DO Sirup Markisa di Bulan Haji 2005, Berkah Awal Jafar Shodiq Menjadi Kurir TIKI Hingga Kini  

 DO Sirup Markisa di Bulan Haji 2005, Berkah Awal Jafar Shodiq Menjadi Kurir TIKI Hingga Kini  

Jafar Shodiq (46), kurir Tiki di Agen Utama TIKI Depok (Foto: melva tobing)

JAYAKARTA NEWS – Jafar Shodiq (46) adalah Kurir di Agen Utama TIKI Depok. Dia telah bekerja selama 17 tahun di TIKI Depok. Dari Kurir biasa hingga kini menjadi Kepala Koordinator Lapangan, atau biasa disebut Kepala Korlap. Perjalanannya sebagai kurir  diawali tahun 2005 dengan kisah tak terduga.

Saat itu adalah Bulan Haji tahun 2005. Jafar Shodiq masih bekerja sebagai pengantar barang di perusahaan lain. Ia dimintai tolong kakanya untuk ke Kantor TIKI Depok yang waktu itu masih berada di Jalan Mangga. Jafar, demikian panggilan akrab pria setengah baya ini, diminta  untuk mengambil surat DO Sirup Markisa. Kaka Jafar mendapat kiriman Sirup Markisa dari temannya di Medan tetapi tidak bisa mengambil sendiri DO tersebut karena akan berangkat  Haji.

Ketika mengambil surat DO itu, Jafar secara iseng menanyakan lowongan pekerjaan di TIKI Depok. “Saya mulai kerja di TIKI tahun 2005.  Dan, itu kebetulan sekali,” kisah Jafar. “Waktu itu kaka saya mau naik haji. Dia dapat kiriman  Sirup Markisa dari temannya di Medan tapi tidak sempat mengambilnya. Saya diminta untuk mengambil surat DO itu di Tiki. Nah, saya iseng-iseng tanya, ada lowongan nggak disini?”

Tanpa diduga, ternyata pada waktu itu TIKI Depok memang sedang membutuhkan kurir untuk wilayah Cimanggis. “Saya nggak duga, ternyata lagi dibutuhkan kurir untuk wilayah Cimanggis. Saya pulang, siangnya saya anter lamaran, sorenya saya dipanggil untuk diwawancara.  Setelah wawancara, ternyata saya langsung disuruh kerja.”

Jafar bersama rekan kerja di Kantor Agen Utama Tiki Depok

Sore itu, jadilah hari pertama Jafar bekerja.  Dia langsung disuruh mengikuti kurir lain untuk mempelajari peta wilayah kerjanya.  Pekerjaan sebelumnya pun ditinggalkan dan dengan tekad bulat, Jafar melakoni pekerjaan barunya sebagai Kurir Tiki di Agen Utama TIKI Depok hingga kini.

“Karena masih baru, waktu itu saya disuruh ikut kurir lain untuk belajar peta wilayah di daerah Cimanggis. Selanjutnya, saya sudah bisa bekerja sendiri. Alhamdulilah, sampai saat ini, saya sudah bekerja 17 tahun disini,” urai Jafar kepada Jayakarta News di Kantor TIKI Depok, Ruko Pesona Khayangan Blok B No.1, Kh. M Yusuf, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Selasa 28 Juni 2022.

Dari runtutan ceritanya, sangat terasa ungkapan syukur Jafar bekerja sebagai Kurir Tiki. Awal dia masuk bekerja, kantor TIKI Depok masih di Jalan Mangga. Tahun 2010, TIKI Depok pindah ke Ruko Pesona Khayangan, tempat kami berbincang.  

Memang, bukan hal mudah menjalani pekerjaan selama 17 tahun. Jafar mengakui, ada saja tantangan yang harus dihadapi.  Juga rasa jenuh dan godaan untuk pindah ke tempat lain. Tetapi bagi Jafar, bekerja dengan tekun dan setia sudah menjadi keputusannya.

“Pertama saya kerja disini, saya belajar dengan ngikut-ngikut kurir lain. Setelah bisa, saya harus  jalan sendiri. Tidak jarang saya kesasar, salah alamat dan stres di jalan. Banyak lagi  tantangan lainnya, kehujanan, kemalaman, motor rusak. Setelah melewati itu semua, buat apa berpikir untuk pindah ke tempat lain. Jadi saya bertekad untuk terus disini,” ujar Jafar mengisahkan tekadnya bekerja dengan setia.  “Rejeki kan sudah ada jalannya. Saya percaya banget itu,” kata ayah dari empat orang putri ini.

Jafar mempunyai 4 orang anak, semuanya perempuan, dari pernikahannya pada tahun 2003.  Yang paling besar berusia 17 tahun, seusia dengan lamanya Jafar bekerja di TIKI Depok. Kini anak pertamanya telah kuliah. Sedangkan putri bungsunya berusia 5 tahun dan sekolah  TK.  “Masing-masing anak, pasti membawa rejekinya. Dari mulai anak pertama, sampai yang bungsu, gaji saya juga mengalami perubahan selama saya bekerja disini. Dan, alhamdulilah semua kebutuhan rumah tangga tercukupi dari hasil sebagai kuri,” ujar Jafar tersenyum.

Tak ada keluhan mengenai penghasilan sebagai kurir, apalagi melihat istri tetap bahagia mendampinginya. “Sampai sekarang yang penting istri tetap bahagia dan  anak-anak mendapat pendidikan yang baik,” kata Jafar dengan wajah berseri.

Suasana kerja Jafar dan rekan-rekan di Kantor Agen Utama Tiki Depok

Nama Jalan Jadi Nama Anak, Shofa Marua   

Bicara pengalamannya sebagai kurir, secara umum kisahnya pasti sama dengan kurir lainnya. Ada yang kesasar dan salah alamat. Kehujanan dan motor mogok pada malam hari. Juga menghadapi komplain pelanggan.

Namun ada kisah menarik bagi Jafar yang tak akan dilupakan seumur hidupnya. Pengalaman itu dipatrikannya menjadi nama putri keduanya, Shofa Marua yang kini berusia 15 tahun.

Hari itu, 15 tahun lalu, Jafar harus mengantar barang ke jalan Shofa Marua di Komplek Lembah Hijau, Depok.  Mencari alamat tersebut ternyata saat itu bukan hal mudah. Jafar perlu berputar bebeberapa kali mencari jalan Shofa Marua, tetapi tidak kunjung ketemu. Jafar selalu kembali ke titik awal yaitu sebuah makam.

“Saya coba dari sebelah sana, nyampenya di makan itu. Saya coba dari sebelah lain, nyampenya di makan itu lagi,” Jafar mengisahkan pengalamannya dengan semangat.

Setelah beberapa kali mencoba dan bertanya-tanya ke warga setempat, baru lah diketahui, ternyata jalan yang dicari harus masuk melalui makam tersebut. “Saya masuk melalui makam itu, saya ikutin jalannya, kecil dan bersemak, sampai ujung jalan baru ketemu jalan Shofa Marua,” katanya Jafar  sambil tertawa.

Kebetulan, ketika pengalaman itu terjadi, istri Jafar sedang hamil anak kedua. “Begitu lahir, cari-cari nama, saya teringat nama jalan itu, saya kasih nama anak saya dengan nama jalan tersebut, Shofa Marua,” katanya lagi masih sambil tertawa. 

Jafar Shodiq dari Kurir sampai Kepala Korlap, 17 tahun bekerja di Agen Utama Tiki Depok

Baginya, pengalaman  itu adalah kisah lucu, bukan mistis.  Saat ini, anaknya tumbuh dengan baik dan sudah kelas 2 di salah satu SMA Negeri di Depok. “Mungkin kalau saya nyasar di alamat yang kebarat-baratan, misalnya di jalan Victoria atau Fransisco, bisa jadi saya kasih nama itu ke anak saya,” sambungnya lagi dan kami pun tertawa bersama.

Anak ke-3, saat ini kelas 2 di SD Negeri di Depok. “Alhamdulilah, semua anak saya sekolah di tempat yang baik. Saat ini, saya sedang fokus kepada kuliah anak pertama.” Dengan tersenyum Jafar menjawab bahwa biaya kuliah pun telah disiapkannya. “Bagi saya pendidikan anak-anak yang utama,” ujarnya lagi.

Diakui Jafar, kadang-kadang Kurir tidak mengetahui alamat yang dituju. Bisa karena itu alamat baru, atau memang letaknya terpencil. Seperti yang dialaminya itu. “Kita musti cari sampai ketemu. Kalau orangnya ditelpon nggak bisa, kita harus tanya-tanya sama warga, bahkan sampai ke RT atau RW-nya. Kalo nggak ketemu juga, barang kita bawa kembali ke kantor.”

Berkah di Agen Utama TIKI Depok

Jafar sangat bersyukur bisa bekerja di Agen Utama TIKI Depok. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dari kurir, meningkat menjadi Korlap (kordinator lapangan) dan kemudian sekarang Kepala Korlap. “Semua ini berkah bagi saya dan saya selalu mensyukurinya.” 

Sebagai Korlap, Jafar masih tetap turun ke lapangan. Dengan waktu kerja mulai pukul 7 pagi dan selesai jika pengantaran paket atau dokumen telah habis. “Biasanya di lapangan kita selesai jam 3 siang.”

Sebagai Kepala Korlap, Jafar mengkordinir sekitar 17 orang kurir. Dengan jabatan ini, tentu saja juga banyak tantangan. “Tapi saya orangnya itu nggak mau ribet. Kalau saya masih bisa kerjakan,  saya akan jalanin sendiri. Karena bagi saya, nama Tiki harus dijaga, supaya tidak ada komplain,” tandas pria lulusan SMA ini lagi.

Jafar bersama rekan kerja di depan kantor Agen Utama Tiki Depok

Kurir Tiki menurut Jafar, berbeda dengan kurir di tempat lain. “Kami sangat disiplin saat mengantar barang atau dokumen. Kiriman itu tidak boleh main lempar kalau orangnya tidak ada.  Kerapihan kurir juga harus dijaga, ada seragamnya dan kami tidak boleh pakai sendal. Kalau kedapatan melanggar, pasti kena SP,” tandas Jafar.    

Agen Utama TIKI Depok beroperasi di Wilayah Depok sejak tahun 1986. Saat ini, kurir yang bekerja disini sekitar 25 orang. Jumlah barang yang masuk dan keluar rata-rata sehari berjumlah 1200.

Seperti yang diakuinya bahwa bekerja sebagai Kurir Tiki, merupakan berkah dalam kehidupannya. Maka Jafar pun berharap bisa terus bekerja di Agen Utama TIKI Depok hingga usia pensiun. “Saya berharap bisa bekerja terus disini, sampai usia pensiun,” ujar Jafar tersenyum.*** (Melva Tobing)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.