Berpeluang Kembalikan Kejayaan, Geliat Anggar Kurang Dapat Perhatian

 Berpeluang Kembalikan Kejayaan, Geliat Anggar Kurang Dapat Perhatian

Ilustrasi anggar/foto: istimewa

JAYAKARTA NEWS— Lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2022 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan prioritas utama prestasi dunia menjadi terobosan baru Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Paradigma baru olahraga Tanah Air yang lahir di bawah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali tidak akan maksimal mencapai misinya tanpa peran aktif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Induk-induk organisasi (PP/PP).  

KONI dan KOI sebagai perpanjangan tangan pemerintah bukan ini hanya mendukung 14 cabang olahraga unggulan DBON yang sudah ditetapkan Kemenpora. Tetapi, KONI Pusat yang dipimpin Marciano Norman dan NOC Indonesia yang dinakhodai Raja Sapta Oktohari sebaiknya mulai melirik cabor-cabor yang punya sejarah prestasi bagus dan berpotensi kembali menembus ajang Olimpiade. Seperti tinju, tenis, tenis meja dan juga anggar yang tercatat penah meloloskan atletnya di ajang pesta olahraga empat tahunan dunia tersebut. 

Memang banyak faktor yang menjadi kendala dalam membangun kembali kejayaan tinju, tenis, tenis meja dan juga anggar. Selain masalah organisasi ada juga masalah kurang seriusnya pengurus cabor dalam membuat program pembinaan serta kendala dana. 

Mungkin ada baiknya KONI Pusat dan NOC Indonesia mulai mengurai secara rinci permasalahan di cabor-cabor berpotensi menembus Olimpiade itu. Dengan demikian, cabor-cabor potensi itu bisa mengembalikan kejayaannya. 

Perlu diketahui cabor tinju terakhir kali menempatkan atletnya Bonix Saweho pada Olimpiade 2004 Athena, tenis meja diwakili Anton Suseno dan Ismu Harinto di Olimpiade 2000 Sydney, tenis diwakili Angelique Widjaja pada Olimpiade 2004 Athena 2004. Sedangkan anggar baru absen pada dua Olimpiade. Terakhir, atlet anggar putri Indonesia, Diah Permatasari tampil di Olimpiade 2012 London.

Kini, prestasi anggar di bawah kepemimpinan Agus Suparmanto yang sudah dua periode memimpin Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) semakin meredup. 

Cabor yang pernah merebut medali perak dan perunggu di Asian Games 1978 Bangkok dan Asian Games 1990 Beijing ini tak lagi mampu mengulang sukses. Bahkan, di SEA Games 2019 Filipina hanya medali perak dan perunggu dan di SEA Games 2021 Vietnam menjadi satu-satunya cabor yang memperkuat Kontingen Indonesia tanpa medali. Padahal, anggar pernah menjadi tambang medali emas pasukan Garuda. 

PB IKASI yang menurut rencana akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IKASI November 2022 ini memang butuh nakhoda baru. Ini patut mendapat perhatian baik KONI Pusat maupun NOC Indonesia. 

Mantan peraih medali perak SEA Games 2011 Jakarta, Sundara yang ditemui pada Knight Open Fencing Champhionship 2022 di Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022) menyebut, PB IKASI butuh pemimpin yang bisa mengembalikan kejayaan anggar Indonesia. Sosok yang diimpikannya yakni mencintai olahraga anggar, punya visi dan misi dalam membangun prestasi serta mau berkorban. 

“Sejarah prestasi anggar Indonesia itu cukup bagus. Dan, saya yakin kejayaan di SEA Games, Asian Games dan meloloskan atlet ke Olimpiade yang pernah dicapai itu bisa dikembalikan lagi. Asalkan figur tepat yang terpilih di Munas nanti,” ungkapnya.

Keyakinan Sundara cukup beralasan. Karena, klub-klub anggar di Indonesia masih tetap berdiri meskipun PB IKASI haya punya 1 kalender event nasional yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dalam setahun. 

Faktanya, Knight Open Fencing Championship 2022 yang digelar di GOR Padjajaran Indoor Bogor, Jawa Barat, 29 September hingga 2 Oktober 2022 itu melibatkan 375 atlet dari 52 klub se-Indonesia termasuk klub dari Filipina, Brunai Darussalam, Singapura, dan Spanyol. 

“Kita cukup banyak stok pemain muda potensi dengan teknik yang mumpuni. Hanya saja, mereka masih butuh jam terbang lebih banyak. Paling tidak kita harus punya sirkuit dan banyak mengirimkan atlet-atlet bertanding ke luar negeri sehingga kejayaan itu bisa dikembalikan,” jelas Sundara. 

Knight Open Fencing Championship 2022 ini merupakan pertama kali melibatkan peserta asing. Sayangnya, Ketua Umum PB IKASI, Agus Suparmanto yang telah dua periode memimpin tak memberikan perhatian atas terobosan klub Knight yang bermarkas di Bogor ini.

Geliat cabang anggar yang dibangkitkan Knight ini menjadi bukti keseriusan klub dalam menjalankan program pembinaan.  Makanya, Ara, panggilan akrabnya, mengajak seluruh Pengprov IKASI se-Indonesia tidak lagi salah dalam memilih  pemimpin PB IKASI periode 2022-2026 pada Munas IKASI pada Desember 2022 nanti. “Marilah kita bersama membangun prestasi amggar ke depan. Nasib anggar empat tahun ke depan ditentukan dari hasil Munas nanti,” imbuhnya. (azh)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.