Manre Ikang di Ujungpandang

 Manre Ikang di Ujungpandang
Menu yang menggugah selera di RM Pallua Kaloa 1, Makassar. Sop ikan dan telur ikan gorengnya, membuat Anda rindu Makassar. Foto: Roso Daras

SERASA “terteror” oleh ungkapan yang entah siapa pengucapnya: “Belum sah ke Makassar kalau belum makan seafood-nya.” Apa mau dikata, kalimat “teror” bagi para traveler singkat itu, akhirnya terlempar ke sopir taksi. “Jangan khawatir…. Kita bisa singgah di Pallu Kaloa sebelum ke bandara. Dengan begitu, sudah sah ke Makassar-nya…,” kata sopir memberi solusi atas “keharusan” makan seafood jika kita berkunjung ke Makassar.

Singkatnya, jadilah tulisan berjudul “manre ikang di Ujungpandang” ini. Manre itu bahasa Makassar yang artinya makan. Ikang? Ah… itu cuma logat orang sana untuk mengucap kata ikan. Ujungpandang? Nama lain dari Makassar. Manre Ikang di Ujungpandang, mengesahkan sebuah kunjungan singkat ke Kota Daeng, beberapa waktu lalu.

Taksi pun melaju ke Jalan Tentara Pelajar, lokasi RM Pallu Kaloa 1 di daerah Melayu, Wajo, Kota Makassar. “Ada banyak restoran seafood, ini salah satu yang terbaik,” promo sang sopir, sambil memarkir kendaraan di pinggir jalan, tak jauh dari pintu masuk resto.

Menghindari salah pilih menu… menghindari salah adab yang berlaku, maka sebaik-baiknya orderan adalah dilengkapi kalimat,

“Saya baru pertama kemari. Tolong hidangkan menu yang bisa membuat saya ingin kembali lagi….”

Saya perhatikan jarum di jam dinding, tak kurang dari 10 menit datanglah semangkuk air cucian tangan dengan irisan jeruk di dalamnya. Jelas sudah… akan datang kemudian menu-menu yang kiranya lebih nikmat jika disantap langsung dari tangan.

Setelahnya, berbondong—bondonglah menu demi menu, piring demi piring, mangkuk demi mangkuk….semua berisikan olahan ikan dan aneka racikan cabe alias sambal. Di antara semua hidangan di atas meja, yang paling recommended adalah sop ikan. Tentu, ini tidak bisa disekop dengan tangan telanjang. Panas boo…..

Diawali dengan menyendok kuah segar berwarna kecoklatan ala almarhum Bondan mak nyusss…. Segar. Sangat segar dengan rasa dominan asam, serta bumbu rempah yang membuat makan jadi lebih bergairah. Ini sangat enak, dan tentunya sehat.

Sampai tahap ini, nasi putih masih terbiarkan nganggur. Sebab, sendokan berikutnya, dengan bantuan tusukan garpu, tercongkellah seiris daging ikan di dalam mangkuk sop. Sekejap lidah bekerja, dan tidak lama kemudian dia memberi kesan. Kesan rasa yang enak, daging ikan yang fresh, dan bumbu yang meresap. Sungguh, sebuah rasa sop ikan yang berbeda dengan sop ikan ala Batam.

Telur ikan goreng. Foto: roso daras

Demi melihat masih begitu banyak menu yang terhidangkan, sebuah pesan singkat terkirim ke alam bawah sadar, untuk membatasi suapan nasi putih. Bukan karena nasi putih punel nan hangat itu tidak enak, tetapi lebih karena alasan menyediakan space dalam perut, untuk bisa menampung menu-menu lain.

Masih ada menu gulai, menu cumi hitam, menu telur ikan, sambal udang plus pete, aneka sambal, dan lain-lain.

Tidak salah. Resto Pallu Kaloa 1 yang sudah eksis sejak tahun 1960 ini memang pantas menjadi tujuan wisata kuliner kota Makassar. Karena lidah tak bertulang, maka sulit untuk bicara bohong. Kata lidah, semua menu di resto Pallu Kaloa 1 ini sangat enak. Jika Anda memaksa lidah ini membuat ranking, maka yang paling enak adalah sop ikan, dan terenak kedua adalah telur ikan goreng. ***

RM Pallu Kaloa 1 di Jl Tentara Pelajar, Makassar. Semua tentang hidangan laut, dengan aneka sambal yang merangsang selera. Foto: Roso Daras
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *