“Megawati” Jejer “Prabowo” di Kedukaan Amin Arjoso

 “Megawati” Jejer “Prabowo” di Kedukaan Amin Arjoso
Dua karangan bunga, masing-masing dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, berjejer dengan karangan bunga dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Foto: Roso Daras

AREA Jalan Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat Kamis (18/1) lalu tampak jauh lebih padat dari biasanya. Berjejal mobil, manusia, dan karangan bunga duka-cita. Hari itu, rumah bernomor 28, tengah berduka. Kepala keluarga sekaligus sosok nasional H. Amin Arjoso wafat malam harinya (Rabu 17 Januari 2018 pukul 23.05 WIB).

Almarhum yang pernah barkarier di dunia advokat, lalu menjadi politisi PDI Perjuangan itu, memang tokoh senior. Wafat dalam usia 81 tahun, menggambarkan betapa panjang perjalanan hidupnya. Menempuh masa-masa dikucilkan penguasa Orde Baru gara-gara menjadi pembela Soebandrio, pasca peristiwa G-30-S, hingga masa-masa dijauhkan juga dari elite PDI Perjuangan sendiri, ketika ia berseberang jalan dalam menyikapi persoalan amandemen UUD 1945.

Ia bahkan kemudian mundur dari aktivitas kepartaian. PDIP dinilai tak lagi mampu membawa spirit perjuangannya untuk menegakkan ajaran Bung Karno, termasuk mengembalikan marwah konstitusi bangsa dan negara yang telah diamandemen menjadi (istilah dia) UUD 2002.

Bahkan, ketika sang istri, Sumarjati Arjoso pensiun dari statusnya sebagai abdi negara, ia tidak mendorongnya barpolitik lewat jalur PDIP, melainkan diarahkannya ke Gerindra. Partai baru, ketika itu, yang dinilai Amin Arjoso sejalan dan mau mengakomodir program kerja mengamandemen (kembali) UUD 1945. Sang istri, bahkan sempat duduk di DPR RI. Terakhir, Sumarjati Arjoso menjadi salah satu wakil ketua di DPP Gerindra.

Kenyataan di atas menjadikan suasana rumah duka tampil beda dan unik. Di antara puluhan, bahkan mungkin ratusan karangan bunga yang berhimpit-berjejer di area sekitar, ada dua karangan bunga menarik berdiri di dekat gerbang masuk rumah. Yang satu adalah karangan ucapan bela sungkawa dari Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, dan persis di sebelahnya adalah karangan bunga duka cita dari Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Benar… dua elite politik yang sejak Pilpres 2014 “kurang mesra”, hari itu berjejeran… “karangan bunga”-nya. Tak pelak, masyarakat berbagai kalangan yang datang melayat ke rumah duka, sempat berfoto-foto di antara dua karangan bunga tersebut. Melihat itu, pelayat lain pun jadi ikut-ikutan. Di antara aktivitas berfoto-foto, tentu saja muncur berbagai obrolan ringan. “Bu Mega dan pak Prabowo sedang akur…,” celetuk seorang ibu, yang ternyata kader Gerindra.

Lepas dhuhur, jenazah H. Amin Arjoso, SH diberangkatkan ke pemakaman Al Azhar Memorial Garden, Karawang, setelah sebelumnya dishalatkan di masjid jami’ Amir Hamzah, tak jauh dari rumah duka. Dua bus dan sejumlah mobil pribadi, beriringan menuju Karawang, mengantar almarhum di peristirahatan terakhirnya. Selamat jalan pak Amin! Jiwa merdekamu tetap hidup. ***

Selfie di antara dua karangan bunga fenomenal…. dari Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Foto: Dok Pribadi
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *