Pelecehan Seks, Google Tendang 48 Pegawai

 Pelecehan Seks, Google Tendang 48 Pegawai

(FILES) In this file photo taken on May 24, 2018 A man walks past the logo of the US multinational technology company Google during the VivaTech trade fair ( Viva Technology), in Paris. Google on Monday, October 1, 2018, announced that it will test a video game streaming platform with the release of “Assassin’s Creed Odyssey” by Ubisoft this week. Google is collaborating with the French video game colossus to use a new instalment in the hit “Assassin’s Creed” franchise to test the ability of Project Stream technology to provide the kind of quick, seamless play powered by in-home consoles as an online service. / AFP PHOTO / ALAIN JOCARD

Dalam foto file ini diambil pada 24 Mei 2018, seorang pria berjalan melewati logo perusahaan teknologi multinasional AS Google selama pameran perdagangan VivaTech (Viva Technology), di Paris.

 

PENGHARGAAN terhadap wanita, pentingnya kesetaraan gender, menjadi nafas penting yang dipegang teguh perusahaan global. Oleh karena itu, siapa pun yang menjadi bagian dari perusahaan global, di level apa pun mereka bekerja, harus paham bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun untuk melakukan pelecehan seksual.

Melanggar, berarti menandatangani surat pengunduran diri atau menyatakan siap dipecat.  Google meruapakan salah satu perusahaan global yang menjunjung tinggi harkat martabat wanita. Semenjak 2016, perusahaan ini telah memecat 48 orang, termasuk 13 manajer senior, atas klaim pelecehan seksual, demikian laporan yang dikutip dari BBC.

Dalam sebuah surat kepada karyawan, kepala eksekutif Sundar Pichai mengatakan, perusahaan raksasa teknologi itu mengambil “garis keras” pada perilaku yang tidak pantas.

Surat itu sebagai tanggapan atas laporan New York Times yang mengatakan, creator  Android,  Andy Rubin menerima paket pesangin $ 90.000.000 meskipun menghadapi tuduhan pelanggaran. Seorang juru bicara untuk Rubin, membantah tuduhan itu, kata surat kabar itu.

Sam Singer mengatakan Rubin memutuskan untuk meninggalkan Google pada tahun 2014 untuk meluncurkan perusahaan modal ventura dan inkubator teknologi yang disebut Playground. Dia diberi apa yang digambarkan oleh koran sebagai “hero’s farewell”  ketika dia pergi.

Surat Pichai mengatakan, bahwa kisah New York Times “sulit untuk dipahami” dan bahwa Google “sangat serius” tentang menyediakan “tempat kerja yang aman dan inklusif”.

“Kami ingin meyakinkan Anda bahwa kami meninjau setiap keluhan tentang pelecehan seksual atau perilaku tidak pantas.  Kami menyelidikinya dan kami mengambil tindakan,” lanjutnya. Tak satu pun dari karyawan yang diberhentikan dalam dua tahun terakhir menerima paket keluar, tambah Pichai.

Menurut laporan New York Times, dua eksekutif Google yang tidak disebutkan namanya, tekah meminta  kepala Larry Page agar mendesak  Rubin untuk mengundurkan diri setelah perusahaan mengonfirmasi keluhan yang disampaikan  karyawan wanita tentang pelecehan seksual di sebuah kamar hotel pada tahun 2013.

Investigasi Google menemukan bahwa keluhan wanita itu dapat dipercaya, demikian laporan koran tersebut, tetapi perusahaan belum mengonfirmasi hal ini.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *