Bermula dari Kopi, Indonesia Bantu Ketahanan Pangan Qatar

 Bermula dari Kopi, Indonesia Bantu Ketahanan Pangan Qatar

INDONESIA akan berperan dalam membantu Qatar dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan membangun pabrik  makanan bekerjasama dengan pengusaha Qatar.  Hal ini disampaikan President Indonesia Qatar Business Council (IQBC), Hendra Hartono pada acara Indonesian Coffee Culture 2018 yang merupakan kerjasama antara KBRI Doha dengan Flat White Coffee House di kawasan the Pearl, Doha pekan lalu (2/5).

“Saat ini prioritas kita adalah membantu penguatan Qatar untuk ikut menjaga ketahanan pangan mereka sehingga kami fokus pada food dan beverages program dengan menawarkan produk dan juga inisiatif bekerjasama dalam membangun pabrik makanan di Qatar,” ujar Hendra.

Acara promosi kopi tersebut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsdya (Purn) Mohammad Basri Sidehabi beserta para duta besar dan diplomat dari negara sahabat khususnya ASEAN, serta para pelaku usaha Qatar.

Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan adanya sesi coffee cupping. Dalam sesi tersebut, para pengunjung menyaksikan bagaimana biji kopi digerus lalu ditempatkan ke dalam beberapa cangkir.  Peserta diminta mencium aroma dari setiap cangkir. Kemudian kopi diseduh dengan air panas suhu sekitar 100 derajat Celcius sehingga muncul crust di lapisan paling atas setiap cangkir. Peserta juga mencium aroma berbagai jenis kopi unggulan Indonesia mulai dari Aceh Gayo sampai Taroja Sulawesi

“Kopi yang ditampilkan merupakan kopi yang telah dikenal di dunia, di antaranya Aceh Gayo dari Sumatera bagian utara, Java Preanger dari Jawa Barat, Bali Kintamani dari area touris terkenal yaitu Bali, Toraja Sulawesi Selatan dan yang sedang naik daun Kopi Kerinci dari Jambi Sumatera,” lanjut Hendra Hartono.

Hendra yang juga CEO TSP Corporation ini menambahkan, setidaknya ada lebih dari 30 jenis kopi yang tersebar di Indonesia yang perlu diketahui oleh dunia, termasuk Qatar. Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar kopi di dunia dengan berbagai varian kopi yang tersebar bedasarkan geografis lokasinya.

Menurutnya, kopi merupakan bagian dari sejarah  panjang  yang dimulai sejak kolonial Belanda tiba di Indonesia. Dengan produksi sebesar 600.000 metrik ton setahun, produksi kopi Indonesia terus berkembang dan jumlah kebun kopi semakin bertambah sejalan dengan tingginya permintaan pada pasar domestik.

“Importir terbesar kopi Indonesia saat ini dari Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Negara Teluk juga telah mengenal kopi Indonesia khususnya Dubai dan Saudi Arabia, namun masih sedikit di Qatar. Untuk itulah kami ingin mengenalkan kopi Indonesia di sini,” ujar Hendra.

Sejak terbentuk pada tahun 2017, IQBC berhasil menghimpun dan mewadahi para pengusaha untuk berbisnis di Qatar. IQBC akan menyelenggarakan pameran berbagai produk unggulan Indonesia pada Pameran Indoqatar Expo yang diselenggarakan pada akhir tahun 2018 yang bekerjasama dengan  pelaku usaha Qatar.

Menurut staf KBRI Doha, Boy Dharmawan, KBRI Doha turut menggalakan promosi produk unggulan termasuk kopi dalam berbagai pameran Internasional di Qatar. Bahkan untuk mempopulerkan kopi luwak, dalam pameran kopi di Qatar, “My Coffee My Identity”, stand Indonesia memamerkan binatang luwak hidup sehingga menyedot perhatian masyarakat manca negara. Dalam setiap promosi seni budaya dan kuliner “Wonderful Indonesia”, KBRI Doha kerap mempromosikan produk kopi sebagai salah satu produk andalan dari tanah air. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *