Kak Seto, Sepekan Nonton 3 Film Anak

JAYAKARTA NEWS – Pendidik dan psikolog anak, Dr Seto Mulyadi atau akrab disapa dengan panggilan Kak Seto (67 tahun) sebenarnya jarang nonton film nasional hingga tiga kali dalam sepekan. Namun, pada Juni tahun ini, ia nonton tiga judul film bergenre anak yang semuanya lolos untuk semua umur.

“Luar biasa. Menyongsong Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional tahun ini, saya senang ada beberapa film anak nasional yang saya tonton. Dan semuanya rata-rata bagus, cerita dan misinya sangat mendidik,” kata kak Seto kepada penulis usai menonton gala premier film anak ‘Koki Koki Cilik 2’ di Kota Kasablanca, Jakarta, baru-baru ini.

Tiga film anak nasional tersebut yang ditontonnya adalah ‘Rumah Merah Putih’, ‘Doremi & You’ dan ‘Koki Koki Cilik 2’. Ia nonton sendiri, didampingi beberapa wartawan.

“Saya khususnya dan penonton Indonesia umumnya rindu film anak, seperti zaman saya dulu, ada film anak bertajuk ‘Harmonikaku’, ‘Bintang Ketjil’, ‘Amrin Membolos’ dan lain-lain. Ini menumbuhkan nostalgia dan cinta Indonesia,” papar Kak Seto yang pernah bermain sebagai pemeran utama dalam film anak berjudul ‘Tangan Tangan Mungil’ produksi Gramedia Film yang disutradarai Yasman Yasid, sekitar 30 tahun silam.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ini merasa antusias dan bersemangat menyambut 3 film anak nasional yang ditayangkan bulan Juni tahun ini.

“Nonton film anak bisa menumbuhkan minat dan mengajak anak aktif dalam kegiatan di luar akademik. Juga, anak bisa berinteraksi dan bersosialisasi,” ungkap ayah empat anak lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini.

Kak Seto berpesan kepada anak Indonesia agar pandai bergaul, bersosialisasi dan bergerak mengarah kepada kegiatan yang positif, seperti olahraga, belajar bersama dan berwisata ke luar kota.

“Zaman saya dulu, apa-apa serba sederhana. Alat-alat bermain minim, tapi kita enggak mengeluh dan terus ‘move on’ dan banyak anak didik saya yang kini jadi orang terkenal dan sukses di bidang olahraga, bisnis dan militer,” tambah mantan murid Pak dan Bu Kasur ini.

“Kini, semua tersedia. Teknologi di depan mata kita. Kalau kita enggak memanfaatkan Revolusi Industri 4.0 dan mengisi derap pembangunan yang terus bergerak, kita akan ketinggalan jauh dan dilindas zaman, seperti dikatakan Bapak Presiden kita, Jokowi,” tandas pembawa acara anak bersama Henny Poerwonegoro di TVRI Stasiun Pusat ini. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *