Asyiknya Belanja di Swalayan Saruni Jaya

 Asyiknya Belanja di Swalayan Saruni Jaya
Suasana di kasir Swalayan Saruni Jaya. Kanan: Devi Novianti usai berbelanja di Swalayan Saruni Jaya. Foto: Andang S

ADA banyak pilihan wisata. Ada yang wisata alam, ada wisata belanja, dan berbagai jenis wisata lain. Jika pilihan itu ditanyakan kepada Dewi Novianti, seorang ibu muda dari Desa Sukamanah, Kecamatan Kadu Hejo, Kabupaten Pandeglang, maka dia akan memilih wisata belanja, dibanding wisata alam.

Ibu dua anak ini berdalih, “Sama-sama uang habis, tapi beda yang didapat. Kalau wisata alam, dapatnya capek dan kaki pegal. Tapi kalau wisata belanja, uang habis tapi bawa pulang belanjaan untuk berbagai kebutuhan.” Meski begitu, bukan berarti Dewi anti-wisata alam. “Di Pandeglang kan banyak lokasi wisata, terutama wisata pantai. Sesekali, suami mengajak saya dan anak-anak wisata alam,” tambahnya.

Dijumpai Jayakartanews baru-baru ini, Dewi tampak begitu exited berbelanja di Swalayan Saruni Jaya, Pandeglang. “Alhamdulillah, sekarang di Pandeglang sudah ada swalayan, jadi untuk belanja berbagai kebutuhan tidak harus ke Serang atau Rangkasbitung. Apalagi, rumah saya tidak jauh dari Swalayan Saruni Jaya,” ujar Dewi senang.

Hal lain yang membuatnya senang adalah kelengkapan Swalayan Saruni Jaya. Bukan saja menyediakan aneka kebutuhan pokok, tetapi juga menyediakan aneka pilihan busana, serta dilengkapi play ground. “Belanja di sini mengasyikkan. Ibu-ibunya asyik belanja, anak-anaknya bisa asyik bermain. Saya senang, anak-anak juga senang…he…he…he…,” kata Dewi tertawa senang.

Oh ya, Dewi mencatat ada hal yang tak kalah menyenangkannya, ketika berbelanja di Swalayan Saruni Jaya. “Karena baru dibuka, jadi rasanya seperti ada pengalaman wisata belanja baru. Temperatur di dalam juga sejuk, dan yang lebih penting, harganya terjangkau,” katanya, seraya menambahkan, “soal harga kan paling diperhatikan ibu-ibu.”

Nah, di Saruni Jaya, harga relatif standar. Kalaupun sama dengan di tempat lain, maka keunggulannya adalah tempatnya sejuk, nyaman, dan dekat. “Sebagian harga saya perhatikan standar. Tidak lebih mahal dari tempat lain, bahkan ada yang lebih murah dari tempat lain. Pempers ini misalnya, di toko lain harganya enam puluh ribu, di sini lima puluh tiga ribu sekian. Lumayan, selisihnya bisa buat jajan anak-anak,” ujar Dewi sambil menunjukkan belanjaannya. Ahhh… nyamannya berbelanja di Saruni Jaya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *