Roro Mendut, Cinta dan Makamnya Sama-sama Mengenaskan

Saat Mataram menaklukkan di bawah Sultan Agung menaklukkan Kadipaten Pati, tersebutlah putri boyongan bernama Roro Mendut. Ia hendak diperselir oleh Adipati Wiroguno, sang senopati yang sudah menaklukkan Kadipaten Pati.

Roro Mendut dengan berbagai cara, mengelak dinikahi pembunuh ayahandanya. Ia dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, berusaha menghimpun pundi-pundi uang untuk menebus kebebasannya.

Sementara itu, seorang pemuda gagah perkasa bernama Pronocitro, tertambat hatinya. Cinta tak bertepuk sebelah tangan. Pronocitro dan Roro Mendut pun melakoni hubungan terlarang. Keduanya lalu memutuskan melarikan diri dari cengkeraman Wiroguno.

Apa daya, di Desa Gandu (saat ini masuk wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta), keduanya ditangkap. Pronocitro melawan. Perkelahian tak seimbang pun berlangsung dengan kematian Pronocitro oleh keris Wiroguno.

Demi melihat kekasihnya terbunuh, Roro Mendut segera menghambur ke jazad Pronocitro, mencabut keris dari tubuh kekasihnya, dan menikamkan ke tubuhnya. Roro Mendut pun mati, menyusul arwah kekasihnya.

Pendek kata. Keduanya lalu dikubur di tempat. Situs makam keduanya hingga kini masih bisa kita jumpai di Desa Gandu. Sayang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan retak, lingkungan sekitar kotor. Bahkan dinding tembok retak diperkotor dengan coretan tangan-tangan jahil. Sungguh mengenaskan.

Ikuti reportase alam mistis jurnalis Jayakarta News Channel, Gde Mahesa bersama juru kamera Tete Rizqi.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *