• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Roro Mendut, Cinta dan Makamnya Sama-sama Mengenaskan

Roro Mendut, Cinta dan Makamnya Sama-sama Mengenaskan

admin by admin
November 1, 2020
in Dongeng & Cerpen, Histori, Video
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat Mataram menaklukkan di bawah Sultan Agung menaklukkan Kadipaten Pati, tersebutlah putri boyongan bernama Roro Mendut. Ia hendak diperselir oleh Adipati Wiroguno, sang senopati yang sudah menaklukkan Kadipaten Pati.

Roro Mendut dengan berbagai cara, mengelak dinikahi pembunuh ayahandanya. Ia dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, berusaha menghimpun pundi-pundi uang untuk menebus kebebasannya.

Sementara itu, seorang pemuda gagah perkasa bernama Pronocitro, tertambat hatinya. Cinta tak bertepuk sebelah tangan. Pronocitro dan Roro Mendut pun melakoni hubungan terlarang. Keduanya lalu memutuskan melarikan diri dari cengkeraman Wiroguno.

Apa daya, di Desa Gandu (saat ini masuk wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta), keduanya ditangkap. Pronocitro melawan. Perkelahian tak seimbang pun berlangsung dengan kematian Pronocitro oleh keris Wiroguno.

Demi melihat kekasihnya terbunuh, Roro Mendut segera menghambur ke jazad Pronocitro, mencabut keris dari tubuh kekasihnya, dan menikamkan ke tubuhnya. Roro Mendut pun mati, menyusul arwah kekasihnya.

Pendek kata. Keduanya lalu dikubur di tempat. Situs makam keduanya hingga kini masih bisa kita jumpai di Desa Gandu. Sayang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan retak, lingkungan sekitar kotor. Bahkan dinding tembok retak diperkotor dengan coretan tangan-tangan jahil. Sungguh mengenaskan.

Ikuti reportase alam mistis jurnalis Jayakarta News Channel, Gde Mahesa bersama juru kamera Tete Rizqi.

Tags: jayakartanewsroro mendut pronocitrositus roro mendutwisata sejarahwisata yogyakarta
Previous Post

Banjir Bandang Landa Sungai Pagu, tak Ada Korban Jiwa

Next Post

Merpati Bercinta

admin

admin

Next Post
Merpati Bercinta

Merpati Bercinta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version