Jika Lelah Beristirahatlah

 Jika Lelah Beristirahatlah

Penyekatan arus mudik Lebaran 2021– foto youtube

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS  – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan sekitar 80 persen kecelakaan lalulintas disebabkan kelelahan.

Sangat penting mengutamakan keselamatan.  Keselamatan adalah terhindarnya seseorang dari risiko terjadi kecelakaan lalulintas di jalan. Jika tidak ingin celaka, maka pahami risikonya dan hindari atau kendalikan

Hasil survei ketiga Badan Litbang Perhubungan yang dilakukan 22 – 31 Maret 2022, memperkirakan 85,5 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Secara kuantitas, jumlah kendaraan pribadi 39,8 juta orang (mobil pribadi 22,9 juta orang dan sepeda motor 16,9 juta orang). Disusul angkutan darat dengan kendaraan umum 25,7 juta orang (bus 14,1 juta orang, mobil sewa 6,7 juta orang, mobil travel 4,5 juta orang dan taksi daring 0,4 juta orang); transportasi udara 8,9 juta orang; keretaapi 7,6 juta orang; transportasi air 2,4 juta orang (kapallaut 1,4 juta orang dan kapal penyeberangan 1 juta orang); kereta perkotaan (KRL/MRT/LRT) 0,6 juta orang; sepeda 0,4 juta orang; dan angkutan lainnya 0,1 juta orang.

KNKT (14 April 2022) memberikan himbauan keselamatan bagi pemotor, kendaraan pribadi, kendaraan bus dan penumpang, dan pengguna bus wisata.

Keselamatan Pemotor

Memberikan imbauan agar  tidak mudik dengan motor untuk jarak lebih dari tiga jam melalui media, bekerjasama dengan Astra Honda Motor untuk memberikan pemahaman keselamatan, memberikan himbauan ke Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) tempat-tempat rawan kecelakaan agar memasang banner untuk tidak menggunakan motor matic pada daerah turunan curam seperti, Batu-Cangar, Gunung Lio, daerah Wonogiri, Bawang-Dieng, Cijapati Garut,  dll.

Meminta bantuan Dishub dan BPTD untuk memasang imbauan berupa banner di semua jembatan timbang agar (1) jika lelah beristirahat, (2) jika anda berpuasa lebih sering untuk beristirahat, (3) sebaiknya melakukan perjalanan setelah anda berbuka puasa, (4) menyiapkan motornya agar laik untuk perjalanan, (5) melakukan pengecekan tekanan dan kondisi ban, dan (6) jika menggunakan google map agar memastikan rute tersebut tidak ekstrem.

Keselamatan Kendaraan Pribadi           

Memberikan imbauan melalui media tentang(1) agar beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh, (2) menyiapkan kendaraan agar laik untuk perjalanan jauh, (3) mengecek tekanan angin dan kondisi ban anda, (4) mengisi bahan bakar dan lakukan pengisian ulang ketika SPBBU (pompabensin) tidak mengantri untuk menghindari kelelahan akibat mengantri BBM, (5) agar segera beristirahat jika merasa lelah, (6) agar melakukan perjalanan setelah berbuka puasa, (7) jika anda berpuasa, agar sering beristirahat, dan (8) jika menggunakan google map agar memastikan bahwa rute tersebut tidak ekstrem.

Selain itu, meminta BPTD dan Dishub agar memberikan tanda atau peringatan bahaya di setiap daerah rawan kecelakaan lalulintas. Agar dapat menyiapkan personel dan peralatan di daerah rawan kecelakaan. Berkoordinasi dengan operator Jalan Tol dan pengelola rest area agar melakukan manajemen lalulintas di kawasan rest area untuk menghindari kepadatan (crowded) dan agar semua instansi pemerintah tidak melakukan intervensi.

Keselamatan Bus dan Penumpang

Memberikan imbauan, baik melalui BPTD atau secara langsung agar semua PO Bus memperhatikan beberapa hal, seperti (1) kompetensi pengemudi, khususnya untuk trayek jarak jauh, (2) agar waktu libur dan istirahat pengemudi dapat perhatikan seksama, (3) untuk trayek dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam agar disedaiakan 2 pengemudi, (4) yakinkan pengemudi memiliki kompetensi sesuai dengan peruntukanya, (5) yakinkan pengemudi telah melakukan istirahat dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan, baik dari asal keberangkatan maupun dari daerah tujuan, (6) menyiapkan kendaraan dalam kondisi laik jalan untuk perjalanan jauh, dan (7) jika menggunakan google map agar memastikan bahwa rute tersebut sesuai dengan kelas jalan dan tidak ekstrem.

Keselamatan Pengguna Bus Wisata

Hal yang  perlu dilakukan; (1) mengimbau BPTD dan Dishub pada tempat-tempat wisata yang memiliki jalur estrem untuk bersiaga pada daerah rawan kecelakaan, (2) agar bus besar tidak memaksakan masuk daerah ekstrem dengan menyediakan angkutan alternatif, (3) jika menggunakan google map agar yakin bahwa rute tersebut sesuai dengan kelas jalan dan tidak ekstrem, (4)untuk kota tujuan wisata dan tempat wisata untuk menyediakan tempat istirahat pengemudi, (5) agar agen biro perjalanan menyediakan tempatistirahat yang layak bagi pengemudi sehingga pengemudi dapat beristirahat dengan baik.

Kemudian agar armada bus kondisi teknisnya, perijinan dan uji laik jalan (keer) dalam kondisi laik untuk melakukan perjalanan. Pengemudi harus memiliki kompetensi sesuai dengan peruntukannya. Pengemudi telah beristirahat dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan, baik dari asal keberangkatan maupun dari daerah tujuan. Untuk trayek dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam agar disediakan 2 pengemudi.

Jika dalam perjalanan, pengemudi merasa lelah, sebaiknya beristirahat saja. Jangan dipaksakan minum suplemen tambahan agar bisa bertahan mengemudi. Justru nantinya akan merusak kondisi tubuh.

Dan yang  penting pula, berdoalah sebelum melakukan perjalanan.***

Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil UnikaSoegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.