Kisruh di PT Asuransi Jiwasraya Makan Korban

 Kisruh di PT Asuransi Jiwasraya Makan Korban

Jayakarta News – Kisruh finansial di perusahaan asuransi plat merah PT Asuransi Jiwasraya (Persero)  memakan korban. Salah satu Unit Manajer Agency bernama, Latin, SE mendapat surat pemecatan sepihak dari Jiwasraya. Pemecatan ini terkait tulisan yang dimuat pada laman blog kompasiana. “Iya, saya telah mendapat surat pemutusan sebagai Pekerja agen dari PT Jiwasraya. Bahkan hak dan benefit tidak dibayarkan,“ kata Latin kepada media, di Bekasi, Rabu lalu (11/12/2019).

Latin mengaku, selain surat pemutusan manajemen Jiwasraya juga memberinya surat pernyataan yang menyatakan  bahwa semua tulisan yang termuat dalam blog Kompasiana 8 Desember 2019 lalu adalah tidak benar. Bahkan, dalam surat itu, dirinya diperintahkan memberi klarifikasi. Namun, surat ini tidak ditandatanganinya. Ia diberi waktu 3 hari untuk melakukan itu.

Latin merupakan Unit manajer Agency (UM) yang prihatin atas kondisi finansial yang dialami perusahaan asuransi Jiwasraya. Keprihatinannya tersebut dia tuangkan dalam tulisan panjang dan mendalam yang dimuat dalam laman blog Kompasiana, 8 Desember lalu.

Dalam tulisannya, Latin mempertanyakan ketidakmampuan finansial Jiwasraya untuk membayar klaim para nasabahnya sebesar Rp 805 miliar. Menurutnya, penyelesaian krisis keuangan Jiwasraya yang awalnya hanya Rp 805 Miliar kini bertumpuk menjadi sebesar Rp 16,3 Triliun akibat adanya pembiaran  terlalu lama menunda tanpa solusi, tidak cepat tanggap mengambil suatu keputusan terlalu lama.

Lalu dia menyarankan solusi untuk membayar kewajiban tersebut dengan bekerja keras dan profesional untuk menggenjot premi income lebih besar, optimalisasi asset dan pertumbuhan investasinya. Latin menambahkan, kewajiban hutang itu harus diselesaikan dengan bekerja profesional. Bukan dengan berhutang.

Pada bagian lain tulisannya, Latin membandingkan kinerja Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dengan Dirut Jiawasraya sebelumnya, Hendrisman Rahim. Dia menulis, pada saat Hendrisman memimpin Jiwasraya (2008-2018) yang dilakukan adalah mengejar Income premi sebesar-besarnya dan tetap berinovasi produk. Lalu menggenjot pertumbuhan Hasil Investasi dan Mengejar Laba Perseroan  mencapai profit maksimal. Tidak dengan cara membuka hutang baru.

Di sisi lain, Latin mengkritik kinerja kepemimpinan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Latin menilai, pada masa kepemimpinan Hexana, pendapatan Income premi kecil dampak dari banyak produk ditutup dan mem-PHK para pekerja distribusi PK. Selain itu, hasil investasi menurun seiring dengan income premi perusahaan yang sangat kecil.

Pada bagian lain, Latin juga menilai perushaan mengalami kerugian cukup dalam, bisa lebih besar kewajiban dari pada income premi yang dibukukan. Ini berdampak tidak terpenuhinya kewajiban jangka  panjang dan jangka pendek seperti delay payment Rp 805 Miliar. Dia juga mengungkapkan menyelesaikan kewajiban delay payment klaim sebesar Rp 805 Miliar dengan cara berhutang & membuka hutang baru buat menutupinya dengan menerbitkan MTN Rp 500 Miliar, hutang bank Rp 1,7 Triliun, hutang BUMN karya Rp 1,4 Triliun menjadi total hutang baru sebesar Rp 3,6 Triliun.

Tulisan tersebut membuat kuping panas manajemen pusat PT Jiwasraya. Sehingga mereka pun mengambil tindakan sewenang-wenang terhadap Latin yang telah bekerja di Jiwasraya selama 3 tahun. (*/PR)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *