Pentingnya Cover Both Side Bagi Jurnalis Media Siber

 Pentingnya Cover Both Side Bagi Jurnalis Media Siber

Benny Sampirwanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Prov. Jawa Timur/foto: istimewa

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Setiap publikasi yang dibuat dalam media digital maupun media online harus ada cover both side. Artinya, penulisan berita harus benar–benar memiliki keseimbangan informasi, tidak sepihak, dari berbagai sudut pandang dan memiliki unsur keadilan.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Prov. Jawa Timur, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si. Ia mengemukakan hal itu di acara Parents Gathering Mahasiswa Baru STIKOSA – AWS Tahun Akademik 2022/2023 pada Sabtu (3/9). Acara diikuti mahasiswa baru dan orangtuanya yang berlangsung secara online zoom.

Lebih lanjut Benny mengemukakan, harus ada siapa yang ditulis dan komentar – komentarnya bagaimana. Tidak boleh sekarang menuliskan A misalnya, kemudian besok di counter (menuliskan) B.

“Ini di ilmu komunikasi tidak seperti itu, harus cover both side di media yang sama. Seperti itu yang saya lakukan hubungannya dengan media, karena kita di jurusan komunikasi,” ujarnya.

Program Strategis

Sebagai narasumber pemateri, Benny menjelaskan, ilmu komunikasi adalah program studi yang strategis. Di era digital ini program studi tersebut saat ini menjadi favorit. Di lingkungan pekerjaan pemerintahan dan swasta, serta di pelbagai bidang dan pekerjaan apapun bersinggungan dan berhubungan terkait dengan ilmu komunikasi.

“Jurusan ini menurut saya adalah jurusan yang sangat strategis, Jurusan ini seperti jurusan ilmu hukum dan akuntansi. Jurusan ini bisa menjadikan kita di perusahaan swasta, di pemerintahan juga di bidang kewirausahaan,” imbuh Benny. Benny pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prov. Jawa Timur.

Cover Both Side dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan netral. Dengen demikian, nantinya masyarakat dapat memaknai informasi tersebut secara pribadi tanpa adanya hasutan dari pihak media ataupun pihak lain. Terutama terhindar dari informasi yang tidak memiliki keakuratan informasi.

Prinsip ini bukan hanya berlaku untuk jurnalis media, namun juga dapat diterapkan pada masyarakat pengguna media sosial. Contohnya semacam facebook (fb), Instagram (IG) dan media sejenisnya.

Selain Benny, pembicara lain adalah Eko Pamuji, M.IKom. Ia adalah Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur yang juga dosen STIKOSA – AWS. Selain itu, Azza Irine Mufia, S.Sos., Alumni STIKOSA – AWS. Ia juga Praktisi Media yang saat ini sebagai Presenter di beberapa media tv broadcasting.

Parents Gathering STIKOSA – AWS 2022 dibuka Ketua STIKOSA – AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM. Acara tersebut didukung BPJS Ketenagakerjaan cabang Rungkut dan BNI 46 cabang Nginden Surabaya. Keduanya sebagai mitra sinergi STIKOSA – AWS, untuk kepentingan para orang tua dan mahasiswa baru terkait kegiatan perkuliahan di STIKOSA – AWS. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.