JAMZ Bicara Rasa dan Intuisi

 JAMZ Bicara Rasa dan Intuisi
Pameran Tunggal Bintang Tanatimur
Bintang Tanatimur. (foto: ist)

Jayakarta News – Pelukis anak yang kini beranjak remaja, Bintang Tanatimur kembali menggelar pameran tunggal. Pameran yang akan berlangsung di Masterpiece Building, kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat ini diberi nama JAMZ. Nama itu diambil dari kebiasaan musisi jazz yang melakukan improvisasi tanpa persiapan dan rencana. Proses semacam itu lazim disebut “jam session” atau JAMZ. “Aku melukis seperti jam session, memainkan rasa dan intuisi dengan bahan yang ada,” tutur Bintang.

JAMZ akan dibuka oleh Rachmat Budiman, Duta Besar/Inspektur Jenderal Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu 31 Agustus pada pukul 15.00 wib. Pameran tunggal ketiga Bintang ini akan berlangsung hingga 6 September 2019, menampilkan 90-an karya yang dikerjakan sejak tahun 2013. Dua pameran tunggal sebelumnya berturut-turut “Bintang Melukis Bintang (Kota Batu Malang, 2017) dan “Jelang Sepuluh Tahun” (Yogyakarta, 2015)             

JAMZ akan menampilkan karya dua dimensi berbasis kanvas dan kertas yang dilatari praktik kreatif bersifat improvisasi. Cara melukis Bintang apa adanya, bebas dari rupa-rupa aliran tertentu serta mengandalkan kekuatan garis. Siswa SMP Nurul Islam, Godean, Sleman DIY ini melibatkan kertas bekas, sampah plastik dan sejenisnya sebagai elemen penting dalam karya lukisnya.

Bintang Tanatimur melukis dengan media kertas bekas kemasan. (ist)

Kritikus seni Agus Dermawan T berkomentar bahwa Binbin, demikian sapaan akrab Bintang Tanatimur, tampak nyaman dengan berbagai bahan serta bebas mengambil tema. “Kisah penciptaan Bintang  memberi kita sebuah karya yang bisa dibaca secara kontekstual,” tuturnya. Agus mencomot satu lukisan karya Bintang berjudul “Toples Idol Fitri” (2016) yang menggambarkan badut berulah kejam. “Bukankah pada masa sekarang banyak orang yang kelihatan baik, lucu dan menghibur tapi ternyata jahat di belakang?” tambahnya.

Di tahun 2019 ini Bintang banyak melukis tokoh Mimigar, makhluk berkepala, berkaki dan bertangan namun tak memiliki badan seperti yang ia tampilkan sebagai model lukisan “Toples Idol Fitri”. Ada “Mimigar Neon”, “Mimigar Fire”, “Mimigar Cooker”, Mimigar Vegetable”, “Mimigar Bee”, Mimigar Cup”, “Mimigar Yellow Star” dan Mimigar Food”. Delapan karakter Mimigar Bintang tampak hidup dengan sapuan warna yang berani menggunakan cat akrilik di atas media kanvas. Sementara karya kolase terbarunya berjudul “Pohon Suci”. Kertas bekas kemasan ia susun acak membentuk ruang-ruang geometris. Di atasnya ia menggoreskan garis-garis lengkung, sambung menyambung membentuk pohon dengan ranting dan daun yang memenuhi seluruh ruang. Sebuah kreativitas yang bebas tanpa batas.

JAMZ digelar oleh Masterpiece Auction House Jakarta bekerjasama dengan Dicti Art Laboratory, Kelompok Pencinta Buku Anak (KPBA) dan Blue Economy Foundation Jakarta. Acara pembukaan akan diramaikan oleh kegiatan melukis layang-layang bersama 50 anak dan pembacaan buku “Janggan Dragon Kite” bersama Ibu Shoba Dewey. Narahubung Kevin (081584576431) dan Rina (081804172959). (Ernaningtyas)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *