Dirjen Kebudayaan Luncurkan FFI 2021

 Dirjen Kebudayaan Luncurkan FFI 2021

JAYAKARTA NEWS – Di tengah pandemi Covid 19 yang terus mengganas, ajang Festival Film Indonesia (FFI) 41 diluncurkan secara daring, Kamis (15/7). Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid yang membuka FFI 2021 mengatakan merasa salut kepada insan-insan perfilman nasional yang terus berkarya dan menghasilkan terobosan baru.

“Sineas-sineas muda bermunculan dengan karyanya yang berbobot dan kontemplatif. Ini menjadi pikiran saya untuk mendirikan studio film besar di masa mendatang usai pandemi yang segera berlalu,” kata Hilmar Farid.

Hilmar Farid

Mengusung tema ‘Sejarah Film dan Media Baru’, Hilmar Farid percaya hal ini menjadi bahan renungan bersama bahwa perubahan dalam setiap even akan selalu ada. Oleh karena itu, FFI tahun ini juga harus mencari, memperbaiki dan menyempurnakan setiap aspeknya. Sedangkan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru (PMMB) Kemdikbudristek Ahmad Mahendra mengaku meski berat, FFI 2021 tetap dihelat.

“Harapan selalu hadir. Karena ini untuk kedua kalinya FFI digelar di masa pandemi,” ucap Ahmad Mahendra. Aktor Reza Rahadian Matulessy yang ditunjuk oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI) sebagai Ketua Komite FFI 2021 sependapat dengan pernyataan Dirjen Kebudayaan dan Direktur PMMB bahwa kemungkinan besar FFI tahun ini digelar tanpa penonton disaat bioskop ditutup.

“Semoga kalau situasinya normal, FFI bisa digelar secara tatap muka dengan prokes yang ketat. Namun, kalau masih terjadi masa sulit, ya kita adakan secara virtual alias dalam jaringan (daring). Tanpa hiruk pikuk seperti yang lalu, tapi tetap semangat,” beber Reza Rahadian yang menambahkan, kali ini penyelenggaraan FFI butuh energi ekstra yang akan mampu jadi pendorong dan pembuktian bahwa Film Indonesia masih eksis dan masih ada.

Reza Rahadian, Ketua Komite FFI 2021. (foto Humas FFI).

Sementara itu, Ketua Komite Penjurian, Garin Nugroho mengungkapkan dalam FFI 2021 sekitar 45 asosiasi dan komunitas film telah siap menyukseskan pestanya insan film ini. “Peran asosiasi profesi, keterlibatan aktif masyarakat dan juga sistem dewan juri yang akan kita perbarui, adalah tiga elemen penting yang harus dilaksanakan di FFI 2021 ini,” urai Garin Nugroho yang sukses menyutradarai film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ sebagai film terbaik di FFI 2019.

Ihwal pendaftaran film, telah dibuka sejak 15 Juli sampai 30 Agustus. Dan seleksi serta penjurian 30 Agustus sampai 29 Oktober. Malam nominasi 10 Oktober malam penganugerahan piala Citra bakal diadakan 10 November 2021, bertepatan Hari Pahlawan.

“Sekaligus menghormati Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail yang telah melahirkan FFI dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional, ” ujar Reza Rahadian.

Ditanya, berapakah film peserta FFI tahun ini, dijawab sekitar 60an judul film yang akan dinilai dewan juri. Mengingat banyak film yang tidak tayang di bioskop (adanya PPKM saat bioskop ditutup), maka juri tahun ini juga akan menilai film-film yang diputar di Over The Top (OTT) yang tayang secara digital seperti Netflix, Iflix, Disney Hotstar dll. Dalam kesempatan itu, Reza Rahadian juga menjelaskan adanya Komite baru sebagai penanda penyempurnaan festival yaitu pemilihan Film, Aktor dan Aktris Favorit  serta Kritik Film yang akan dipilih oleh masyarakat.

“Ini merupakan media baru sebagai bagian komunikasi. Media baru adalah tiang dari ekosistem film Indonesia saat ini,” pungkas Reza Rahadian yang tetap optimistis film Indonesia bakal ‘bangkit’ dan hidup serta disukai penonton saat memasuki gelombang kedua pandemi. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *