Larutan Kaki Tiga Gelar ACI Traditional Games Roadshow 2017

 Larutan Kaki Tiga Gelar ACI Traditional Games Roadshow 2017

JIKA Anda masih mengenal permainan gasing, gobak sodor, petak umpet, egrang, dan sejenisnya itu artinya Anda mengenal betapa kayanya negeri Indonesia tercinta. Deret permainan tradisional masih teramat panjang, jika diurut dari Sabang sampai Merauke. Beberapa di antaranya, memiliki nama yang berbeda, tetapi jenis permainannya relatif sama.

Sayang, permainan-permainan itu mulai terpinggirkan. Apalagi di perkotaan. Anak-anak mulai berpindah dari permainan tradisional menjadi mainan pabrikan. Belakangan, bahkan berganti permainan online yang ada di gadget. Hal ini membuat anak-anak semakin jarang berinteraksi satu sama lain serta menjadi lebih individualis.

Mengingat pilihan anak-anak Indonesia lebih pada permainan impor ketimbang permainan tradisional, Larutan Cap Kaki Tiga Anak mengajak bangsa ini mengenal dan menggemari kembali permainan tradisional dalam kemasan ‘’Aku Cinta Indonesia’’  Tradisional Games Roadshow 2017.

‘’Ini satu bentuk kepedulian kami, dari Larutan Cap Kaki Tiga Anak,” ucap Dwi Novita, Public Relations (PR) PT Kino Indonesia, pemegang lisensi resmi merek Cap Kaki Tiga di Indonesia, beberapa waktu lalu, pada acara Penutupan Pelayanan  dan Jelang Natal Sektor Pelayanan 8-9 GPIB Jemaat Perta DKI Jakarta.

Tradisional Games Road Show ini bakal berlangsung di 30 sekolah dasar yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Beberapa jenis permainan tradisional yang di-roadshow-kan adalah lari kelereng, terompah panjang, egrang, pati lele, gasingan, dan sebagainya.

Sementara itu, Jane Permana, selaku penggagas kegiatan Aku Cinta Indonesia Traditional Games Roadshow 2017 ini, mengatakan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk melestarikan ragam budaya Indonesia yang luar biasa. Permainan tradisional Indonesia memiliki ciri khas, dan berbeda dengan negara lain. ‘’Dengan kegiatan ini, kami berharap, kegiatan bermain game online bisa dikurangi, dan anak-anak mulai kembali kepada kodratnya untuk bermain dan berinteraksi dengan anak-anak yang lain,” tambah Jane.

Dalam konteks idealis, kegiatan yang digelar Larutan Cap Kaki Tiga Anak ini adalah upaya memupuk rasa cinta tanah air (nasionalisme). Teramat banyak permainan tradisional Indonesia yang memiliki karakter khas bangsa kita yakni gotong-royong (team building).  “Besar harapan kami kegiatan ini melibatkan sekolah dasar di seluruh Indonesia, dengan ikut berpartisipasi dalam kompetisi ACI Games,” ujar Jane Permana penuh semangat.

Peduli Larutan Kaki Tiga

Tak hanya peduli pada pembangunan karakter dan pilihan anak-anak Indonesia, Larutan Cap Kaki Tiga produk dari PT Kino Indonesia ini juga memberikan kepeduliannya pada warga Jemaat GPIB Petra Sektor 8 yang kini sudah menjadi sektor pelayanan 9-10 dalam kegiatan penutupan pelayanannya pada Rabu, 29 November 2017.

Larutan Cap Kaki Tiga ini terbagi dua untuk orang dewasa dan Anak-anak. Khusus untuk anak,  merupakan Minuman Pereda Panas Dalam pertama untuk anak-anak di Indonesia. Diformulasi tanpa bahan pengawet dan tanpa pemanis buatan. Larutan Cap Kaki Tiga Anak hadir dengan varian rasa dan kemasan berkarakter Disney yang disukai anak-anak.

‘’Kami hadir sebagai komitmen pada kualitas dan inovasi. Ini yang menjadikan Larutan Cap Kaki Tiga Anak mampu memberikan produk minuman yang berkualitas dan aman bagi anak-anak,’’ jelas Dwi Novita, PR PT Kino Indonesia yang juga mendukung acara Penutupan Kegiatan Pelayanan Ibadah Sektor 8 Jemaat GPIB Petra akhir November lalu. ***

 

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *