• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Puisi Puisi Perenungan, Menulis Puisi Adalah Keberanian

Puisi Puisi Perenungan, Menulis Puisi Adalah Keberanian

admin by admin
February 27, 2022
in Buku & Sastra, Entertainment
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Sastrawan dan nomine Penghargaan Nobel bidang Sastra, Pramudya Ananta Toer  mengatakan ‘orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian’. Atau dengan kata lain, orang boleh mencapai deretan gelar sarjana apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, ia hanya tinggal bersama hewan yang pandai. Betapa terkutuknya perumpamaan metafora ini. Dan puisi adalah salah satu genre dalam susastra.

Banyak sudah bentuk dan jenis puisi  dalam kesusastraan klasik dan modern. Ada gurindam, soneta, puisi bebas seperti dipelopori almarhum Chairil Anwar.

Kemudian ada puisi mantra yang dicuatkan oleh Sutardji Calzoum Bachri, dan belakangan terbit pula puisi mbeling oleh seniman Remy Sylado di majalah pop Aktuil (bersama kawan-kawannya seperti Sutardji,  Abdul Hadi WM, Jeihan dll.

Contoh puisi karya BBM

Penyair Joko Pinurbo (Jokpin) pun ‘memberontak” dan menggagas puisi yang sangat absurd dan menjurus ke gaya surealis (‘Bayi didalam kulkas’) dan yang menghebohkan jagat sastra Indonesia adalah puluhan puisi berjudul Khong Guan Biscuit (disponsori Khong Guan ? Entahlah).

Lalu dimana letak puisi-puisi karya Benny Benke Mashuri (BBM)? Dengan Mengheningkan Puisi, BBM sejatinya telah menggenapkan diri sebagai wartawan cum sastrawan.  Sastrawan cum wartawan. “Sohih! Wilayah bermainnya jelas. Independensi dan kebebasan. Misinya tak kalah jelas : memberikan penghiburan pada yang lemah, menggugat yang mapan dan berkuasa,” tulis Bre Redana, wartawan budaya Kompas.

Segendang sepenarian dengan pengamat sastra Triyanto Triwikromo menegaskan, puisi-puisi BBM penuh perenungan. “Karena itulah, penyair yang baik justru melupakan sunyi,” papar Triyanto Triwikromo.  

Menurut dia, puisi, dengan demikian adalah pawai atau karnaval tak pernah usai. Senada penyair Goenawan Mohamad pun mengingatkan, untuk mencapai kekayaan ekspresi yang hanya bisa dicapai oleh puisi, sang penyair memang harus ‘lupa’.

Contoh puisi karya BBM

Salah satu contoh puisi BBM berjudul ‘Indonesia Raya di Tsarskoye Selo’ : ….di Tsarskoye Selo. Romo Mudji layaknya para nomenklatur, elite Soviet pada sebuah masa, berpasrah pada Indonesia Raya/yang dikumandangkan lima musisi tua dari negeri jauh, dengan sejumlah alat tiupnya.

Sebuah puisi yang layak direnungkan, dikontemplasikan dan jujur, kaya makna dan konotatif. Saat pecah perang antara Rusia melawan Ukraina (yang dulu sama-sama dalam persekutuan negara Uni Soviet), puisi karya BBM ini terasa relevan sekali, meski jauh ditulis sebelum kecamuk perang. Atau puisi ‘Bumi Hangus’ yang mengingatkan kepada Tsar Alexander 1 yang perkasa :…meninggalkan ribuan nyawa melayang tak ada artinya/di sini, di Kremlin, tempat berumah sejumlah Presiden Rusia, keberanian menularkan semangat.

Sebanyak 49 puisi dengan 116 halaman ini jelas padat berisi tiga tema utama dalam antologi ini yaitu kisah perjalanan, lalu amor dan teguran kritis. Antologi puisi ini ditutup puisi bertajuk ‘Tuan Maha Tuhan : …di negeri yang katanya demokrasi, puisi diam-diam ditakuti.

Penyairnya bisa jadi ditangkapi. Dilempar di balik jeruji besi. Sebelum di sidang di muka mahkamah yang telah kehilangan/Taji/Tuan maha Tuhan. Puisi pamungkas ini ditulis Ramadhan perdana 2021.

Walakin, penulis yang dalam pemulihan kesehatan di era pandemi gelombang ke tiga ini begitu merampungkan Antologi Puisi karya BBM, jujur, langsung sembuh dan hijau (peduli lindungi). Puisi adalah obat ajaib yang wajib diapresiasi, direnungkan, dikontemplasikan dan..ingatlah, buku adalah gudang ilmu. Membaca (iqra) adalah koentji. (pik)

Previous Post

Korban Jiwa Gempa M6.1 Sumbar Jadi 11 Orang, Masih Dicari 4 Orang Hilang

Next Post

Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

admin

admin

Next Post
Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version