Gubernur Khofifah Pakaikan Sepatu ke Siswa Dengan Lembut

 Gubernur Khofifah Pakaikan Sepatu ke Siswa Dengan Lembut
Gubernur Khofifah saat memakaikan sepatu kepada salah seorang siswa. (foto: istimewa)

Jayakarta News – Mungkin ini baru pertama kali terjadi di mana seorang Gubernur memberikan hadiah sepatu kepada ratusan para siswa SD sekaligus memasangkannya kepada yang menerima. Pemandangan itu terekam saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan hadiah sepatu kepada anak-anak dalam acara Festifal Terang di Jatim Expo, Sabtu (20/7) petang.

Gubernur pertama di Jatim ini tampak lemah lembut saat memakaikan sepatu kepada salah seorang anak Sekolah Dasar (SD) yang duduk di atasnya, karena gubernur memakaikan sepatu ke kaki siswa dalam posisi berjongkok. Pemandangan itu membuat terenyuh sekaligus senang bagi para undangan yang hadir saat itu.

Pelaksanaan Festival Terang, merupakan ajang yang tepat untuk melakukan transfer of attitude antara orang tua dan anak. Terlebih lagi, kegiatan ini dihadiri oleh ribuan siswa dan orang tua SD swasta pra sejahtera dan Madrasah Ibtidaiyah dari seluruh pelosok Surabaya dan Gresik.

Melalui kegiatan tersebut yang menjadi fokus adalah meniitik beratkan edukasi dalam membangun kebersamaan antara orang tua dan anak, di mana orang tua dan anak harus saling memberi semangat.  

Doa orang tua utamanya ibu harus dikuatkan karena ujian dan godaan baik di luar maupun di dalam rumah  cukup besar bagi upaya menjaga  keselamatan anak-anak. Karenanya, lewat ajang ini diharapkan kita saling mentrasformasikan sikap yang mulia dengan saling mendoakan.

Bahkan Khofifah sempat menanyakan kepada  anak-anak yang hadir apakah mereka saat akan ke sekolah mencium tangan orang tuanya,  dan sebagian besar anak-anak tersebut menjawab melakukannya. Namun demikian, saat orang tua terutama ibunya ditanya, ternyata hanya sebagian yang  kemudian mendoakan anaknya dengan doa-doa yang baik agar anaknya sukses belajar..

Ditambahkan, dirinya juga menanyakan kepada anak-anak apakah doa mereka terhadap orang tuanya, dan ternyata hal ini banyak yang belum  terkomunikasikan saat di sekolah. Oleh sebab itu, pihak sekolah (baik yang umum atau berbasis Agama) bisa menyampaikan ke anak didik untuk membiasakan mendoakan orang tuanya. Dengan demikian, kedua belah pihak baik orang tua dan anak bisa saling mendo’akan.

“Saya minta di sekolah-sekolah menyampaikan ke semua anak didiknya akan pentingnya membiasakan untuk selalu mendoakan orang tua sebaliknya orang tua mendoakan anaknya.,” tukas mantan Menteri Sosial ini.

Dengan kebiasaan baik ini maka akan tercipta generasi emas di Jatim untuk menyiapkan Indonesia Emas pada tahun 2045. Generasi emas yang dimaksud yakni generasi yang memiliki kualitas lahir dan batin nya. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *