• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Menuntun Malaikat Singgah

Menuntun Malaikat Singgah

Tradisi ‘Tujuh Likur’ di Bangka Barat

admin by admin
June 12, 2018
in Kabar, Traveling
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Suasana malam Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat memasuki tradisi “7 Likur”. Foto: Destiara

ADA yang unik di 10 hari terakhir berpuasa yang dirayakan masyarakat Bangka Belitung, utamanya Kabupaten Bangka Barat. Sudah turun-temurun masyarakat mengadakan tradisi “tujuh likur”. Di 10 hari jelang Idul Fitri, masyarakat menyalakan lampu minyak. Bagi anak-anak, tradisi “tujuh likur” artinya sebentar lagi Lebaran.

Makna lain malam “tujuh likur” adalah menyongsong lailatul qadar, malam ke-27 di bulan Ramadhan, saat para malaikat turun ke bumi. Orang dulu percaya, dengan menyalakan pelita di depan rumah, akan menuntun malaikat singgah. Tradisi itu pun kemudian berlanjut hingga hari ini.

Perayaan “tujuh likur” biasanya dilaksanakan setelah shalat tarawih. Seperti yang tampak kemarin malam di Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Di sini, tradisi “tujuh likur” bahkan dilombakan antar-RT. Masing-masing RT membuat gerbang yang dihiasi lampu minyak.

Ada yang berbeda, jika dulu penerangan menggunakan obor, sekarang menggunakan botol beling kecil diisi minyak tanah. Kerlap-kerlip nyala api, tampak indah dari sumbu pelita. Nah, setiap RT mengkreasikan bentuk gerbang. Perlu diketahui, di Desa Mancung memiliki 6 RT. Tentu saja semua mendapat juara, karena kategori pemenang adalah juara 1 sampai juara harapan 3.

Ini adalah upaya mengangkat kembali tradisi “tujuh likur” yang mulai memudar. Karenanya, selain lomba gerbang lampu minyak, setiap penduduk juga memasang sebaris lampu minyak di depan rumahnya.

Tak pelak, Desa Mancung Bangka Barat menjadi berbinar-binar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Pendar nyala pelita di seantero kampung, benar-benar membuat suasana yang berbeda. Masyarakat makin bergairah beribadah, mengharap berkah Allah SWT. ***

Kerlap-kerlip lampu minyak yang membentuk objek. Foto-foto: Destiara Andini

Tags: 7 likurbangka baratjayakartanewstradisi 7 likurtujuh likurwisata bangka barat
Previous Post

Hikayat Kerajaan Jin Gunung Merapi

Next Post

Rommy Rafael di ‘Target’ Jadi Diri Sendiri

admin

admin

Next Post
Rommy Rafael di ‘Target’ Jadi Diri Sendiri

Rommy Rafael di 'Target' Jadi Diri Sendiri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version