Petani Tuban Resah Akibat Langka Pupuk

 Petani Tuban Resah Akibat Langka Pupuk

Agung Supriyatno memberikan sambutan di Desa Temadang kecamatan Merak kabupaten Tuban, Senin (9/11) malam.(foto: Kominfo Jatim)

JAYAKARTA NEWS—– Permasalahan kelangkaan pupuk di Jatim mulai terjadi. Kali ini kelangkaan terjadi di wilayah Tuban. Sehingga banyak para petani kelimpungan dan hasil produksi pertanian mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Jatim, Agung Supriyanto saat melakukan serap aspirasi di wilayah Desa Temadang kecamatan Merak kabupaten Tuban, Senin (9/11/2020) malam.

Oleh karena itu pihaknya berharap agar Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah taktis agar permasalahan pupuk dipecahkan dan kondisi bisa normal kembali.

“Para petani yang mulai melakukan penanaman dihadapkan dengan masalah pemupukan karena kelangkaan pupuk. Seluruh petani merasa risau,” katanya. 

Politisi PAN ini pun membeberkan kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Bumi Ronggolawe langka. Secara nasional, diakui penyediaan pupuk berkurang. Dari awal 8,9 juta ton ini menjadi 7,8 juta ton. Karena penyediaan pupuk ini terjadi pengurangan, maka konsekuensi di lapangan juga sangat berdampak sekali. 

“Lalu bagaimana sikap politik dari Pemprov Jatim, saya menyakini pemprov ini kan sudah dari awal mengetahui. Harus ada sinkronisasi antara kebijakan nasional dan provinsi. Karena bagaimana pun berkaitan dengan penataan wilayah ini tidak lepas dari penataan nasional,” terangnya.

Maka, lanjut Agung yang juga Anggota Komisi C ini, semestinya begitu pusat mengurangi jatah penyediaan pupuk di tahun anggaran 2020, pemerintah daerah harus antisipasi.

“Apalagi kita mengetahui bahwa kebijakan politik anggaran itu berkaitan dengan rencana pembangunan,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, Ada dua pilar yang dianggap sebagai perekonomian Jatim. Pertama adalah UMKM dan pertanian. Konsekuensi dari skala prioritas itu pun harus diimbangi dengan politik anggaran.

“Dikala, pemerintah pusat itu mengurangi jatah pupuk subsidi, mestinya harus ada langkah taktis Provinsi untuk menanggulanginya,” katanya.

Bahkan, Agung tidak melihat adanya intervensi dari Pemprov Jatim terkait kelangkaan pupuk subsidi yang terus terjadi. “Belum memaksimalkan perannya untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di sektor pertanian,” demikian Agung.(poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *