Vape East Movement Ajak Masyarakat Tunda Pernikahan Dini

 Vape East Movement Ajak Masyarakat Tunda Pernikahan Dini

Peluncuran Splitz oleh Vape East Movement (foto Dzulfikri Putra Malawi)

JAYAKARTA NEWS – Banyaknya permohonan pernikahan dini yang mencapai 34.000 dan tingginya kasus HIV/AIDS di Indonesia yang menembus 398.784 orang menyebabkan para pendidik dan kalangan medis prihatin.

Tiga orang anak muda yaitu Grady Letik, William Kevin dan Harry Dwijaya (pendiri Vape East Movement, perusahaan yang bergerak di bidang rokok elektronik) mengajak Sensitif Vivo, perusahaan yang memproduksi alat kontrasepsi, untuk berkolaborasi.

Mereka lalu merilis produk liquid/isian Vape pertama di dunia yang diberi nama Splitz. “Jadi, setiap orang yang beli isian Vape liquid, konsumen akan mendapat 1 pack kondom Vivo,” ujar Grady Letik sewaktu launching produknya baru-baru ini.

“Kita didasari keinginan bersama untuk menjalani iklim edukasi seperti diinginkan Kementerian Kesehatan RI,” imbuh Grady Letik. Ia menambahkan agar masyarakat tak malu lagi membeli alat kontrasepsi di apotek agar mengurangi angka kehamilan di luar nikah dan kasus penyebaran HIV/AIDS di kalangan generasi muda Indonesia.

Sudah saatnya masalah pendidikan seks dan hubungan suami isteri  dibahas dan didiskusikan dan bukan lagi menjadi topik tabu. Edukasi harus terus digencarkan.

 “Makanya, kita dari Sensitif Vivo ikut memerangi banyaknya kasus tersebut,” pungkas Grady Letik sembari ditambahkan, produk Splitz bisa diperoleh di seluruh toko Vape di Indonesia. (pik)

Peluncuran Splitz oleh Vape East Movement (foto Dzulfikri Putra Malawi)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *