen di rerimbunan pohon bambu. (foto: poedji)

Jayakarta News – Bagi mereka yang ingin menikmati suasana sejuk di daerah pedesaan, datang saja ke Boon Pring, sebuah tempat kawasan wisata edukatif yang terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Hawanya sejuk dan bersih, karena memang terletak di perbukitan kawasan Turen, paling ujung.

Dulu namanya Andeman dan menjadi singgahan orang-orang menengah termasuk pada zaman Belanda. Selain suasana yang sejuk di kiri kanan sampai ke atas banyak ditumbuhi tanaman bambu (orang jawa menyebut pring), kondisinya juga cukup aman.

Desa wisata, Boon Pring, yang terletak di kampung anyar ini terus berbenah diri untuk menjadikannya tempat wisata unggulan, yang tidak kalah dengan tempat wisata lain. Pengelola dalam hal ini Badan Usaha Desa (Bundes) mencoba memberikan sentuhan-sentuhan agar wisatawan yang datang krasan dan akan datang kembali untuk menikmati suasananya.

Tempatnya dingin, sejuk dan asri serta masih “perawan” sehingga menyenangkan para pengunjung yang datang ke tempat tersebut. Banyak wahana yang bisa dinikmati dan oleh pengelola dibagi menjadi 3 bagian, yakni wahana modern, wahana pendidikan, dan hutan bambu.

Bagi wisatawan, juga disediakan gazebo-gazebo untuk menikmati indahnya pemandangan serta sejuknya suasana. (foto: poedji)

Menurut Jamaludin, mewakili Kades Sanankerto Subur SE, di Boon Pring masih kaya oksigen dibandingkan tempat lain yang sudah penuh dengan polusi. “Ini suguhan kami kepada bapak dan ibu yakni oksigen,” katanya saat memberikan sambutan dihadapan para pengunjung termasuk koresponden Jayakarta News, Kamis (28/11).

Luas boon pring ini sekitar 36,8 hektare dan penuh dengan tanaman bambu. “Kami beruntung mematuhi pesan dari kakek buyut yang mengatakan agar masyarakat peduli lingkungan sehingga sampai kini masih bisa dipertahankan dan tidak rusak,” tuturnya.

Di lokasi ini pula ada 5 mata air di mana 2 di antaranya cukup unik. Yang pertama mata air akan mati manakala datang musim penghujan dan sebaliknya mengeluarkan air jika musim kemarau datang. Kedua adalah mata air yang menurut keyakinan kalau dibasuhkan ke muka maka yang bersangkutan kelihatan tambah muda.

Ditambahkan pula, saat ini boon pring yang dikelola oleh badan usaha milik desa (Bundes) ini mempunyai 65 spesifik bambu. Namun setelah didatangkan ahli untuk melihatnya justru jumlahnya ada 72 jenis.

Pihaknya kini bekerja sama dengan dinas-dinas terkait agar tanaman bambu itu tetap lestari. Bahkan ada beberapa instansi yang menyumbang spesifik lain yang nantinya akan bertambah banyak.

Untuk itulah pihaknya merencanakan akan memperkenalkan boon pring menjadi museum tanaman bambu satu-satunya di Indonesia dengan catatan sudah memiliki lebih dari 100 spesifik tanaman bambu.

Begitu tiba di lokasi maka aka ada tulisan besar “Boon Pring” dengan latar belakang telaga yang menyediakan berbagai kendaraan air seperti sepeda air, bebek air dan perahu. Sementara di sebelah kiri ada kolam renang anak-anak.

Kemudian kita bisa menyusuri melalui jalur kanan yang di tepinya ada puluhan bedak-bedak yang menjajakan makanan dan minuman serta souvenir khas Malang. Mereka adalah para pedagang binaan yang sudah terdaftar di bawah manajemen pengelola.

Di objek wisata Boon Pring ini juga disediakan Kawasan Pasar Rayat, yang antara lain menjual aneka oleh-oleh khas Malang. (foto: poedji)

Kalau kita turun ke sebelah kiri ada tempat singgah berupa gazebo-gazebo dan juga ada taman-taman indah dengan tanaman hias di sekelilingnya. Pengelola juga memelihara puluhan burung merpati yang “lucu” bercengkerama sembari mencari makan.

Sementara itu di kolam juga ada ikan-ikan yang terlihat jelas berenang kesana kemari. Kalau pengunjung ingin lebih jelas lagi bisa membeli makanan di bedak-bedak tempat menjual makanan minuman.

Dengan makanan ikan tersebut pengunjung bisa bercengkerama dengan ikan-ikan itu dengan menebarkan makanan ke tengah kolam. Akan terlihat ikan-ikan berpacu dengan teman-temannya untuk merebut makanan yang dilempar tadi.

Harga tiket di sana juga tidak terlalu mahal karena panitia telah menetapkan Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Tapi kalau bermain dengan fasilitas yang disediakan pengelola yakni naik bebek air misalnya harus membeli tiket lagi.

Jumlah pengunjung cukup banyak terutama pada hari Minggu atau hari besar lainnya. Kebanyakan yang datang di tempat ini secara rombongan. (poedji)

Di salah satu sudut, pengelola Boon Pring juga menanam aneka jenis tanaman hias. Bagus sebagai spot selfie. (foto: poedji)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *