Pohon Natal di Depan Masjid, Pohon Natal Berdaun Pisang

 Pohon Natal di Depan Masjid, Pohon Natal Berdaun Pisang
Pohon natal berdiri indahnya di depan sebuah masjid di Kota Beirut, Lebanon. Foto: Istimewa

APAKAH Anda berpikir, Indonesia adalah negara paling banyak memiliki keragaman agama? Silakan dihitung, dan bandingkan dengan Lebanon yang memiliki 18 agama. Negara timur tengah yang beribukota di Beirut itu, memang, mayoritas dihuni kaum muslim (54 persen), dan Kristen (40,4 persen). Di luar Islam dan Kristen, Lebanon juga dihuni masyarakat beragama druze, jew’s, baha’is, budha, hindu, dan Mormons.

Negara dengan jumlah penduduk sekitar 4 juta, memang kesohor dengan kecamuknya yang mendunia. Tidak heran jika jumlah penduduk Lebanon yang hengkang dan menetap di negara lain, lebih dari 16 juta, terbanyak justru di Brazil.

Bagaimana Lebanon merayakan Natal? Sangat menarik. Sebab, perayaan Natal di Lebanon ditetapkan menjadi dua tanggal, dan sama-sama merupakan hari libur nasional. Pemeluk Kristen Maronit, Kristen Protestan, dan Katolik merayakan libur Natal pada 25 Desember. Sementara, pemeluk Kristen Ortodoks Yunani, merayakan natal setiap tanggal 6 Januari, berdasar kalender Gregorius sebagai patokan.

Meski populasi terbesar adalah muslim, tetapi saat perayaan Natal, mayoritas warga menyambutnya dengan kegembiraan yang sama. Bahkan berdasar kesaksian banyak orang, Natal putih di sebagian wilayah Lebanon, berlangsung dengan sangat mempesona.

Pohon natal dari pisang di Darmoun, selatan Beirut. Foto: Ist

Pendek kata, Natal di Lebanon tahun ini menyedot perhatian dunia. Salahs atunya karena ada satu pohon natal unik yang viral di media sosial, yakni pohon natal yang terbuat dari pisang. Ia berdiri di halaman gereja di kota Darmour, selatan kota Beirut. Tentu saja, usai perayaan natal nanti, pisang-pisang itu menjadi santapan bersama.

Bukan hanya “pohon natal berdaun pisang”, bahkan di pusat kota Beirut, sebuah pohon natal berukuran sangat besar berdiri dengan indahnya di depan bangunan masjid. Masyarakat Lebanon memandangnya sebagai sebuah harmoni yang indah. Sekalipun begitu, di beberapa akun media sosial, ada saja suara-suara yang tidak setuju, tetapi mayoritas warga Lebanon tidak ada masalah bahkan menikmatinya.

Syahdan, ketika “pohon natal di depan masjid” Lebanon itu viral, maka kabarnya segera menyerbar ke Indonesia. Tak pelak, netizen Indonesia pun memuji hal itu sebagai sesuatu yang sangat bagus. Cermin toleransi. Sebuah harmoni. “Alangkah Indahnya kalau itu terjadi di Indonesia,” tulis seorang netizen. Sorang Indonesia lain menimpali, “Indonesia lebih dari Lebanon. Kathedral berdiri megah di depan (masjid) Istiqlal, tidak hanya di saat Natal, tapi selama Republik ini berdiri.” ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *