• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Manusia dan Macan Tutul Hidup Damai di Kota Bera, India

Manusia dan Macan Tutul Hidup Damai di Kota Bera, India

admin by admin
May 21, 2022
in Manca Negara, Traveling
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Kota kecil itu bernama Bera. Lebih pas disebut desa Bera. Berada di negara bagian Rajasthan, India. Keberadaannya unik karena sebagai satu-satunya tempat di Bumi, di mana manusia dan macan tutul hidup bersama dengan damai.

India adalah salah satu negara berpenduduk terpadat di Bumi. Karenanya, manusia terus merambah ke hutan dan pegunungan yang masih tidak berpenghuni. Tentu,  konflik antara macan tutul dan manusia tidak dapat dihindari. Ketegangan antara kedua spesies ini meningkat.

Tapi ada satu tempat di mana manusia dan macan tutul diduga telah hidup damai dan harmonis setidaknya selama satu abad ini. Tempat ini dikenal sebagai “negara macan tutul”. 

Bera dikatakan memiliki konsentrasi macan tutul tertinggi di planet ini. Dilaporkan ada hampir 100 macan tutul yang tinggal di dalam dan sekitar Bera, namun tidak ada serangan terhadap manusia yang dilaporkan di sini dalam seratus tahun terakhir. Demikian Oddity Central, Jumat (20/5/2022).

Ada satu kasus di mana seorang bayi diculik oleh seekor kucing besar bertahun-tahun lalu. Tetapi bayi tersebut ditinggal saat macan tutul itu  berlari ke hutan belantara. Bahkan ketika penduduk setempat mulai mengorganisir safari melihat macan tutul di daerah itu untuk turis, jumlah serangan macan tutul tetap nol.

Jadi apa yang membuat kota Bera istimewa. Menurut penduduk setempat, sebagian besar dari mereka adalah anggota Rabari, suku penggembala yang bermigrasi ke Rajasthan dari Iran melalui Afghanistan seribu tahun lalu.

Rabaris menyembah dewa Hindu, Siwa. Mereka memperlakukan binatang sebagai malaikat pelindung. Bahkan mereka kadang-kadang merelakan ternaknya untuk macan tutul.

“Ketika macan tutul membunuh ternak Rabaris, masyarakat tidak menentang pemangsa itu,” Dilip Singh Deora, yang menjalankan usaha safari lokal, mengatakan kepada The National. “Mereka percaya Siwa akan meningkatkan ternak mereka berlipat ganda dan memperlakukan ternak yang terbunuh sebagai persembahan kepada tuannya sendiri.”

Dheeraj Mali, seorang jurnalis foto satwa liar Bera yang telah mendokumentasikan macan tutul lokal selama bertahun-tahun, percaya bahwa kucing besar di daerah itu juga telah beradaptasi dengan keberadaan manusia, dan secara bertahap menjadi kurang predator terhadap mereka.

Macan tutul adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Bera, sedemikian rupa sehingga penyelenggara safari beroperasi dengan jaminan “tempat macan tutul atau uang Anda kembali” ketika mempromosikan paket kepada wisatawan.

Kucing-kucing besar dapat terlihat bertengger di bebatuan di dalam dan sekitar 10 desa di kota, atau bahkan berjalan di jalanan.

“Banyak turis terkejut ketika mereka melihat macan tutul bergerak bebas di sekitar kuil desa, bahkan saat pendeta melakukan ritual hariannya tanpa terpengaruh, tapi begitulah kehidupan di Bera,” kata Dilip Singh Deora.

Dinamika manusia-macan tutul yang harmonis ini dilaporkan unik di Bera, karena di tempat lain di India orang-orang dan kucing-kucing besar menghindari satu sama lain sebanyak mungkin, dan ketika mereka melakukan kontak, pertemuan itu sering kali berakhir dengan pertumpahan darah.

Apakah reputasi Bera sedikit dilebih-lebihkan untuk tujuan pemasaran? Mungkin, tapi meski begitu, fakta bahwa perbukitan di sekitar pemukiman manusia dipenuhi macan tutul adalah fakta. Jadi, jika komunitas manusia dan kucing berkembang sebagai hasil dari kisah yang menarik ini, mengapa merusak hal yang baik? (mel)

Previous Post

Presiden Cek Langsung Harga Minyak Goreng

Next Post

Webinar FFWI XII – Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

admin

admin

Next Post
Webinar FFWI XII – Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

Webinar FFWI XII - Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version