Relawan Covid-19, Jiwa-jiwa yang Terpanggil

 Relawan Covid-19, Jiwa-jiwa yang Terpanggil

PT Adaro memberikan bantuan senilai Rp 20 miliar, termasuk belasan unit ambulans. (foto: BNPB). Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah menerima penyerahan bantuan di halaman Graha BNPB, Jl Pramuka Jakarta Pusat. (foto: BNPB)

Jayakarta News – Makin banyak saja warga masyarakat yang tergerak masuk barisan melawan bencana non-alam, Covid-19. Mereka adalah para relawan bencana (disaster volunteers), pemilik jiwa pahlawan yang hatinya terpanggil. Per Jumat, 10 April 2020 pukul 18.00, data di Sitroom Tim Koordinasi Relawan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah menghimpun tak kurang dari 18.830 relawan.

“Selanjutnya mereka kami kelompokkan ke relawan medis, relawan non medis, dan relawan hotline,” ujar Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas, Andre Rahadian, di Jakarta, kemarin (11/4/2020).

Lebih lanjut Andre merinci, dari jumlah relawan yang terdaftar, 3.412 di antaranya relawan medis, kemudian relawan non medis 15.814 orang, dan relawan hotline 2.167 orang. “Mereka terjaring melalui website milik desk relawan BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan berbagai komunitas,” tambah Andre.

Bidang Relawan Medis sedang merekapilutasi data yang masuk dari berbagai pihak, utamanya mengumpulkan data rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat terkait kapasitas dan kebutuhan tambahan relawan medis. “Saat ini sudah ditempatkan 396 relawan medis di RS Wisma Atlet dan masih dibutuhkan sekitar 1,512 orang lagi,” ujar Ketua Masyarakat Hukum Udara itu.

Ia juga mencatat adanya permintaan 50 dokter, beberapa dokter spesialis, dan 250 perawat dari sejumlah rumah sakit yang berada di bawah Kementerian Pertahanan. “Sedangkan tim medis kementerian kesehatan hanya sekitar seribu dokter yang siap,” ujar Andre, Ketua Umum ILUNI UI 2019-2022 itu.

Penyandang gelar SH, LL.M, M.Sc ini melihat ada satu keadaan yang membutuhkan terobosan. Yang ia maksud adalah kerjasama antara Kementerian Kesehatan, Konsil Kesehatan dan organisasi profesi untuk membuat mekanisme penerbitan Surat Tanda Register Sementara untuk para dokter dan perawat, agar bisa segera bekerja memenuhi kebutuhan yang ada.

Hal lain yang dirasa perlu verifikasi cepat adalah data relawan yang masuk dari beberapa pintu. “Masih ada yang tidak lengkap datanya, termasuk ada yang belum menyertakan izin dari keluarga atau pasangan sebagaimana persyaratan relawan yang kami tetapkan,” ujar Andre Rahadian pula.

Selagi tim data melakukan tugasnya, Tim Relawan melanjutkan program kerja yang ada. Antara lain pelatihan untuk aplikasi pelaporan Desk Relawan Covid-19 yang sudah dimulai sejak 4 April 2020. Pelatihan yang diikuti perwakilan komunitas itu, dilangsungkan di Hotel The Media melalui fasilitas webinar (pelatihan online).

Selanjutnya mulai Senin, 13 April 2020 diagendakan pelatihan bagi Relawan Non Medis. Satu sesi pelatihan, diikuti 200 – 250 orang. “Selain mengikuti pelatihan, mereka juga kami bekali dengan buku saku mengenai materi yang telah diberikan,” kata Andre.

Materi yang diberikan antara lain informasi dasar Covid-19, protokol relawan, keamanan dan pengamanan, dan uraian situasi (situasi tanggap darurat, transisi darurat, rehab  dan rekondisi). Materi tadi tersedia berkat kolaborasi Tim Telawan dengan RedR Facilitators, RedR training alumni, dan mitra (Friends of RedR), WHO, dan  BNPB. “Selain itu, Tim Relawan juga akan memberikan insentif berupa uang tunai sebagai tambahan dari insentif yang sudah diberikan pemerintah,” kata Andre pula.

Ditambahkan, selain menyalurkan para relawan medis, tim yang dipimpinnya juga membangun SOP atau Protokol Monitoring Evaluasi, agar mengurangi jatuhnya korban dari kalangan medis. “Mulai Senin, 13 April mendatang, relawan medis sudah bergerak menerapkan sistem koordinasi berjenjang dengan empat area kerja, meliputi wilayah barat, tengah, timur Indonesia dan satu lagi Jakarta. Setiap wilayah akan ada koordinator yang memonitor di setiap provinsi yang ada di wilayah kerjanya,” papar Andre.

Tak lupa, Andre juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang sudah berkomitmen menempatkan 1 perwakilannya masuk ke dalam Tim Relawan sebagai penghubung dengan lembaga yang tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia (HFI). “HFI adalah forum lembaga-lembaga kebencanaan lintas iman di Indonesia,” jelasnya.

Pihak lain yang sangat membatu masih banyak. Di antaranya, Orari, Satkornas Banser, JKMC, jaringan interfaith (Gusdurian, PGI, Walubi) dan lain-lain, Mereka membantu melakukan monitoring dan pendataan kelompok rentan yang tidak ter-cover program bantuan pemerintah. “Mereka adalah para relawan berbasis komunitas yang akan bergotong royong bersama elemen relawan lain,” sambung Andre.

Tim Relawan saat ini sedang mendistribusikan 50 chiler ke beberapa RS rujukan dan 40 Puskesmas di DKI Jakarta. Lemari pendingin tadi sudah diisi berbagai minuman suplement seperti susu dan isotonik yang merupakan bantuan dari Cimory, Greenfields, Milo, Frisianflag, dan Mizone. Tim juga menerima dukungan dari pabrik ice cream yang akan mendonasikan 500.000 ice cream kepada tenaga medis.

Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah saat penyerahan bantuan dari PT Adaro TBK berupa dana Rp 20 miliar serta belasan unit ambulans. (foto: BNPB)

Selain mendukung tenaga kesehatan, Tim Relawan Gugus Tugas juga mengoperasikan 19 mobil ambulans sumbangan dari PT Adaro Tbk khusus untuk mengangkut pasien Covid -19. Pengoperasian ambulans itu dimungkinkan berkat kerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).

Penyerahan armada ambulans dilakukan di Posko Sekretariat Tim Relawan Gugus Tugas. “Selanjutnya, ambulans-ambulans itu akan ditempatkan di 16 rumah sakit yang ada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok,” ujar Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga enggota Satgas Gugus Tugas Covid-19, saat menyerahkan ambulans tersebut.

Egy merinci, 16 rumah sakit itu masing-masing: RS Muhamadiyah Sukapura, RSI Cempaka Putih, RS St Carolus Salemba, RSUD Kota Depok, RSUD Cibinong, RSUI, RSUD Pasar Minggu, RS Awal Bros Bekasi, RSUD Kota Bekasi, RSUD Duren Sawit, Bandara Internasional Soekarno Hatta, RSUP Persahabatan, RSUD Tarakan, RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, Pelabuhan Tanjung Priok dan RS Cipto Mangunkusumo. “Khusus di RSM kami tempatkan dua unit ambulans,” tambah Egy Massadiah.

Dalam kesempatan itu, Egy juga mengimbau masyarakat untuk mengingat bahkan mencatat nomor yang sewaktu-waktu bisa dihubungi terkait covid-19. “Bagi para masyarakat dapat menghubungi nomor 119 dan nomor 08126757644,” pungkasnya. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *