Ketua Stikosa-AWS Sampaikan Rumusan Strategi Pemberdayaan Masyarakat

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting dalam menanggulangi permasalahan kesehatan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, tenaga kesehatan dapat bekerja sama dengan komunitas untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, merencanakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal, dan meningkatkan akses serta pemahaman terhadap layanan kesehatan.

Dengan demikian, upaya penanggulangan permasalahan kesehatan dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Demikian pokok pikiran yang disampaikan Dr Jokhanan Kristiyono, ST, M.Med.Kom saat menjadi Narasumber acara Forum Komunikasi Publik (FKP) Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang berlangsung di Ruang Rapat Lt.2 Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jl. Jemursari Surabaya, Kamis(28/2/2024).

Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan akademisi, media dan KIM (kelompok informasi masyarakat), dia menyampaikan lima rumusan strategi pemberdayaan masyarakat.

Pertama, Pedoman Pemberdayaan Masyarakat, sebagai acuan kader kesehatan dalam upaya memberdayakan masyarakat bidang kesehatan dalam menanggulangi krisis.

Kemudian yang kedua, peran Pemberdayaan Masyarakat dan Tenaga Kesehatan.

Ketiga, pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keempat, upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

Kelima, pemanfaatan potensi Lokal di lingkungan sekitar. Jokhanan memberi contoh potensi lokal di kampung herbal Nginden Jangkungan, Kampung KB dan Kampung Hidroponik yang bisa dikembangkan secara maksimal.

Selain Jokhanan, ada lima orang narasumber yang juga menyampaikan masukan dalam pelaksanaan FKP tersebut. Yakni : Prof. Dr. Sri Sumarni, SKM, M.Si, Dr. M. Atoillah Isfandiari, Dr. M.Kes, Estiningtyas Nugraheni, SKM, M.Kes, Hargo Wahyuono , SE, M.Si, Ak. CA (Dewan Pengawas RSUD BDH) dan Moch. Dianto SE (Perwakilan Ombusdman Jawa Timur).

Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 dan PP Nomor 96 Tahun 2012 yang mengamanatkan bahwa Penyelenggara wajib mengikutsertakan masyarakat dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai upaya membangun sistem penyelenggaraan Pelayanan Publik yang adil, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, SKM, M.Kes mengatakan, kegiatan FKP Dinas Kesehatan dilaksanakan setahun sekali dan merupakan diskusi pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggara layanan publik yaitu Puskesmas, Rumah Sakit & Dinas Kesehatan dengan publik.

Sedangkan pembahasan meliputi : rancangan kebijakan; penerapan kebijakan; dampak kebijakan; evaluasi pelaksanaan kebijakan, ataupun permasalahan terkait pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Antara lain, standar pelayanan , pengelolaan pengaduan bagi masyarakat, dan survey kepuasan masyarakat.

“ Implementasi masukan dan saran dari narasumber, masyarakat, dan pengguna pelayanan akan kami gunakan untuk memperbaiki layanan pada tahun berjalan dan kedepannya” ujar Nanik.

Selain paparan Kadinkes, hadir pula Direktur RSUD dr Moch Soewandhi, dr Billy Daniel Messakh, Sp B dan Direktur RSUD Bakti Dharma Husada, drg Bisukma Kurniawati, M.Kes. sebagai narasumber.

Sampai tahun 2024, unit layanan publik di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surabaya adalah : RSUD dr Moch. Soewandhi yang terletak di Jl. Tambak Rejo No.45-47 Kec. Simokerto, RSUD Bakti Dharma Husada, Jl. Kendung No.115 – 117, Sememi, Kec. Benowo, Laboratorium Kesehatan Daerah, Gayungsari Barat No. 124 A, Surabaya dan 63 Unit Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota Surabaya.***poedji

Stikosa-AWS Gelar Pelatihan Digital Public Relation untuk Praktisi Kehumasan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Pelatihan Digital Public Relation untuk Humas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi swasta yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) cukup menarik minat banyak peserta.

Pelatihan ini diadakan di Ruang Multimedia kampus Stikosa-AWS selama dua hari, yakni Sabtu 24/2 dan Minggu 25/2/2024.

Pelatihan bertajuk “In-House Training Digital Public Relation” ini bertujuan memberikan bekal keterampilan digital dan strategi efektif kepada peserta dalam menjalankan fungsi humas & protokoler.

Dari peserta yang hadir, selain Humas OPD juga hadir Humas Rumah Sakit dan para Kepala Sekolah SMA di Surabaya. Sedangkan pemateri terdiri dari para Dosen di Stikosa-AWS.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Stikosa-AWS, Dr Jokhanan Kristiyono, ST, M.Med.Kom mengatakan, dalam era digital yang berkembang pesat, peran Public Relations (PR) tidak lagi terbatas pada metode konvensional.

Transformasi digital di era industri 4.0 harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) mumpuni yang terdiri atas basic digital skill atau literasi digital, intermediate skill atau technician level, dan advanced digital skill atau level digital leadership. Oleh karena itu, penting bagi praktisi PR untuk terus mengembangkan keterampilan mereka dalam konteks digital.

“Melihat animo peserta yang cukup besar, pelatihan semacam ini akan terus dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas” ujarnya.

Selama dua hari, para peserta diberikan materi 8 unit kompetensi, antara lain : Peran Public Relations, Integrated Corporate Communications, Optimalisasi Cyber Public Relation, Social Media for Corporate Branding, Digital Copywriting, Media Relations Strategy (kiat-kiat menghadapi pers/jurnalis, cara membuat press release), Public Speaking, dan Service Communications.

Di sesi pertama, Dr Supriadi, SH, MM yang menyampaikan materi “Peran Public Relation Dalam Lembaga/Instansi” memberikan kiat-kiat praktis dalam menjalin hubungan baik dengan media. Pengalamannya yang panjang sebagai Kepala Humas dan Kakanwil PT Jasa Raharja serta tim Assesor Badan Diklat Propinsi Jatim, mengundang minat banyak peserta dalam sesi tanya jawab.

Supriadi menyorot event besar di salah satu Rumah Sakit yang ternyata sepi pemberitaan media padahal bugdet promosinya ada. Dosen Stikosa-AWS itu juga memberikan kiat praktis saat peserta perwakilan Humas salah satu RS Swasta di Surabaya mengeluhkan konten di medsos yang merugikan citra lembaganya. Yakni aroma horor dan misteri karena kekunoan bangunan yang sudah berumur 100 tahun lebih.

“Banyak konten yang menyesatkan dan sama sekali tidak benar. Karena keterlaluan, beberapa diantaranya terpaksa kami laporkan ke pengadilan” ujar Humas salah satu RS Swasta tersebut.

Dosen Stikosa-AWS lainnya yang memberikan materi pelatihan antara lain : Moch. Arkansyah M.Ikom, Riesta Ayu Octarina M.Ikom, Dr Dwi Prasetyo MPSDM, Athok Murtadhlo S.Ikom, M.Sos, Suprihatin, M.Ikom, Baswara Yua Kristama, M. Sosio dan Ratna Puspita Sari, M. Med. Kom.***poedji

Sambut Pesta Demokrasi, Stikosa-AWS Gelar Lomba Foto Jurnalistik Pelajar

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Menyambut Pesta Demokrasi 2024, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) bekerja sama dengan Matanesia menggelar lomba foto jurnalistik dengan menggunakan smartphone untuk siswa SMA/SMK/MA sederajat, dengan sub tema “Suara Orang Muda untuk Demokrasi Indonesia”.

Selain lomba foto, panitia lomba juga mengadakan Seminar Fotografi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang teknik memotret peristiwa. Seminar ini berlangsung Sabtu(16/12) di ruang Multimedia kampus Stikosa-AWS.

Para peserta seminar yang sebagian besar siswa SMA/SMK di Surabaya tampak sangat antusias menyimak paparan narasumber Mamuk Ismuntoro, fotografer profesional yang juga pendiri Matanesia.

Menurut Ketua panitia lomba, Rizky Wulandari, S.Sos, M.I.Kom, dipilihnya tema suara orang muda tersebut karena melihat realitas dari berbagai riset bahwa Pemilu 2024 ini suara generasi muda mendominasi sebagai kekuatan penentu.

Partisipasi aktif dari kalangan muda menjadi pilar utama dalam mewujudkan demokrasi yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui Lomba Foto Jurnalistik, kami ingin mendorong praktik Jurnalisme yang independen dan berintergritas. Fotografi memiliki Kekuatan untuk menyampaikan cerita secara visual dan dapat menjadi alat yang efektif untuk memahamkan masyarakat mengenai pentingnya pesta demokrasi dan partisipasi masyarakat” tambah Kiky, panggilan akrab Kepala Divisi Marketing & Public Relation Stikosa-AWS tersebut.

Seluruh rangkaian lomba dilaksanakan secara online. Peserta bisa mendaftar bebas biaya melalui link https://linktr.ee/stikosaawsevent mulai tanggal 16 Desember 2023 dan ditutup tanggal 31 Januari 2024.

Karya foto cukup menggunakan smartphone (handpone) dan selanjutnya mengunggah karyanya di link tersebut, mulai tanggal 20 Januari sampai 20 Februari 2024.

Sedangkan karya foto terbaik akan diumumkan pada tanggal 4 Maret 2024. Para pemenang akan mendapat hadiah jutaan rupiah dan e-sertifikat.

Sedangkan para juri terdiri dari para fotografer profesional, antara lain : Mamuk Ismuntoro (founder Matanesia), Moch Subechi Nurcahyo (pewarta foto Harian Jawa Pos) dan Bahana Patria Gupta (pewarta foto harian Kompas). Panitia lomba menyarankan agar peserta mengikuti IG Stikosa-AWS untuk mengikuti info-info terbaru tentang lomba.

Yang cukup menarik adalah pesan yang disampaikan Mamuk Ismuntoro saat Seminar Fotografi tersebut. Mamuk mengatakan, permasalahan fotografi adalah bagaimana melihat beribu obyek yang ada di depan mata kemudian memilih salah satu atau salah dua dengan kamera smartphone.

Maka dibutuhkan kesabaran dalam menunggu momen yang tepat. “Sabar adalah kunci pemotretan” ujar dosen fotografi Stikosa-AWS tersebut.

Selanjutnya Mamuk menambahkan, untuk bisa memilih obyek yang tepat dan mempunyai nilai berita, maka seorang pewarta foto harus banyak membaca dan mengumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai obyek yang akan dipotret.

Sehingga saat di lapangan, tidak kebingungan memilih obyek foto. Hal ini sama dengan persiapan yang dilakukan seorang reporter. Yakni, harus banyak membaca dan mempunyai referensi cukup tentang obyek berita atau narasumber yang akan diwawancarai.***poedji

8 Mahasiswa Stikosa-AWS Mendapat Beasiswa BRIN

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Delapan orang mahasiswa Stikosa-AWS berhasil lolos dalam seleksi mahasiswa penerima beasiswa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui seleksi program Bantuan Riset Talenta (BARISTA) 2023.

Ke-8 mahasiswa tersebut masing-masing adalah Alif Sioux Ramli, Angger Prasetyo, Dwi Bagus Sunyoto, Ega Oktasya, Ilham Prahardani, Leni Setya Wati, M. Zainal Arifin dan Syahwaldan Rizky.

Mereka berhak mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 5 juta selama 2 semester dan bantuan biaya riset.

Menurut Kepala Badan Administrasi Akademis & kemahasiswaan Stikosa-AWS, Riesta Ayu Octarina, kepada awak media Rabu(24/5) sebagian besar mahasiswa penerima beasiswa BRIN itu merupakan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kampus.

Alif Sioux Ramli dan Syahwaldan Rizky tahun sebelumnya juga lolos dalam seleksi Program Pengembangan Usaha Mahasiswa (P2MW) yang tiap tahun diadakan Direktorat Kemahasiswaan Depdikbud.

Sedangkan Bagus Sunyoto merupakan mantan ketua umum UKM Surabaya Muda, salah satu unit kegiatan mahasiswa di Stikosa-AWS.

Menyitir dari laman manajementalenta.brin.go.id Program BARISTA merupakan salah satu program pemberian bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan riset kepada mahasiswa aktif tingkat akhir jenjang Diploma 4 dan Sarjana (S1, S2, S3) untuk menyelesaikan tugas akhir penelitian yang berbasis kerja sama riset di unit kerja lingkungan BRIN.

Syarat untuk mendapatkan beasiswa BRIN antara lain : Memiliki proposal riset yang sedang dilakukan untuk menyusun tugas akhir yang berkolaborasi dengan kelompok riset di Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kemudian rekomendasi dari universitas, rekomendasi dari mentor/pembimbing dari unit kerja di BRIN, sudah mengikuti mata kuliah metode penelitian, tidak double funding pada komponen yang sama, menyampaikan luaran program (skripsi/ tesis/ disertasi), mendaftar melalui sistem informasi BARISTA. (poedji)

BPSDMP dan Stikosa-AWS Kembangkan 5 Program Masyarakat, Apa Saja?

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Sukses jalin kerjasama program pelatihan DTS (Digital Talent Scholarship) di tahun kemarin, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi & Informatika (BPSDMP) Surabaya Kementerian Kominfo RI kembali melanjutkan kerjasama dengan Stikosa-AWS, sebagai kampus komunikasi dan jurnalistik pertama di Indonesia Timur.

Rapat pembahasan teknis lanjutan implementasi kerjasama di tahun 2023 bersama jajaran BPSDMP Surabaya berlangsung di kampus Stikosa-AWS, Kamis (18/5.2023).

Kerjasama 5 project colaboration tersebut antara lain : Riset Anti Korupsi dan Kepuasan Masyarakat, Pengelolaan Jurnal Komunika Sinta 4 Stikosa-AWS BPSDMP Surabaya, Magang mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Stikosa-AWS di lingkungan Kementerian Kominfo BPSDMP Surabaya, Abdi masyarakat pelatihan digital bagi penyandang disabilitas di balai BPSDMP Surabaya, dan rekruitmen mahasiswa untuk pelatihan Vocational School Graduate Academy (VSGA).

“Ini merupakan implementasi dari penandatanganan MoU antara Stikosa-AWS dengan BPSDMP Surabaya, yang juga merupakan bagian dari salah satu stakeholder pembina YPWJT (Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur, yayasannya Stikosa-AWS-red),” kata Pjs. Ketua Stikosa-AWS, Jokhanan Kristiyono kepada awak media Sabtu(20/5).

“Implementasi kolaborasi ini hal yang sangat positif untuk memajukan kampus Stikosa-AWS serta sebagai wujud pelayanan dan pengabdian pada masyarakat,” imbuhnya.

Kolaborasi riset anti korupsi dan kepuasan masyarakat, dan pelatihan digital bagi penyandang disabilitas, merupakan beberapa program yang menyentuh langsung di tengah-tengah masyarakat.

Program VSGA tahun 2023 ini, merupakan program pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi nasional yang ditujukan bagi lulusan SMK/sederajat serta Diploma 3 dan 4 yang belum bekerja dan memiliki latar belakang pendidikan terutama di bidang Science, Technology, Engineering, dan Math (STEM).

Dari pelaksanaan kerja sama tersebut, oleh pihak Stikosa-AWS dan Kementerian Kominfo BPSDMP Surabaya, diharapkan nantinya dapat berjalan lebih sukses dari tahun kemarin.(poedji)

Terkait Aksi Mahasiswa di Halaman Kampus, Ini Penjelasan Ketua Stikosa-AWS

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–Sejumlah mahasiswa Stikosa-AWS, berunjuk rasa memprotes sanksi akademik untuk 2 mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Acta Surya, di halaman kampus Stikosa-AWS, Senin siang (27/2).

Mereka menggelar aksi teatrikal, memprotes kebijakan kampus yang memberikan sanksi berupa pengguguran nilai pada 2 mahasiswa yang tanpa izin merekam pembicaraan dengan Ketua.

Dalam orasi tersebut salah satu mahasiswa membacakan tuntutan mereka yakni mengembalikan nilai kedua mahasiswa yang diberi sanksi. Mereka juga menuduh kampus telah membreidel media online Acta Surya, media kampus yang selama ini mereka operasikan dengan payung UKM.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Stikosa-AWS Meithiana Indrasari menjelaskan kronologi munculnya kebijakan sanksi berupa pengguguran nilai kepada dua mahasiswa, Kiki dan Feby.

Kata Meithiana, sanksi tersebut bentuk pembinaan terhadap mahasiswa agar kelak bisa menjadi wartawan profesional dengan menjalankan kode etik jurnalistik sebaik-baiknya.

“Setelah dilakukan pembinaan, nilai mahasiswa sudah kami rencanakan untuk dikembalikan seperti semula,” tegas Meithiana.

Berkait dengan tuduhan pembreidelan Acta Surya, Ketua Stikosa-AWS ini menegaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah evaluasi, yaitu evaluasi pengelolaan media kampus.

“Sebab dari apa yang disampaikan oleh mahasiswa Acta Surya, website yang selama ini digunakan dimiliki oleh alumnus bernama Hendro Dwi Laksono. Setelah dikonfirmasi, Hendro menyatakan bersedia menyerahkan web dan pengelolaannya kepada UKM Acta Surya.

Faktanya, Hendro menyerahkan itu dan aktivitas Acta Surya berjalan kembali seperti semula. Jadi tidak ada pembreidelan, itu hoax!” tegas perempuan berkacamata itu.

Terkait sanksi nilai E, Meithiana mengaku kecewa dengan langkah yang ditempuh kedua mahasiswa tersebut. Katanya, alih-alih melakukan permintaan maaf, dua mahasiswa malah mendatangi salah satu alumnus, yaitu Mas Zurqoni.

“Dengan menggunakan kop Ika alumni, Mas Zurqoni bersurat ke kampus yang intinya minta kampus mengembalikan nilai Kiki dan Feby,” kata Mei.

“Ini urusan internal akademik antara mahasiswa dengan dosen, kenapa minta tolongnya ke alumnus? Kan semestinya mendatangi Waka 1 yang membawahi bidang akademik dan kemahasiswaan. Bahkan Waka 1 menunggu dialog dengan 2 mahasiswa tersebut, namun sampai hari ini keduanya tidak mau datang,” tukasnya.

BEM Stikosa-AWS berupaya melakukan mediasi antara pihak pengelola akademik dengan mahasiswa sore ini. Namun hingga lebih dari satu jam, baik Kiki dan Feby serta perwakilan UKM Acta Surya tidak hadir. (poedji)

Polda Jatim Gandeng Stikosa-AWS untuk Pelatihan Content Creator bagi Humas Polres

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–Sebanyak 80 personel polisi di wilayah Polda Jatim dari berbagai polres mengikuti pelatihan content creator, selama dua hari, 30 & 31 Januari 2023 di Swiss Belinn Hotel, Jalan Tunjungan Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto mengapresiasi pelatihan ini. Kapolda juga mengingatkan betapa pentingnya seluruh humas di polres berkomunikasi dengan media.

“Ini penting karena akan menjadi bentuk komunikasi antara polisi dengan masyarakat melalui media. Di era digital, polisi juga harus bisa memanfaatkan teknologi ini untuk membangun komunikasi dengan masyarakat,” kata Toni Harmanto saat membuka pelatihan.

Irjen Toni Hermanto mengatakan, melalui pelatihan tersebut, polisi diharapkan bisa mengambil ilmu dan praktiknya untuk membuat video. Dengan demikian, video bisa diisi pesan-pesan yang intinya bermanfaat bagi kepolisian dan masyarakat.

“Tentunya kemampuan untuk menggabungkan konten membutuhkan kreativitas para pembuat konten, agar lembaga (kepolisian) tetap relevan dengan ruang lingkup dan para pemangku kepentingan, dengan memperhatikan saluran pesan/ konten agar tepat sasaran,” ujar Irjen Toni Harmanto.

Irjen Toni Harmanto menambahkan, sejalan dengan pembuatan konten multiplatform tersebut, juga perlu diperhatikan kanal distribusinya dengan media-media, termasuk di dalamnya media sosial.

“Hubungan antara humas, media, jurnalis, masyarakat dan konten merupakan kerterkaitan dan suatu keharusan yang saling bersinergi, hubungan yang kuat dan berkelanjutan, untuk kepentingan institusi di setiap kegiatan kepolisian,” imbuhnya.

“Oleh karena itu, dengan dilakukan pelatihan konten kreatif dan kemampuan mengelola dengan baik bermedia ini, harapan saya kepada para peserta pelatihan bisa lebih profesional dalam melaksanakan seluruh tugas pokok dan fungsinya di setiap kesatuan masing-masing dengan kegiatan-kegiatan literasi digital, utamanya dalam mencegah penyebaran hoax, ujaran kebencian dan cyber crime,” ujar Meithiana.

“Hal ini tidak hanya secara institusional, tetapi juga personil anggotanya yang humanis, persuasif, merangsek ke komunitas-komunitas mahasiswa,” imbuhnya.

Dalam pembukaan pelatihan konten kreatif jajaran Bid. Humas Polda Jawa Timur, juga dilaksanakan atas nama sivitas akademika Stikosa-AWS memberikan piagam penghormatan tertinggi kepada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr. Toni Harmanto, M.H., yang telah mendorong anggotanya sebagai Polisi Humanis dan Cakap Digital.

Pelatihan konten kreatif Bid. Humas Polda Jawa Timur beserta jajarannya diikuti para peserta penugasan dari humas – humas 29 Polres se- Jawa Timur. (poedji)

Stikosa-AWS Bentuk Pos SAPA untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur menggandeng Stikosa-AWS untuk koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan kewenangan Provinsi Jawa Timur, Rabu (25/1).

Dalam pertemuan kedua instansi yang berlangsung di ruang Rapat Kartini DP3AK Prov. Jatim Jalan Jagir Wonokromo 358 Surabaya itu, dipimpin Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Kualitas Keluarga, Ida Tri Wulandari, S.H., M.E., membincang tema “Sosialisasi Pembentukan Pos Sayang Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Jawa Timur, beserta Implementasinya dalam Masyarakat”.

Informasi dari DP3Ak, Ida Tri Wulandari memaparkan data statistik kasus-kasus kekerasan yang sudah dilaporkan dalam Sistim Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) milik Kementerian PPPA RI.

Melihat fenomena tersebut DP3AK memastikan bahwa pemerintah hadir sebagai wujud komitmen upaya melakukan penanganan berbagai kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Oleh karena itu DP3AK merasa perlunya bersinergi dengan berbagai pihak, mulai perguruan tinggi, pengusaha, hingga organisasi masyarakat dan agama agar upaya dapat berjalan lebih maksimal.

Suprihatin, S.Pd., M.Med.Kom. mewakili Stikosa-AWS selaku narasumber mengatakan, pembentukan Pos SAPA sangat penting baik untuk kepentingan internal lembaga maupun untuk masyarakat, sebagai upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sebagai kampus jurnalistik, Stikosa-AWS merasa prihatin dengan data yang dilansir salah satu media yang menyebutkan bahwa 86% jurnalis perempuan mengalami kekerasan dalam beragam bentuk. “Bentuk kekerasan bisa berupa body shaming, pelecehan seksual, hingga kekerasan secara online,” ungkap Titien, sapaan akrabnya.

Sesuai bidang keilmuan Komunikasi, Pos SAPA di Stikosa secara khusus akan menangani aduan untuk tindakan-tindakan kekerasan terutama yang berkaitan dengan produk-produk media massa atau media digital lain seperti morphing, yaitu mengubah gambar atau video dengan tujuan merusak reputasi seseorang, sexting dan revenge porn, maupun cyber bullying.

Implementasi Pos SAPA yang telah dilakukan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan DP3AK Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu tindak lanjut dari aksi pembentukan satgas 5 Anti di Stikosa-AWS: Anti Korupsi, Anti Kekerasan Terhadap seksual, Anti Perundungan, Anti Intoleransi, dan Anti Narkoba yang dicanangkan pada bulan Oktober tahun lalu.

Beberapa program yang disiapkan dalam Pos SAPA adalah pembuatan media untuk sosialisasi melalui website dan media sosial, insersi muatan nilai-nilai anti kekerasan dalam kurikulum, hingga literasi digital melalui pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa. (poedji)

Pentingnya Cover Both Side Bagi Jurnalis Media Siber

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Setiap publikasi yang dibuat dalam media digital maupun media online harus ada cover both side. Artinya, penulisan berita harus benar–benar memiliki keseimbangan informasi, tidak sepihak, dari berbagai sudut pandang dan memiliki unsur keadilan.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Prov. Jawa Timur, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si. Ia mengemukakan hal itu di acara Parents Gathering Mahasiswa Baru STIKOSA – AWS Tahun Akademik 2022/2023 pada Sabtu (3/9). Acara diikuti mahasiswa baru dan orangtuanya yang berlangsung secara online zoom.

Lebih lanjut Benny mengemukakan, harus ada siapa yang ditulis dan komentar – komentarnya bagaimana. Tidak boleh sekarang menuliskan A misalnya, kemudian besok di counter (menuliskan) B.

“Ini di ilmu komunikasi tidak seperti itu, harus cover both side di media yang sama. Seperti itu yang saya lakukan hubungannya dengan media, karena kita di jurusan komunikasi,” ujarnya.

Program Strategis

Sebagai narasumber pemateri, Benny menjelaskan, ilmu komunikasi adalah program studi yang strategis. Di era digital ini program studi tersebut saat ini menjadi favorit. Di lingkungan pekerjaan pemerintahan dan swasta, serta di pelbagai bidang dan pekerjaan apapun bersinggungan dan berhubungan terkait dengan ilmu komunikasi.

“Jurusan ini menurut saya adalah jurusan yang sangat strategis, Jurusan ini seperti jurusan ilmu hukum dan akuntansi. Jurusan ini bisa menjadikan kita di perusahaan swasta, di pemerintahan juga di bidang kewirausahaan,” imbuh Benny. Benny pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prov. Jawa Timur.

Cover Both Side dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan netral. Dengen demikian, nantinya masyarakat dapat memaknai informasi tersebut secara pribadi tanpa adanya hasutan dari pihak media ataupun pihak lain. Terutama terhindar dari informasi yang tidak memiliki keakuratan informasi.

Prinsip ini bukan hanya berlaku untuk jurnalis media, namun juga dapat diterapkan pada masyarakat pengguna media sosial. Contohnya semacam facebook (fb), Instagram (IG) dan media sejenisnya.

Selain Benny, pembicara lain adalah Eko Pamuji, M.IKom. Ia adalah Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur yang juga dosen STIKOSA – AWS. Selain itu, Azza Irine Mufia, S.Sos., Alumni STIKOSA – AWS. Ia juga Praktisi Media yang saat ini sebagai Presenter di beberapa media tv broadcasting.

Parents Gathering STIKOSA – AWS 2022 dibuka Ketua STIKOSA – AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM. Acara tersebut didukung BPJS Ketenagakerjaan cabang Rungkut dan BNI 46 cabang Nginden Surabaya. Keduanya sebagai mitra sinergi STIKOSA – AWS, untuk kepentingan para orang tua dan mahasiswa baru terkait kegiatan perkuliahan di STIKOSA – AWS. (poedji)

Impian Gadis Penjual Roti Bakar Itu Tercapai Bisa Kuliah S1 di Stikosa-AWS

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Melanjutkan studi di perguruan tinggi tidak pernah dibayangkan oleh Laila, yang punya nama asli Siti Nur Lailatul Hasanah  (19), anak yatim piatu dari keluarga prasejahtera di Surabaya.

Laila, satu dari sekian banyak lulusan SMA yang berhasil diterima menjadi mahasiswa baru di kampus Stikosa-AWS. Kampus, yang dijuluki sebagai kampus digital. Laila, masuk kuliah melalui jalur KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk tahun akademik 2022/2023.

“Awalnya sih saya gak pernah kepikiran ada kesempatan bisa lanjut kuliah di sini (di Stikosa-AWS). Saya sih bersyukur sudah lulus SMK saja sudah cukup. Sekarang saya didaftarkan di kampus ini untuk menggapai impian saya,” ungkap polos gadis kelahiran Surabaya ini kepada awak media.

Kampus digital ini ternyata adalah satu-satunya pilihan Laila, lantaran sesuai dengan cita-citanya menjadi seorang Public Speaking profesional.

“Sejak dulu cita – cita saya ingin menjadi Public Speaking profesional seperti orang-orang yang terkenal di media sosial, yang membawakan berita, seperti itu,” ujar Laila.

Laila diterima sebagai mahasiswa baru (maba) kampus Stikosa – AWS tahun ini, lewat Geng Gemes (Gerakan Mengajak Sedekah}. Sebuah komunitas pegiat sosial di Surabaya.

Dikisahkan Laila, ia ditinggal wafat ayah dan bundanya sejak usia kanak-kanak. Sejak saat itu, Laila dan adiknya tinggal bersama kakek dan neneknya,  di kawasan Karang Menjangan Surabaya.

Selama itu pula, Laila bersama adiknya diajarkan hidup mandiri lantaran penghasilan kakek dan neneknya yang berusia lebih dari 50 tahun, belum dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Selain menjalani aktivitas sekolah, Laila juga membantu dengan berjualan roti bakar selepas sekolah. Rutinitas itu dilakukannya sejak SMP sampai SMK, dengan modal usaha dari bantuan yang dihimpun relawan Geng Gemes. 

“Penghasilan saya setiap harinya tidak menentu, kadang sepi terkadang lumayan laku dengan hasil pas-pasan,” ujarnya.

Selain Laila, mahasiswa baru di Stikosa-AWS yang masuk melalui program KIP Kuliah bernama Muhammad Alif Maulana, juga berasal dari keluarga prasejahtera.

Menurut humas Direktorat Marketing and Public Relations (DMPR) Stikosa-AWS,  di tahun akademik 2022/2023 ini hingga awal gelombang 3 pendaftaran, jumlah pendaftar mengalami peningkatan pesat. Yakni hampir 200% di bandingkan tahun sebelumnya. Baik melalui jalur reguler, jalur prestasi (Japres) akademis maupun nonakademis, serta melalui jalur KIP Kuliah.

Sebagai bagian dari kepedulian perguruan tinggi terhadap kondisi masyarakat pascapandemi, Stikosa-AWS juga merealisasi program pemerintah untuk memberikan kesempatan Laila dan Alif sebagai keluarga tidak mampu, untuk  dapat berkuliah di Stikosa-AWS melalui program KIP Kuliah.

Ketua Stikosa – AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM. mengatakan, “Setelah mengetahui hasil verifikasi tim PMB kami di lapangan, setelah melakukan survei dan analisis, Laila dan Alif memang betul- betul berhak dan layak mendapat KIP untuk diajukan kuliah di Stikosa-AWS dan kita perjuangkan untuk disetujui,” ujar Dr. Mei, sapaan akrab Dr. Meithiana Indrasari.

“Kalau kita mau bilang pengabdian konkret ya ini, program pengabdian yang bukan wacana ya ini, jadi benar- benar program dari pemerintah (KIP Kuliah) sesuai dengan peruntukannya,” tuturnya.

Selanjutnya dilemukakan,  Stikosa-AWS memiliki concern untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

“Salah satunya yang kongkret ini. Jadi kita laksanakan secara total,” imbuh Dr. Mei, saat menyambut kedatangan pendaftar kuliah yang dibawa Geng Gemes di ruang layanan penerimaan mahasiswa baru, Selasa siang (2/8). (poedji)