Kain Ikat dan Batik Jadi Primadona dalam Pameran di Asian Art Museum San Francisco

 Kain Ikat dan Batik Jadi Primadona dalam Pameran di Asian Art Museum San Francisco

“Batik, Ikat and Beyond: Textile Demonstration & Workshops” di Asian Art Museum San Francisco yang berlangsung hingga 2 Mei 2022 (Foto: Kemlu)

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia di Amerika Serikat, KJRI San Francisco dukung penyelenggaraan “Batik, Ikat and Beyond: Textile Demonstration & Workshops” di Asian Art Museum San Francisco. Dalam gelaran tersebut, Kain Ikat dan Batik menjadi primadona dan menarik perhatian banyak pengunjung. Dikutip dari Laman Kemlu, Kamis (7/4/2022).  

Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Mei tersebut merupakan kolaborasi dengan para seniman Indonesia Sandra Sardjono (CEO Tracing Patterns Foundation), Agus Ismoyo, dan Nia Fliam (pemilik Brahma Tirtasari Studio).  

Selama kegiatan, para pengunjung terpukau dengan proses pembuatan kain Ikat dan Batik (Foto:Kemlu)

Selama kegiatan, para pengunjung terpukau dengan proses pembuatan kain Ikat dan Batik yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan antara lain pewarna dari daun, kayu dan lain-lain.

Kegiatan ini  juga menampilkan pameran kain Ikat bertajuk “Weaving Stories” yang menampilkan 37 kain Ikat dari Indonesia, yaitu dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Sumba, Pulau Lembata, dan Pulau Kisar (Yotowawa).

Konsul Jenderal RI di San Francisco, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kegiatan dan pameran ini bertujuan untuk mengundang para warga Amerika Serikat untuk menyelami sejarah kain tradisional Indonesia termasuk mengetahui kearifan lokal yang termaktub dalam kain tradisional Ikat dan Batik. (*/uli)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.