Relawan Teriakkan Perubahan Depok

 Relawan Teriakkan Perubahan Depok

Kiri: H. Herman bersama Pradi Supriatna. Kanan: Teguh Onoh bersama Afifah Alia. (Ist)

JAYAKARTA NEWS – H. Pradi Supriatna, S.Kom., MMSI – Hj. Afifah Alia, ST maju sebagai Pasangan calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok pada 09-12-2020. Pradi-Afifah (sapaan akrab Paslon), masing-masing diusung dua partai pemenang urutan kesatu dan kedua pada Pemilihan Legislatif 2019. Pradi diusung Partai Gerindra (Partai Gerakan Indonesia Raya) dan Afifah diusung PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).

Pradi-Afifah dengan nomor urut Paslon 01, juga didukung empat partai pemenang Pileg Kota Depok pada 2019, Partai Golkar, PAN, PKB dan PSI. Bukan itu saja, sejumlah partai di luar pemenang Pileg Kota Depok, Partai Nasdem, Perindo, Bulan Bintang, Hanura, PKP dan Partai Garuda juga menyatu dukung Paslon 01. Bahkan dukungan terus mengalir dari sejumlah ormas, tokoh masyarakat dan para ulama Kota Depok.

Paslon 02, Dr. KH. Mohammad Idris, Lc, MA-Imam Budi Hartono diusung tiga partai pemenang Pileg Kota Depok pada 2019, PKS, Partai Demokrat dan PPP. Calon Walikota (Cawalkot) Paslon 02 Mohammad Idris, saat ini masih berstatus Walikota Kota Depok, dan pesaingnya Pradi Cawalkot Paslon 01, juga masih berstatus Wakil Walikota. Artinya, kedua Cawalkot sama-sama petahana, bedanya status kedudukan jabatan.

Beranjak dari sekilas gambaran kedua Paslon tersebut, para relawan Paslon 01 optimis bahwa Pradi-Afifah akan unggul di Pilkada Kota Depok 2020. Ketua Relawan Penggerak Pradi-Afifah di Kecamatan Pancoranmas, Teguh Onoh, SH menuturkan bahwa Pradi-Afifah memang sosok yang ditunggu-tunggu sebagai pembawa “angin segar” perubahan untuk benahi Kota Depok yang lebih mengayomi semua, berbudaya dan modern sebagaimana visi Pradi-Afifah.

Para relawan dan simpatisan yang satu pandangan mengusung visi-misi perubahan akan menyatu memberikan dukungan penuh bagi Pradi-Afifah. Banyak suara-suara yang menginginkan perubahan gaya tata kelola pembangunan Kota Depok. “Pembangunan dan perkembangan dalam lima belas tahun terakhir di Depok, terlihat monoton. Perwajahan Kota Depok hanya tampak moderen, kalau dilihat secara keseluruhan wilayah, malah sebaliknya,”papar Teguh Onoh, seusai temu ramah para relawan dengan Paslon 01 yang diwakili Afifah Alia, (17/10) di Pancoranmas. 

Kiri ke kanan: Nasrul Sitohang, Nurdin, Noni, Teguh Onoh, Supriyadi, konsolidasi relawan, di Kp. Lio, Pancoranmas. (Foto. Monang Sitohang)

Teguh Onoh yang juga Pengurus Pusat/Bendahara Umum di Forum Satu Nusantara (FORTUNA), salah satu organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, begitu optimis Pradi-Afifah mengungguli rivalnya. Bukan tidak beralasan, kata Teguh Onoh, para relawan FORTUNA militan Jokowi-Ma’ruf Amin di Depok, siap dukung dan coblos Paslon 01.

Pada kesempatan itu, ia juga tak lupa mengajak seluruh warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap untuk tidak golput. Menurutnya, menggunakan hak suara yang tepat merupakan perwujudan dan bentuk sumbangsih anak bangsa terhadap kepedulian proses demokrasi di tanah air. Sedangkan golput, bukan cara cerdas dan tak patut dicontoh.

Di tempat terpisah, H. Herman, salah seorang tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, berpendapat senada dukung Pradi-Afifah untuk perubahan. Memberikan dukungan bukan saja karena Pradi kenalan baiknya, tetapi disebabkan keinginan agar adanya perubahan untuk Depok.

“Tentu perubahan untuk lebih baik, ya berubah dululah biar tidak itu-itu saja dan tidak jenuh,”cetus Herman singkat sepulang dari mensosialisasikan Paslon 01 bersama Pradi, (21/10), di Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis hingga berlanjut ke Mekarsari, Harjamukti dan terakhir di Curug.

Herman berpendapat bahwa Pradi-Afifah akan mampu membawa lokomotif perubahan bagi Depok. Diantaranya, perubahan dalam mendayagunakan potensi-potensi sumber daya manusia, terlebih kaum milenial, dan perubahan tanggap aspirasi masyarakat dalam bingkai kebhinekaan. Dan ia menilai, partai pengusung, ditambah partai pendukung dan curahan dukungan dari berbagai elemen merupakan gambaran strong point yang mumpuni untuk mengatakan Pradi-Afifah lebih unggul.

Menanggapi Pilkada Depok, Sekretaris Jenderal Forum Satu Nusantara (FORTUNA), Nasrul Sitohang berpendapat, baik secara tersirat maupun tertulis Paslon 01 cukup tangguh dan memungkinkan terpilih sebagaimana harapan para relawan dan simpatisan, terlepas dari motto perubahan, visi-misi dan program kerja yang dimiliki Pradi-Afifah.

Secara tersirat, kita melihat ke belakang, pasangan ini diusung dua partai pemenang urutan ke 1 dan ke 2 pada Pileg 2019 atau dua partai pemilik suara terbanyak jumlahnya, PDIP dan Partai Gerindra. Di sisi lain, pada Pilpres 2019, Capres kedua partai ini pula yang begitu sengit bersaing, sarat intrik dan riak melontarkan kebencian satu sama lainnya.

Melihat dan mengingat proses Pilpres saat itu, rasanya atau terkesan tidaklah mungkin kedua partai ini akan menyandingkan Pradi-Afifah sebagai Calon Walikota-Wakil Walikota Depok untuk periode 2021-2016. Bahkan bukan di Depok saja, di kabupaten/kota lainnya kedua partai itu juga menyandingkan calonnya untuk maju dalam Pilkada, dan pola itu patut diapresiasi.

Makna dan hikmahnya, kedua partai itu akan menetaskan kekuatan baru atau kekuatan ekstra dimana masing-masing partai memiliki basis pendukung fanatik, mengakar dan menggurita. Itulah modal dasar kekuatan bagi Pradi-Afifah. Kekuatan berikutnya, PDIP cermat menempatkan sosok kaum hawa-Afifah untuk berpasangan dengan Pradi. Sosok Afifah yang mewakili kaum hawa, memiliki nuansa kekuatan tersendiri atau kekuatan spesifik.

Di atas kertas, gambaran persentase kekuatan untuk keunggulan Pradi-Afifah semakin bulat. Ketika Pilpres, untuk di Depok Paslon Prabowo-Sandiaga Uno unggul 57% dari Jokowi-Ma’ruf Amin 43%. Dalam Pilkada Depok 2020, suara 57% tersebut akan terpecah, setidaknya bisa 50-50 atau 40-60 untuk kubu sebelah. Sedangkan, suara 43% (dibulatkan 100%) kecil kemungkinan terbelah dua, perkiraan berkisar 20-25% untuk kubu sebelah dan 75-80% untuk Paslon 01.

Sejauh ini, para relawan-militan Jokowi-Ma’ruf Amin di Depok yang bergabung di dalam FORTUNA, solid mendukung Pradi-Afifah. Relawan FORTUNA tak diragukan lagi militansinya. Para relawan sudah biasa bergerak dengan biaya sendiri, tak pamrih dan tulus tanpa menjelek-jelekkan rival. Ketika itu, slogan FORTUNA, ‘Tiada hari tanpa Jokowi-Ma’ruf Amin’,”kenang Nasrul, (21/10), di Depok.

Nasrul mengingatkan, sekalipun keunggulan tampak di atas kertas, para relawan Paslon 01 jangan cepat-cepat berbesar hati sehingga lengah dan kendor. Sebab, persentase itu sekedar pandangan dan pendapat dengan prediksi angka-angka yang masih kasar atau belum teknis. Kalau ingin nyata, buktikan pada 09 Desember 2020. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *