Plaza Ummat, Marketplace Syariah Pertama di Dunia

 Plaza Ummat, Marketplace Syariah Pertama di Dunia
Chief of Executive Officer (CEO) Plaza Ummat Market Place, Getta Leonardo Arisanto dalam soft launching Rabu (28/8) di Hotel Mulia, Jakarta. (foto: atm)

Jayakarta News – Kini, Indonesia sudah mulai bisa berbangga diri, di era digitalisasi millenial. Tak hanya mulai banyak bermunculan startup digital, mulai dari embrio hingga level unicorn bahkan dedacorn.

Perkembangan pesat di dunia e-commerce pun tak kalah cepat. Tak hanya e-shop yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Marketpalce yang semula hanya hitungan jari seperti BukaLapak, Tokopedia dan lainnya, kini mulai juga tumbuh dan berkembang mengikuti masyarakat milenial Indonesia, yang kian terdigitalisasi.

Bahkan, marketplace buah pikiran dan karya anak bangsa Zamrud Khatulistiwa ini, menorehkan prestasi dan sejarah dunia dengan lahirnya marketplace pertama bernafas dan bernuansa syariah, alias sesuai dengan kaidah dan tuntutan agama Islam. Tak sekadar produk berlabel halal dan jasa berlandaskan syariah Islam, marketplace bernama Plaza Umat ini pun berkonsentrasi dan menegakkan aturan yang berkenaan dengan kemasan hingga konten merk dan promosinya.

“Kalau ada image, apalagi konten dan tampilan maupun tata laksana promosi produk yang bertentangan dengan syariat Islam, akan kami banned, bahkan delete (hapus). Misalnya, ada produk minuman berlabel, berlambang atau bernama Jack Danniels (salah satu merk produk minuman keras),” ucap Chief of Executive Officer (CEO) Plaza Ummat Market Place, Getta Leonardo Arisanto dalam soft launching Rabu (28/8) di Hotel Mulia, Jakarta.

Sekretaris bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, Fuad Thohari menyatakan bahwa (mungkin) baru pertama di dunia, ada marketplace yang mengkhususkan diri pada produk dan jasa halal serta bermanfaat. “Ini juga sejalan dengan program pemerinah dalam memasyaraktkan program produk dan jasa yang halal, non ribawi dan thoyib. Jadi momentum yang diambil Plaza Ummat Market Place tepat, karena yang lain kan masih konvensional,” tuturnya.

Sejak soft launching pada hari ini (28 Agustus 2019) sampai akhir September 2019, Plaza Ummat (PU)  akan lebih menggenjot pada kegiatan sosialisasi,  dan publikasi melalui communities, media massa, sosial media, dan sebagainya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pada kuartal 2019 (Oktober–Desember 2019) diharapkan bias terjadi quantum loop atas transaksi atau pun jumlah toko/outlet yang terdaftar dengan mencermati data pengguna  internet saat ini yang sudah sampai kepelosok tanah air dan masih terkonsentrasi di daerah Pulau Jawa dan Sumatera.

“Selanjutnya, kami berencana ekspansi di luarJawa dan Sumatera. Pada2019, PU menargetkan volume transaksi bias menembus di atas Rp 1 triliun,” ujar CEO Plaza Ummat Market Place, yang akrab disapa Getta itu. (atm)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *