Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Jakarta Dance Meet Up, Sebuah Lompatan Baru - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Jakarta Dance Meet Up, Sebuah Lompatan Baru

Published

on

JAYAKARTA NEWS—- Sebanyak 6 koreografer tari muda lintas generasi mengikuti Jakarta Dance Meet Up (JDMU) di Jakarta. JDMU adalah program tahunan yang digelar oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk menghubungkan berbagai kelompok tari lintas genre di Jakarta dan sekitarnya.

Indonesia khususnya Jakarta punya begitu banyak kelompok tari dengan banyak genre dan modus penciptaannya. Tahun ini, JDMU merupakan penggabungan 2 program yaitu pada proses choreography lab dan satu lagi pada produk kreatif yaitu Jakarta Dance Extravaganza. Ini akan menuju program lebih besar di tahun 2021 yang menjadi international contemporary dance festival.

Aiko Senosoenoto selaku anggota Komite Tari DKJ berharap, JDMU dapat mengurangi masih adanya kotak-kotak yang membatasi seniman untuk berinteraksi. “Di JDMU dapat kembangkan kualitas dan berbagi jaringan di dunia tari. Seniman dan sanggar bisa berkomunikasi dan berkolaborasi sehingga tumbuh dan berkembang kerja sama bersama,” kata Aiko Senosoenoto.

Saras Dewi, anggota Komite Tari lainnya mengatakan, meski JDMU dihelat secara virtual alias daring, namun acara ini bisa merawat ekosistem tari yang terus bergerak, berproduksi dan berinteraksi dengan masyarakat. “Masyarakat dan pelaku tari bisa berdialog tanpa ada jarak,” papar Saras Dewi.


Penampil spesial Josh Marcy yang juga anggota Komite Tari DKJ mengungkapkan kolaborasi lintas seni sangat banyak menginspirasi. “Penampilan saya lain. Saya akan menyanyi dengan gerakan-gerakan tari pak Rusdy Rukmarata dan musik puisi dari Reda Gaudiamo. Ini baru pertama kali saya tampilkan dan sangat luar biasa,” jelas Josh Marcy yang menambahkan ihwal rasa yang bisa melahirkan gagasan-gagasan baru.

Penampil lain adalah Siko Setyanto, Frans Junias, Adhika Annissa, dan Yola Yusfianti. Setiap nomor tari ditampilkan secara daring yang disajikan dalam bentuk karya film. JDMU bisa diakses melalui YouTube DKJ, tanggal 11 sampai 13 Desember 2020. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement